Galeri Produk Krenova Kabupaten Kudus

All
Tahun 2024
Tahun 2023
Tahun 2022
Tahun 2021
Tahun 2020
">Lihat lebih besar
dawd
Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • dawd
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • AU-JER (Automatic Jerengan)
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • ALOEPU GELL; INOVASI PENGEMBANGAN PRODUK BODY LOTION BERBAHAN DASAR LIDAH BUAYA ( Aloe vera ) DAN BUNGA TELANG ( Clitoria ternatea ) SEBAGAI UPAYA PENANGANAN IRITASI PADA KULIT
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Acneto
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • PEMANFAATAN KLUWEK SEBAGAI BAHAN DASAR PEMBUATAN BIO-TINTA “TINTAKU”
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  •    Bank sampah saat ini sudah mulai tersebar di berbagai wilayah Indonesia namun belum semua dari lapisan masyarakat telah mengenal dengan baik sistem dari bank sampah itu sendiri. Banyak atau mungkin semua dari unit bank sampah tersebut masih menggunakan cara manual saat melakukan perekaman data sampah dari para penyetor. Yaitu dengan mencatat data satu persatu diatas kertas atau kitir milik masing-masing. 
       Dizaman digital seperti saat ini peneliti tertarik membuat inovasi berjudul “BSD Mart (bank sampah digital mart) Inovasi Perekaman data bank sampah digital dengan sistem market”  yaitu sebuah aplikasi berbasis online yang dipergunakan untuk perekaman data bank sampah dari mulai proses penyetoran hingga imbalan yang diberikan kepada penyetor yang dapat diklaim dengan sistem toko seperti marketplace. Bedanya dengan Marketplace, deposit saldo yang digunakan untuk transaksi pembelian didapatkan melalui sampah yang telah disetorkan. 
       Aplikasi ini bertujuan untuk membantu meringankan kerja panitia yang mengelola bank sampah di setiap posko, meminimalisir resiko kehilangan data, dan memperkenalkan sebuah sistem informasi digital agar menarik minat masyarakat untuk penasaran dan akhirnya ikut berkontribusi untuk lebih peduli terhadap sampah. Selain itu, juga menguntungkan masyarakat yang terlibat karena setidaknya kebutuhan rumah tangga bisa turut diringankan oleh sistem ini.


    Kata kunci :  aplikasi, perekaman data, bank sampah, marketplace, digital.

    ">Lihat lebih besar
    BSD MART (Bank Sampah Digital Mart)
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • JANKY
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • ABSTRAK

     

    Industri kesehatan adalah kompleksitas ekosistem yang melibatkan berbagai sektor, termasuk pelayanan kesehatan, riset medis, farmasi, dan teknologi medis. Tujuan utamanya adalah meningkatkan kesehatan masyarakat melalui pengembangan, penerapan, dan inovasi dalam berbagai aspek seperti diagnosa, pengobatan, dan perawatan. Tantangan utama di dalam industri ini melibatkan perubahan demografis, teknologi di bidang elektro, dan kebutuhan akan sistem kesehatan yang efisien. Dengan adanya kemajuan teknologi dibidang elektro, maka saat ini dunia elektro memanfaatkan sistem yang berbasis microcontroller. Dunia elektro tidak hanya tentang PLN (Perusahaan Listrik Negara) dan pembangkit listrik saja, tapi dunia elektro juga dapat berfungsi sebagai kesehatan bagi manusia seperti alat kesehatan yang sering digunakan pada dunia medis. Fungsinya sangat vital karena menjadi dasar bagi dokter untuk mendiagnosa kesehatan pasien saat melakukan check up seperti alat pengukur tinggi, alat pengukur berat badan, pengukuran denyut jantung dan saturasi oksigen manusia yang dirancang untuk membantu pihak rumah sakit dalam proses pendataan. Alat yang akan dibuat bertujuan untuk membangun suatu sistem yang dapat mempermudah proses pengukuran tinggi, berat badan, denyut jantung dan saturasi oksigen seseorang secara otomatis, sehingga dapat mengetahui tanpa harus menghitung sendiri menggunakan rumus. Metode yang digunakan dalam penilitian ini adalah penelitian eksperimen. Alat pengukur tersebut menggunakan sensor Load Cell yang berfungsi untuk mengukur berat badan, sensor Ultrasonic HC-SR04 yang berfungsi untuk mengukur tinggi badan, dan sensor MAX30100 yang berfungsi untuk mengukur denyut jantung (heart rate) dan kadar oksigen dalam darah (SpO2).  Pengukuran tinggi badan, berat badan, denyut jantung dan saturasi oksigen ini dilakukan dengan cara duduk. Sensor Load Cell diterapkan pada kursi dan mengonversinya menjadi data berat badan. Sensor Ultrasonic HC-SR04 memancarkan gelombang atau cahaya yang kemudian diukur saat pantulan kembali, memberikan informasi tentang tinggi badan pengguna. Sensor MAX30100 bekerja dengan menggunakan teknologi LED (Light Emitting Diode) dan fotodetektor untuk mendeteksi sinyal-sinyal dari darah yang mengalir melalui jari atau bagian tubuh lainnya. Selain itu, sensor ini memiliki antarmuka I2C yang memungkinkan untuk berkomunikasi dengan mikrokontroler seperti Arduino. Hasil pengukuran dari sensor ini dapat ditampilkan pada LCD (Liqud Crystal Dissplay), dan aplikasi di layar computer yang bertujuan untuk menyimpan data. Pembuatan aplikasi tersebut pemanfaatan dari software, yaitu Microsoft visual studio 2010. Microsoft Visual Studio 2010 digunakan untuk membuat aplikasi berbasis Windows yang memanfaatkan sensor-sensor untuk pengukuran tersebut. Data yang telah Sehingga pengguna dapat melihat nilai denyut jantung dan kadar oksigen dalam darah secara real-time.    Tujuan pembuatan alat ini adalah memberikan inovasi terbaru dalam mengukur tinggi badan, berat badan, dan tensi darah seseorang.  Alat yang akan dibuat ini menjadi solusi yang sangat praktis dan terjangkau untuk pemantauan kesehatan mandiri. Dengan demikian, alat ini memiliki potensi untuk meningkatkan kesadaran dan pengelolaan kesehatan secara holistic dalam masyarakat.

     

    Kata Kunci: Berat badan, tinggi badan, Heart rate, Ultrasonic HC-SR04, Load Cell

     
       


     

    ">Lihat lebih besar
    Chairo-KURSI PINTAR UNTUK KESEHATAN OPTIMAL
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • "JOTOSHELL" Formulasi Pasta Gigi dari Buah Parijoto (Medinilla speciosa) dan Limbah Cangkang Telur Bebek
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • ABSTRAK

     

    Styrofoam merupakan kemasan makanan yang sering digunakan untuk makanan cepat saji atau makanan olahan lainnya. Namun, styrofoam bersifat tidak mudah terurai sehingga menyebabkan pencemaran lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk merubah styrofoam menjadi produk biofoam yang ramah lingkungan dan mampu mendeteksi kesegaran daging sapi dengan memanfaatkan limbah kulit pisang raja, ampas tebu, dan kulit buah naga. Pembuatan biofoam dilakukan melalui pencampuran PVA dengan air panas lalu menambahkan serat dan pati dengan formulasi F1 (5g serat : 5g pati), F2 (2,5g serat : 5g pati), F3 (1,25g serat : 5g pati). Biofoam yang dihasilkan, akan di uji biodegradability, uji organoleptis, uji foto optik, uji kebocoran, uji impact. Biofoam kemudian ditambah ekstrak kulit buah naga, ekstrak kulit buah naga: metil merah (1:1) dan metil merah, sebagai detector kesegaran daging sapi. Pengujian biofoam dilakukan pada daging sapi segar yang disimpan pada dua kondisi kemudian dikemas dalam biofoam dan ditutup plastik wrap. Kondisi pertama, daging dimasukkan ke dalam kulkas dan kondisi kedua, dibiarkan dalam ruangan terbuka. Formulasi terbaik biofoam yang dihasilkan adalah F3 dengan kemampuan biodegradability selama 2 hari dengan permukaan berongga atau lapuk, uji impact sebesar 1,02 kJ/ m², uji daya serap air sebesar 0,49%, uji kebocoran dengan hasil tidak mengalami kebocoran. Pada pengujian biofoam sebagai detector kebusukan daging, sample biofoam yang di campur metil merah dan ekstrak kulit buah naga menunjukan perubahan warna paling signifikan diantara ketiga biofoam. Produk yang dapat mendeteksi kesegaran dari daging sapi ini diharapkan dapat diproduksi dalam skala besar dan di-implementasikan dalam masyarakat untuk membantu mengatasi permasalahan kesegaran daging sapi tanpa adanya kontak langsung untuk mengetahuinya.

     

    Kata kunci : Biofoam, kulit buah naga, ampas tebu, daging sapi, antosianin.

    ">Lihat lebih besar
    IBIDE (Intelligent Biofoam Detector)
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Produk pangan berbasis tepung terigu di Indonesia banyak beredar di pasaran misalnya mie, roti dan kue kering. Indonesia merupakan wilayah yang beriklim tropis sehingga banyak umbi – umbian yang tumbuh di Indonesia namun pemanfaatnya yang masih terbatas. Umbi yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk pangan salah satunya adalah umbi gembili. Umbi gembili merupakan keluarga Dioscorea yang memiliki kelebihan dapat tumbuh di hutan tanpa perawatan khusus. Sehingga budidayanya dapat dilakukan secara mudah. Di wilayah hutan hujan tropis Indonesia banyak beragam buah buahan yang tumbuh salah satunya adalah buah parijoto. Buah parijoto (Medinilla Speciosa) merupakan tanaman tropis yang tumbuh di Indonesia yang dijadikan sebagai obat tradisional oleh masyarakat. Selama ini buah parijoto hanya dipasarkan dalam keadaan segar dan belum mengalami pengolahan, sehingga menyebabkan umur simpannya pendek.Nastar umbi gembili selai parijoto adalah salah satu olahan nastar yang dikombinasikan dengan tepung gembili. Nastar umumnya dijadikan sebagai camilan saat lebaran tiba ataupun disajikan untuk menyambut tamu. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang melalui beberapa proses yaitu persiapan alat dan bahan, penimbangan bahan dan pembuatan tepung umbi gembili, pembuatan selai parijoto, pembuatan adonan nastar, pencetakan adonan dan pengisian selai, pemanggangan, pengemasan produk dan pelabelan produk serta saluran pemasaran melalui produsen ke konsumen.

    Kata Kunci: Nastar Gembili, Selai Parijoto

    ">Lihat lebih besar
    “NASLILO” Nastar Berbahan Umbi Gembili dan Selai Parijoto Sebagai Inovasi Camilan Berbasis Kearifan Lokal Kabupaten Kudus Yang Kaya Serat
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • PONIK : POT ORGANIK BERBAHAN DASAR BONGGOL JAGUNG DAN SABUT KELAPA BERBASIS POLYMER ABSORBENT
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • “MR. CORAZON” Box Penghambat Mikroba pada Buah dengan Ozonasi Berbasis IoT
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • “Inovasi Media Tanam Komposit Menggunakan Liskat ( Limbah Sabut Kelapa dan Ampas Tebu) Dilengkapi Pupuk SRF Sebagai Alternatif Tanah”
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Si Dewa: Deteksi dan Lawan Bau Tengik Pada Beras Berbasis Internet Of Things
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • LIANPYU (Lilin Antinyamuk dari Kulit Jeruk Pamelo dan Kayu Manis) dari Minyak Jelantah sebagai Pencegahan DBD
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • “KLOCLO : Kemeja dan Blouse Batik Kudus dengan Sentuhan Ramah Tunanetra”
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, limbah rumah tangga mendominasi masalah sampah yaitu sebesar 37,3% dari 67,8 juta ton limbah di Indonesia tahun 2020. Data Badan Pusat Statistik (2018) menyatakan hanya 1,2% rumah tangga yang mendaur ulang kembali limbah yang dihasilkannya. Limbah rumah tangga bisa diselesaikan dengan adanya penelitian yang berjudul “ERT-Y” Electric House Berbasis Limbah Rumah Tangga Berkelanjutan MenujuEra Society 5.0. Penggunaan 10 liter limbah cair sisa pembuangan makanan dan 10 liter air bekas cucian dapat mentransformasi sumber listrik yang terbarukan berbantu proses elektrokoagulasi dan solar cell. Solar cell pada rangkaian ini sebagai penyedia sumber daya dalam proses elektrokoagulasi secara kontinuitas. Metode yang digunakan adalah elektrokoagulasi dan transformasi sinar matahari menjadi listrik yang meliputi beberapa tahapan. Tahapan penelitian, diantaranya pengambilan sampel limbah rumah tangga, merancang alat, dan pengolahan listrik. Sampel akan diuji dengan analisis, diantaranya SEM, BOD, COD, pH, arus litsrik, dan tegangan listrik. Hasil analisis data akan dihimpun dalam software program microsoft excel. Kelebihan pengolahan limbah dengan metode elektrokoagulasi dan solar cell adalah menjernihkan limbah rumah tangga sebagai bahan yang ramah lingkungan. Hasil uji arus listrik terbaik terdapat pada sampel ketiga yang bernilai 1,69 V dan nilai pH terbaik terdapat pada sampel pertama yaitu 9,9. Penelitian ini diharapkan dapat menunjang era society 5.0 yaitu melalui perkembangan teknologi untuk meminimalisir adanya kesenjangan manusia terutama di bidang energi terbarukan.

    Kata kunci : Elektrokoagulasi, Voltmeter, Solar cell, Era society 5.0, Electric house.

     

    ">Lihat lebih besar
    “ERT-Y” Electric House Berbasis Limbah Rumah Tangga Berkelanjutan Menuju Era Society 5.0
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • PEMANFAATAN LIMBAH PELEPAH PISANG (MUSA ACUMINATA ) DALAM PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Exploring the Benefits of Kreweng Game as a Learning Medium for Toddlers
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • PEMANFAATAN ECENG GONGOK (Eichhornia crassipes) DALAM PEMBUATAN KOMPOS
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Rambi Wereng
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • E-KOS: Optimalisasi Energi Cerdas dengan Sistem Pengendali dan Monitoring Konsumsi Pemakaian Listrik untuk Efisiensi Rumah Indekos berbasis IoT
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Futela(Footstep Untuk Kalangan Lansia) Sebagai Sparepart Kendaraan Sepeda Motor Penambah Kenyamanan Berkendara
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • ACNETO
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Abstract

    Kudus District faces serious problems in terms of groundwater availability. Conserving groundwater is an important solution, and one way to do this is by making infiltration ponds at the household scale. This research aims to initiate a groundwater conservation awareness program through the construction of infiltration ponds at the household level in Kudus District. This research aims to: (1) analyze the level of community empowerment in making infiltration ponds, (2) formulate the idea of caring for groundwater conservation through making household-scale infiltration ponds. Based on the results of the research, the idea of caring for groundwater conservation through the construction of household-scale infiltration ponds was formulated. This idea includes education and counseling on the importance of groundwater conservation and infiltration ponds, training and technical assistance in making infiltration ponds, and the formation of a community concerned with groundwater conservation.

    Keywords: Groundwater Conservation, water resources, Infiltration Wells, Household Scale

    ABSTRAK

    Kabupaten Kudus menghadapi permasalahan serius dalam hal ketersediaan air tanah. Konservasi air tanah menjadi solusi penting, dan salah satu caranya adalah dengan pembuatan sumur resapan skala rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk menggagas program peduli konservasi air tanah melalui pembuatan sumur resapan di tingkat rumah tangga di Kabupaten Kudus. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis tingkat pemberdayaan masyarakat dalam pembuatan sumur resapan, (2) merumuskan gagasan peduli konservasi air tanah melalui pembuatan sumur resapan skala rumah tangga. Berdasarkan hasil penelitian, dirumuskan gagasan peduli konservasi air tanah melalui pembuatan sumur resapan skala rumah tangga. Gagasan ini meliputi edukasi dan penyuluhan tentang pentingnya konservasi air tanah dan pembuatan sumur resapan, pelatihan dan pendampingan teknis pembuatan sumur resapan serta, pembentukan komunitas peduli konservasi air tanah.

    Kata Kunci : Komunitas, konservasi Air Tanah, Sumber Daya Air, Sumur Resapan, Skala Rumah Tangga

    ">Lihat lebih besar
    GAGASAN PEDULI KONSERVASI AIR TANAH MELALUI PEMBUATAN SUMUR RESAPAN SKALA RUMAH TANGGA DI KABUPATEN KUDUS
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • OCCA (Orange Citrus Candle)
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Indonesia merupakan negara maritim dengan luas wilayah lautnya mencapai 74% dari total luas wilayah keseluruhan. Hal tersebut menyebabkan Indonesia memiliki potensi sumber daya perikanan relatif besar. Sifat ikan yang mudah busuk seringkali menyebabkan kerugian. Selain itu, pada tahun 2017 terkonfirmasi sebanyak 2% komposisi sampah laut berupa logam berat sehingga ikan yang hidup di dalamnya juga ikut terkontaminasi. Berdasarkan permasalahan tersebut, perlu solusi berupa “Rancang Bangun Smart Inkubator Pengering Ikan Asin Dilengkapi Fotokatalis ZnO Doped Al Berbasis IoT”. Alat ini dirancang menggunakan heater, lampu UV, sensor DHT 11 serta ESP 8266 sebagai mikrokontroler. Penelitian ini menggunakan metode ADDIE yang terdiri dari lima tahapan yaitu : Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi. Smart inkubator diatur pada suhu 70oC untuk mengeringkan ikan. Fotokatalis ZnO doped Al pada penelitian ini berfungsi mengurangi kadar logam berat pada ikan. Fotokatalis ZnO doped Al disintesis dengan metode sol gel kemudian di spray pada plat kaca. Analisis data yang digunakan adalah analisis diskriptif. Hasil pengujian menggunakan spektrfometer UV Vis menunjukkan sampel ikan yang belum direduksi memiliki nilai r = 0,999 dan persamaanya (y = 0,0985x + 0,1807) serta sampel ikan yang telah direduksi memiliki nilai r = 0,990117 dan persamaanya (y = 0,139x + 0,1749). Berdasarkan persamaan tersebut, dapat diketahui rata – rata kadar Pb pada ikan yang belum direduksi yaitu 3,74 ppm dan yang telah direduksi yaitu 2,88 ppm. Hal tersebut menunjukkan bahwa fotokatalis ZnO doped Al mampu mereduksi logam berat timbal pada sampel ikan sebesar 0,855 ppm. Alat ini diharapkan mampu memberi solusi untuk mengeringkan dan mereduksi logam berat pada ikan asin secara efektif.

     

    Kata Kunci : Pengering, Fotokatalis, ESP 8266, Internet of Things.

     

    ">Lihat lebih besar
    Pemanfaatan Campuran Abu Sekam Padi dan Cangkang Telur Sebagai Pengganti Pasir Silika Terhadap Kekuatan Tekan Bata Ringan Cellular Lightweight Concrete (CLC)
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • ABSTRAK

    Syahda Amalia Khoirun Nisa’(1), Rahma Yurian Salsabila(2), Navia Aviani(3), Niswah Khasna’u Najah(4),Fathna Zahrotun Nisa(5)

    Guru Pembimbing : Yazida Rizkayanti, M.Pd, M,Sc

    Madrasah Aliyah Negeri 1 Kudus

     

    Sebanyak 30% produksi buah-buahan dan sayuran di Indonesia dari hasil komoditas umumnya memiliki umur simpan yang relative pendek. Sayuran dan buah memiliki kadar air yang cukup tinggi sehingga cepat terkontaminasi oleh mikroba yang dapat menyebabkan kerusakan. Maka dari itu perlu adanya solusi untuk permasalahan tersebut salah satunya yaitu coating spray yang memanfaatkan bahan dari pati ganyong dan gelatin tulang ikan. Kandungan pati pada umbi ganyong cukup tinggi yaitu mencapai 93,30%. Tulang ikan dapat dijadikan sumber gelatin karena mengandung kolagen sekitar 18,6%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan daya umur simpan coating spray pada sayur dan buah. Metode penelitian ini yaitu menggunakan metode eksperimen. Alat dan bahan yang digunakan blender, timbangan digital, kompor, oven, thermometer, umbi ganyong, tulang ikan, gliserol, CMC, aquades. Tahapan penelitian meliputi preparasi, pembuatan, dan pengujian. Pada tahap pembuatan larutan coating spray yaitu melarutkan gelatin dalam aquades, kemudian  dalam  larutan  tersebut  ditambah pati umbi ganyong dan CMC. Setelah itu dihomogenkan dan dipanaskan di atas kompor pada suhu 60°C selama 10 menit dan ditambahkan  gliserol. Parameter yang dianalisis dari penelitian ini adalah susut bobot, kadar air, dan warna. Berdasarkan penelitian tersebut, pemanfaatan pati umbi ganyong dan tulang ikan dalam pembuatan coating spray diharapkan dapat memperpanjang masa simpan dan memperbaiki kualitas produk pangan serta merupakan bahan yang biodegradable sehingga lebih ramah lingkungan.

    Kata Kunci : Coating Spray, Pati Umbi Ganyong, Tulang Ikan

     

     

    ">Lihat lebih besar
    PRAGOLA : Pemanfaatan Pati Umbi Ganyong dan Gelatin Tulang Ikan dalam Pembuatan Coating Spray Untuk Meningkatkan Umur Simpan Sayur dan Buah
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Pada zaman modern seperti sekarang ini, makanan banyak mengalami perkembangan baik itu dari segi rasa, bentuk, warna, dan pengemasan. Seiring dengan berjalannya waktu, kini pilihan makanan semakin beragam. Hal ini pun dikemukakan oleh Ramadhany et al., (2020) yang dimana pengaruh budaya asing membuat trend pangan selalu berubah disetiap waktunya. Salah satu pilihan makanan bagi masyarakat sekarang ini adalah makanan modern. Fenomena makanan modern ini dapat dilihat dari banyaknya pengunjung kedai makanan modern di pusat perbelanjaan, yang dimana hal ini dapat menggeser kedudukan makanan tradisional khususnya jenang khas Kudus yang menjadi objek penelitian ini. Berdasarkan permasalahan tersebut penelitian ini memberikan inovasi pastry sehat kearifan lokal khas Kudus dengan cara menggabungkan makanan modern viral dengan makanan tradisional, slah satu pastry (kue) yang akhir-akhir ini sedang viral dikalangan masyarakat adalah cromboloni. Inovasi berikut menjadikan jenang dengan ekstrak buah parijoto sebagai pasta untuk isian cromboloni. Inovasi ini bertujuan melestarikan dan mengenalkan makanan tradisional dengan memberikan berbagai khasiat bagi kesehatan melalui jenang dengan kandungan buah parijoto yang telah diekstrak. Metode yang digunakan dalam inovasi kali ini adalah metode eksperimental. Inovasi BOLANG IJO diharapkan mampu mengenalkan makanan tradisional Kudus dengan menggunakan alternatif cromboloni sebagai makanan modern viral yang banyak diminati oleh masyarakat dari berbagai kalangan.

    ">Lihat lebih besar
    BOLANG IJO (CROMBOLONI SELAI JENANG PARIJOTO): PASTRY SEHAT KEARIFAN LOKAL KHAS KUDUS
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • ABSTRAK

    Dreichips adalah makanan ringan ( snack food ) yang tergolong jenis makanan craker yaitu makanan yang bersifat kering dan renyah. Dreichips adalah keripik yang terbuat dari bahan dasar alami yaitu ubi ungu yang di olah dengan di potong tipis – tipis sehingga memiliki tekstur yang kering dan renyah. Dilakukan penganekaragaman pada bahan dasar dreichips dengan berbagai teknik pengolahan diharapkan dapat menjadi cemilan sehat dan peluang usaha bagi masyarakat. Tujuan inovasi produk ini yaitu mengembangkan jajanan khas Indonesia yang berbahan dasar ubi ungu yang sangat mudah di temukan di Indonesia. Dan untuk menerapkan pemanfaatan ubi jalar yaitu ubi ungu terhadap penjualan aneka produk olahan ubi jalar ungu untuk dapat meningkatkan ekonomi masyarakat. Dan untuk membuat sebuah produk yang dapat dinikmati tanpa harus mengeluarkan biaya mahal, dengan memperhatikan kualitas produk, kamasan, estetika tampilan kemasan, branding dan labeling. Metode yang digunakan untuk membuat keripik yang renyah adalah metode freeze drying. Metode ini memiliki keunggulan dalam mempertahankan mutu hasil pengeringan. Dalam pembuatan keripik, keunggulan yang paling penting dari metode freeze drying adalah membentuk sifat crunchy (renyah). Proses sublimasi dalam freeze drying ini dapat menghilangkan kandungan air yang terkandung dalam sebuah produk pangan hingga 90%. Freeze drying adalah salah satu cara untuk menambah umur simpan pada produk pangan tanpa bahan pengawet.

    Kata kunci    : keripik, ubi ungu, freeze drying, peluang usaha

     

     

     

     

    ">Lihat lebih besar
    DREICHIPS: Inovasi Pemanfaatan Ubi Ungu ( Ipomoea batatas L. ) dalam Pembuatan Keripik Ubi Ungu Untuk Cemilan Sehat dan Sebagai Peluang Wirausaha Bagi Masyarakat
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Jawa Tengah memiliki tanah laterit yang luasnya hampir mencapai 19.984 M2.Tanah laterit merupakan tanah merah yang banyak dijumpai di Indonesia dan telah diketahui kandungannya yaitu Silika Oksida (SiO2), Aluminium Oksida (Al2O3), dan Hidroksida (OH-). Tanah laterit adalah jenis tanah yang tidak subur diakibatkan unsur haranya larut terbawa oleh air hujan, dan merupakan tanah yang kaya akan Aluminium Hidroksida dan Besi Oksida yang telah mengalami pelapukan yang lanjut sehingga menghambat tumbuhnya beberapa tanaman. Beberapa peneliti menemukan bahwa banyak bahan alam yang bisa digunakan sebagai bahan alternatif untuk pembenahan tanah diantaranya adalah limbah kulit kacang tanah dan limbah bonggol jagung. Masyarakat hanya mengambil bagian yang dikonsumsi sehingga meninggalkan kulit kacang tanah dan bonggol jagung. Menurut Kerr (2006) kulit kacang tanah selain mengandung senyawa fenolik juga mengandung senyawa senyawa lain yaitu 8,2% protein, 1,1 % lemak, 28,2 % lignin, 45,2% selulosa, 10,6 % karbohidrat, 0,27 % kalsium, 0,09 fosfor, dan 4,6 % abu. Selain itu, bonggol jagung memiliki kandungan 41% selulosa, 26% hemiselulosa (xilan), dan 6% lignin. Maka dari itu, dengan memanfaatkan kulit kacang tanah dan bonggol jagung untuk memperbaiki kondisi lahan pertanian di kota Kudus yang sebagian besar didominasi oleh tanah laterit dalam bentuk biochar. Tujuan penelitian ini yaitu untuk memberikan informasi tentang upaya peningkatan produktivitas limbah kacang tanah dan bonggol jagung untuk perbaikan kesuburan tanah laterit dalam pemanfaatan biochar melalui metode kon tiki di kota Kudus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biochar yang dihasilkan memiliki struktur pori yang baik, kapasitas penyerapan yang tinggi, dan stabilitas termal yang baik, menjadikannya material yang ideal untuk berbagai aplikasi, termasuk penyerapan polutan dan peningkatan kualitas tanah. Berdasarkan permasalahan diatas yang mendukung penelitian ini membuat inovasi baru untuk membantu masyarakat dalam menyuburkan tanah. Diharapkan penelitian ini membantu masyarakat untuk mempermudah dalam mengatasi kesuburan tanah. 

     

    Kata kunci: kulit kacang tanah, bonggol jagung, kesuburan tanah, biochar 

    ">Lihat lebih besar
    “VLIKAN:VALORISASI LIMBAH KULIT KACANG TANAH DAN BONGGOL JAGUNG SEBAGAI BIOCHAR UNTUK KESUBURAN TANAH
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • ABSTRAK

     

    Zaman modern ini permasalahan anak yang paling sering ditemukan berkaitan dengan tumbuh kembang dan gizi untuk anak. Pertumbuhan anak dikatakan optimal jika nutrisi yang diberikan tepat sesuai aturan yang diterapkan. Kurangnya nutrisi penting seperti kalsium dapat berdampak signifikan pada perkembangan fisik dan kognitif anak. Kalsium merupakan salah satu sumber nutrisi yang penting untuk pertumbuhan dan kesehatan tulang dan gigi anak. Namun tantangan terbesarnya adalah kalsium biasanya hadir dalam ukuran mikroskopis (μ) dan diperkirakan hanya sekitar 50% yang diserap ke dalam tubuh melalui proses metabolisme. Untuk mengatasi hal ini dan meningkatkan penyerapan kalsium yang optimal, pembentukan nanokalsium merupakan alternatif yang menjanjikan. Oleh karena itu, perlu adanya produk inovasi yang dapat meningkatkan nafsu makan anak dan menguatkan tulangnya. Tulang ikan nila, yang biasanya dianggap limbah, kini dapat diubah menjadi sumber daya berharga menggunakan nanoteknologi. Penerapan nanoteknologi untuk produksi nanokalsium memiliki potensi besar sebagai solusi inovatif. Oleh karena itu, produk ini dikembangkan dengan menggabungkan nanokalsium yang dikumpulkan dari tulang ikan nila dan ekstrak kunyit yang telah dikenal luas karena efeknya yang merangsang nafsu makan. Oleh karena itu, produk ini ditujukan tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan status gizi anak dalam hal penyerapan kalsium, tetapi juga untuk meningkatkan nafsu makan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode ekstraksi nanokalsium dari tulang ikan nila dengan metode hidrolisis enzimatik, dan metode ekstraksi CO 2 superkritis untuk mengekstraksi kurkumin dari kunyit. Berdasarkan penelitian tersebut, diharapkan inovasi berupa nanokalsium yang dikombinasikan dengan ekstrak kurkumin dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam menyelesaikan permasalahan kesehatan dan menumbuhkan kembang anak.

     

    Kata kunci : Nanokalsium, Tulang Ikan Nila, Ekstrak Kunyit

    ">Lihat lebih besar
    “CALCITUMIX FORTE: NANOKALSIUM TULANG IKAN NILA (Oreochromis niloticus) DAN EKSTRAK KUNYIT (Curcuma longa) - KOMBINASI NUTRISI PENINGKAT NAFSU MAKAN DAN PENGUAT TULANG ANAK”
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Art of King
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • ABSTRAK

    Pada tahun 2016, Indonesia meng-Ekspor sayuran sebesar 40.240 ton dan 77 jenis sayuran. Dan untuk buah-buahan, Indonesia pada tahun 2016 meng-Ekspor sebesar 564.372 ton dan 176 jenis buah. Tomat merupakan salah satu jenis buah yang memiliki prospek pasar dan terbuka lebar baik untuk pasar, domestik, maupun ekspor. Namun, Tomat merupakan sayuran buah yang tidak awet dan mudah rusak. Sehingga, tomat memerlukan penanganan pascapanen yang tepat agar dapat meningkatkan masa simpannya. Hal ini kita perlukan Edible Coating Berbasis Kitosan dan Selulosa Jangkrik. Edible Coating merupakan suatu lapisan tipis yang dibuat dari bahan yang dapat dikonsumsi. Dibentuk untuk melapisi produk pangan yang memiliki beberapa fungsi yaitu pelindung atau penghalang perpindahan massa dan juga merupakan barrier terhadap uap air dan pertukaran gas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tekstur buah tomat dapat berkerut atau tidak ketika sudah dicelupkan pada kitosan. Selain itu, juga dapat membantu Petani untuk meng-Ekspor buah Tomat agar tahan kurang lebih 25-30 hari. Metode ini digunakan untuk pengawetan buah dan sayur yang terbuat dari Kitosan Jangkrik. Metode ini juga dapat membantu masyarakat yang belum mempunyai pendingin seperti kulkas dan juga dapat membantu para pedagang untuk mengekspor buah dan sayur ke luar Negeri maupun dalam Negeri. Edible Coating dari Kitosan dibuat dengan cara melarutkan 900ml aquades lalu dipanaskan selama 30 menit pada suhu 30 derajat celcius sambil diaduk dan disaring. Kemudian dikeringkan selama 24jam. Berdasarkan uraian diatas, metode ini masih jarang ditemukan di Indonesia. Maka dari itu, kita ingin mengembangkan menjadi suatu inovasi agar dapat mengurangi penggunaan pengawet buatan yang bisa menyebabkan gangguan kesehatan seperti infeksi saluran pencernaan, pernafasan, diare, bahkan rusaknya jantung dan ginjal.

     

    Kata Kunci : Tomat; Edible; Kitosan; Jangkrik

    ">Lihat lebih besar
    “Edible Coating Buah Tomat dari Kombinasi Kitosan dan Selulosa Jangkrik (Gryllus Bimaculatus)”
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • LUMATEA: INOVASI PEMBUATAN LULUR ALAMI DARI AMPAS TEH (camellia sinensis) DAN DAUN MANGGA (mangifera indica)
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • NOTISHROOM (Healthy Gluten-free Instant Noodles from Xanthosoma Sagittifolium and Extract Pleurotus Ostreatus)
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Masa remaja terjadi ketika seseorang mengalami perubahan fisiologis dan struktural tubuh dari masa kanak-kanak menuju dewasa (pubertas). Salah satu perubahan yang terjadi pada remaja wanita ditandai dengan menstruasi. Keluhan yang sering dialami remaja wanita semasa menstruasi adalah gejala dismenorea. Dismenore adalah nyeri pada masa menstruasi yang cukup parah hingga bisa menganggu aktivitas sehari-hari. Data di Indonesia menunjukkan bahwa prevalensi individu yang menderita dismenorea cukup tinggi, mencapai 64,25%, yang terdiri dari 54,89% dismenorea primer dan 9,36% dismenorea sekunder. Salah satu upaya untuk mengurangi nyeri dismenore adalah dengan mengonsumsi minuman serbuk dari olahan beras kencur kunyit asam. Pengolahan bahan alami yang terkandung dalam minuman serbuk ini memiliki sifat antiinflamasi dan analgesik sehingga dapat membantu meredakan nyeri selama periode menstruasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui proses pembuatan minuman serbuk dari olahan beras kencur kunyit asam, dan untuk mengetahui kualitas minuman serbuk dari olahan beras kencur kunyit asam sebagai minuman praktis pereda nyeri masa menstruasi. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental yang meliputi beberapa tahapan yaitu preparasi bahan, ekstraksi kunyit dan kencur, dan pembuatan minuman serbuk. Parameter penelitian ini menggunakan uji kadar air, uji organoleptik, uji waktu larut, dan uji pH meter. Berdasarkan penelitian tersebut, inovasi produk "Spice Bliss": minuman serbuk dari olahan beras kencur kunyit asam ini diharapkan dapat membantu para perempuan khususnya remaja perempuan dalam mengatasi nyeri menstruasi dengan lebih praktis dan lebih efisien.

     

    Keyword: Pubertas, Menstruasi, Dismenorea, Minuman serbuk

    ">Lihat lebih besar
    SPICE BLISS: Minuman Serbuk dari Olahan Beras Kencur Kunyit Asam sebagai Minuman Praktis Pereda Nyeri Masa Menstruasi
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Cabai merah (Capsicum annum L.) merupakan salah satu tanaman holtikultura yang memiliki varietas unggul dan mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis masa simpan cabai yang menjadi tantangan dalam mempertahankan kualitas hasil panen dan meminimalkan kerugian ekonomi. Maka dari itu pentingnya dibuat inovasi edible coating terbuat dari pektin kulit jeruk dan kitosan sebagai upaya memperpanjang masa simpan cabai merah. Penelitian ini menggunakan metode spraying (penyemprotan). Formulasi lapisan edible diperoleh berbagai rasio, serta analisis karakteristik fisikokimia dan fungsional lapisan yang dihasilkan. Kinerja lapisan dievaluasi melalui parameter seperti uji ketahanan (ketebalan, kekuatan lekat, permeabilitas uap air, dan potensi aktivitas antimikroba) serta uji sensori (warna, tekstur, dan aroma). Terdapat empat variabel yaitu P0;P1;P2;P3 sebagai perbandingan sampel pengujian. Hasil penelitian menunjukkan lapisan edible yang menggabungkan pektin kulit jeruk dan kitosan memiliki potensi signifikan untuk memperpanjang masa simpan cabai merah. Kombinasi tersebut mampu menciptakan penghalang fisik yang efektif, mengurangi laju respirasi, dan memperlambat pembentukan senyawa yang berkontribusi pada pembusukan. Selain itu, lapisan ini menunjukkan aktivitas antimikroba yang dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme patogen. Selama masa simpan, edible coating mempertahankan karakteristik organoleptik cabai, termasuk warna, tekstur, dan rasa. Penelitian ini diharapkan mampu menjadi alternatif dalam inovasi memperpanjang masa simpan cabai.

     

    Kata Kunci : Edible coating, cabai merah, Pektin kulit jeruk, Kitosan.

     

    ">Lihat lebih besar
    “Flavor’s: Edible Coating Berbahan Pektin Kulit Jeruk (Pectin From Orange Peel) dan Kitosan Pada Cabai Merah (Capsicum annum L.) Untuk Memperpanjang Masa Simpan”
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Prevalensi permasalah kesehatan gigi dan mulut di Indonesia tergolong masih sangat tinggi. Hasil RISKESDAS 2018 menyatakan 57,6% penduduk bermasalah pada gigi dan mulut dimana proporsi terbesar masalah gigi di Indonesia adalah karies gigi dan gigi berlubang sebesar 45,3%. Pasta gigi konvensional umumnya mengandung fluoride yang bisa menyebabkan fluorosis pada email gigi dalam kurun waktu tertentu. Perlu adanya solusi penyediaan pasta gigi sehat dan ramah lingkungan guna mengganti fluoride yang salah satunya menggunakan cangkang kerang hijau dan cangkang kerang dara. Cangkang kerang hijau dan kerang dara mengandung kalsium karbonat yang disintesis menjadi karbonat apatit, sehingga dapat digunakan sebagai biomimetik dan mengurangi demineralisasi pada gigi. Penelitian ini bertujuan untuk membuat dan mengkarakterisasi produk CHApCA yaitu pasta gigi berbasis karbonat apatit dari cangkang kerang hijau dan kerang dara. Metode penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen. Prosedur pembuatan produk CHApCA meliputi preparasi bahan, sintesis karbonat apatit, pembuatan pasta karbonat apatit. Berdasarkan hasil penelitian, pada proses sintesis karbonat apatit  didapatkan serbuk berwarna putih dengan hasil analisis FTIR terdapat gugus CO32- yang merupakan gugus karbonat. Pasta gigi CHApCA memiliki karakteristik pada pengujian organoleptik hingga 30 hari yaitu beraroma mint, berwarna putih, dan memiliki tekstur kental, sedangkan  untuk pengujian fisikokimia berupa pH berkisar 7,54 – 7,5, tinggi busa sebesar 3,2 menurun sampai 2,6 cm dan daya sebar mencapai 4,7 – 5,6 cm. Efektivitas karbonat apatit cangkang kerang dara dan hijau terhadap penghambatan perlekatan bakteri streptococcus mutans untuk pengujian  menghasilkan daya hambat hingga 66,17%. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dan inovasi dalam pembuatan pasta gigi yang dapat mencegah karies gigi dan gigi berlubang.

     

    ">Lihat lebih besar
    CHApCA: Pasta Gigi Berbasis Karbonat Apatit (CHAp) Dari Cangkang Kerang Hijau Dan Kerang Dara Sebagai Pencegah Karies Gigi Dan Gigi Berlubang
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Inovasi Paving Pore Block : Optimalisasi Penyerapan Air Melalui Paving Blok Berbahan Dasar Blotong Tebu Untuk Mengurangi Resiko Genangan Air dan Banjir
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • ABSTRAK

       Sampah plastik merupakan sisa hasil konsumsi masyarakat maupun industri. Presentase jumlah sampah hasil dari konsumsi     masyarakat Indonesia adalah sampah organik kurang lebih sebanyak 60-70% dengan sisanya adalah sampah non organik 30-40%. Dari sampah non organik tersebut, dapat diketahui bahwa jumlah konsumsi sampah terbanyak kedua yaitu sebesar 14% adalah kategori sampah plastik. Menurut data penelitian Divers Clean Action, sampah dari sedotan plastik konvensional telah menyumbang sampah dengan total sebanyak 93,2 juta batang di setiap harinya (Arsya et. al, 2022) dengan cara penggunaannya yang hanya sekali pakai tentu memudahkan industri, terutama dalam bidang kuliner. Maka dari itu, aternatif lain yang dapat dilakukan guna mengganti penggunaan sedotan plastik konvensional adalah edible straw yang ramah lingkungan salah satunya dengan I-SSW ( INOVATION Sugar Straw Watermelon skin). Kulit semangka memiliki kandungan  citrulline sebanyak 60 persen di bandingkan pada dagingnya. Kandungan citrulline ini akan bereaksi dengan enzim yang ada dalam tubuh dan akan berkhasiat bagi jantung dan kekebalan tubuh jika dikonsumsi dalam jumlah yang cukup banyak lalu akan diubah menjadi arginin, asam amino non essensial(Feni et. al, 2022). Penelitian ini berguna untuk mengurangi sampah plastik dari sedotan plastik konvensional. Analisis data yang digunakan yakni deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa sedotan I-SSW memiliki karakteristik berupavkadar air (12.56%–14.37%), ketebalan (0.58 mm–0.80 mm), dengan daya serap air (27.82%–36.59%) dan uji ketahanan air sebesar (63.41%–72.18%).

     

    Keyword: Sampah Plastik, Kulit Semangka, Edible straw



    ">Lihat lebih besar
    I-SSW ( INOVATION Sugar Straw Watermelon skin) : Inovasi sedotan ramah lingkungan dari limbah kulit semangka
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Prevalensi menstruasi di seluruh dunia cukup tinggi rata rata lebih dari 50% wanita di setiap negara mengalami nyeri haid. Nyeri haid atau dismenore merupakan kondisi umum yang dialami oleh sebagian besar wanita pada masa reproduksi. Secara tradisional, daun beluntas (Pluchea indica (L.) Less.) digunakan untuk mengobati rasa nyeri haid dengan cara merebus daunnya 10–15 gram dan langsung diminum. Minuman ready to drink yang dibuat dari ekstrak daun beluntas (Pluchea indica (L.) Less.) telah diidentifikasi sebagai alternatif yang potensial dalam meredakan nyeri haid. Kandungan flavonoid tersebut diperoleh dengan cara ekstraksi dan menggunakan pelarut organik seperti air, alkohol, etanol, metanol, n-heksane dan aseton. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas minuman tersebut dalam meredakan nyeri haid pada wanita usia reproduksi. Metode penelitian meliputi uji klinis acak terkontrol ganda dengan partisipan yang mengalami nyeri haid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minuman ready to drink dari daun beluntas (Pluchea indica (L.) Less.) secara signifikan mengurangi intensitas nyeri haid dibandingkan dengan plasebo. Intensitas nyeri haid diukur sebelum dan sesudah pengonsumsian minuman selama satu siklus menstruasi. Kesimpulannya, minuman ready to drink dari daun beluntas (Pluchea indica (L.) Less.) menunjukkan potensi sebagai terapi yang efektif dalam mengurangi nyeri haid pada wanita usia reproduksi. Studi lebih lanjut diperlukan untuk memvalidasi hasil ini dan mengeksplorasi mekanisme kerja yang lebih mendalam.

    Keyword / kata kunci : Daun Beluntas (Pluchea indica (L.) Less.), Dismenore, Ekstraksi, Analgesik.

    ">Lihat lebih besar
    Efektivitas Minuman Ready to drink dari Daun Beluntas (Pluchea indica (L.) Less.) sebagai Alternatif Pereda Nyeri Haid
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • RAKUS AMER : INOVASI PRODUK EDIBLE STRAW DARI EKSTRAK KULIT SAWO MANILA (Achras zapota L.) DAN NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) UNTUK PENINGKATAN EKONOMI PADA SEKTOR MINUMAN
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • RANCANG BANGUN SISTEM AUTOMASI UNTUK BUDIDAYA PERTUMBUHAN TANAMAN MICROGREEN BERBASIS INTERNET OF THINGS
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • “SAKA”: Kopi Biji Salak dan Biji Rambutan Sebagai Kopi Masa Depan Kaya Antioksidan
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • [RHEARD]
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • MELARUS : Pemanfaatan Ekstrak Kulit Jeruk Pamelo (Citrus maxima Merr.) sebagai Pengharum dan Penurun Tingkat Kelembaban Pakaian dalam Kapur Barus dan untuk Meningkatkan Nilai Guna Produk
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • CALZ BISCUITS : INOVASI BISKUIT DARI TEPUNG JANGKLONG (Canna edulis kerr) DAN EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera) SEBAGAI SUPLEMEN PEMENUHAN GIZI GUNA MENDUKUNG PENCEGAHAN STUNTING PADA BALITA
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  •   Belanja merupakan salah satu kegiatan manusia yang sering dilakukan. Seperti yang kita ketahui,setiap melakukan kegiatan belanja kita membutuhkan kantong belanja. Data dari Making Oceans Plastic Free (2017) menyatakan rata-rata ada 182,7 miliar kantong plastik yang digunakan di Indonesia setiap tahunnya. Dari jumlah tersebut, bobot total sampah kantong plastik di Indonesia mencapai 1.278.900 ton per tahunnya. Padahal  sampah plastik merupakan produk petroleum yang berkontribusi atas pemanasan global. Saat plastik dibuat dan dimusnahkan juga mampu menghasilkan karbondioksida sehingga lapisan atmosfer menipis serta terjadi peningkatan emisi karbon di dalam bumi.

      Disisi lain, terjadi peningkatan produksi tembakau di Kabupaten kudus, Jawa Tengah karna Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menargetkan pembangunan sentra industri hasil tembakau (SIHT) atau tempat produksi rokok dimulai April 2024, setelah tahun sebelumnya dibangun pagar dan drainase. Hal tersebut memicu terjadinya peningkatan produksi tembakau. Produksi limbah tembakau dari hasil produksi rokok yang tidak di olah dengan baik dapat dapat menyebabkan terjadinya peningkatan kerusakan alam.

      Dari masalah tersebut kami berinovasi membuat MITOST POLY BAG  sebagai Upaya pemanfaatan limbah tembakau dan limbah lainnya sebagai alternatif yang dapat digunakan Masyarakat  pengganti kantong plastic. Dalam memastikan optimalisasi mitost poly bag tersebut kami sudah melakukan uji seperti uji pH,uji ketahanan tarik,dan uji gramatur.

      Uji pH dilakukan dengan pelarutan tote bag dengan air kemudian di ukur dengan kertas lakmus. Menurut SNI pH air yg normal antara 6-9.Lakmus dalam eksperimen menunjukkan angka 7 hal ini menunjukkan bahwa mitost poly bag aman untuk tanah.Uji ketahanan merupakan gaya tarik maksimum per satuan lebar yang dapat ditahan oleh kertas dan karton sesaat sebelum putus sesuai kondisi yang ditetapkan dalam metode uji standar. Uji kekuatan tarik kertas menggunakan alat Horizontal Tensile Teste Uji garamatur yaitu Setelah ditimbang menggunakan neraca analitik, nilai gramatur dihitung dengan menggunakan rumus.
     
      Dari uji yang sudah kami lakukan, kami simpulkan bahwa Mitost Poly Bag dapat menjadi alternatif yang baik sebagai pengganti kantong plastic dalam Upaya mengurangi kerusakan alam juga memiliki keunggulan dapat dijadikan sebagai pupuk apabila MITOST POLY BAG sudah tidak layak dipakai.

    ">Lihat lebih besar
    MITOST POLYBAG (Microparticle Pesticides and Compost from Nicotiana Tabacum and Natural Waste Paper in Paper Bags and Poly Bags) to reduce soil environmental pollution
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • ‘‘SICANA’’ SINTESIS CARBON NANODOTS DARI LIMBAH BLOTONG DENGAN METODE MICROWAVE SEBAGAI MATERIAL FOTOKATALIS UNTUK MENDEGRADASI METHYLENE BLUE PADA LIMBAH BATIK
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • PINTU AIR OTOMATIS
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • CRIFFERIC
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Diabetes Mellitus adalah penyakit yang sedang melanda dunia dan menyebabkan 70% kematian global, setiap 5 detik ada 1 orang meninggal akibat diabetes, dan Indonesia adalah 5 besar negara dengan penderita diabetes terbanyak di dunia. Diabetes sering di sebut sebagai Ibu dari semua penyakit penyebab komplikasi dan multikomplikasi, salah satu faktor penyebabnya adalah jenis dan pola makan yang kurang sehat seperti gula, nasi dan roti/kue yang  berindeks glikemik tinggi. Semakin rendah glikemik indeks makanan/minuman maka semakin sehat sebab tidak terjadi lonjakan gula darah tinggi pada tubuh penyebab hyperglikemia, hyperinsulin, sekresi insulin, resistensi insulin dan Diabetes Mellitus tipe 2. Tepung terigu, beras  dan gula putih merupakan bahan pangan utama, yang menjadi pokok  makanan  sebagian  besar  penduduk Asia, khususnya Indonesia. Proses penggilingan padi menghasilkan beras serta produk sampingan seperti sekam dan bekatul. Bekatul kaya akan kandungan nutrisi dan komponen bioaktif sehingga banyak dilaporkan memiliki manfaat bagi kesehatan, seperti antioksidan, kemopreventif kanker, dan hipokolesterolemik. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat ROGIR ( Roti  Glikemik Indeks Rendah ) sebagai makanan protektif terhadap penyakit diabetes mellitus, obesitas dan penyakit degeneratif lainnya. ROGIR adalah formulasi produk roti yang berindeks glikemik rendah, kaya nutrisi dan ekonomis. ROGIR memiliki komposisi bahan utama tepung terigu 2,5 cup dengan glikemik indeks 70/100 (tinggi), 1,5 cup bekatul halus dengan glikemik indeks 28/100 (rendah) dan 1 cup brown sugar LGI dengan glikemik indeks 48/100 (rendah), diperoleh rata-rata glikemik indeks dari bahan utama roti ROGIR adalah  53/100 (rendah). Sehingga produk ROGIR menjadi roti berindeks glikemik rendah pertama di Indonesia, tidak mengakibatkan lonjakan gula darah tinggi sehingga tidak berdampak pada diabetes. Kesimpulan dari penelitian ini adalah adalah ROGIR adalah Roti rendah glikemik indeks pertama di indonesia yang menjadi produk pangan preventif dan aman dikonsumsi bagi penderita diabetes, obesitas semua penyakit degeneratif tiap tahun nya dapat di kurangi/antisipasi.

    ">Lihat lebih besar
    ROGIR : Pengembangan Roti Glikemik Indeks Rendah untuk Menangani Masalah Peningkatan Penderita Diabetes di Indonesia
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Teh RAJATO: Teh Herbal dari Rambut Jagung dan Buah Parijoto sebagai Sumber Antioksidan bagi Tubuh
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Inovasi Paving Pore Block : Optimalisasi Penyerapan Air Melalui Paving Blok Berbahan Dasar Blotong Tebu Untuk Mengurangi Resiko Genangan Air dan Banjir
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • SmartFarm AquaGuard “Inovasi monitoring IoT untuk Konservasi Air Pada Pertanian Bawang Merah (Allium Cepa L.) yang Efisien dan Berkelanjutan
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • “POWER” Portable Water Purification Pada Tandon Air Pengungsi Banjir Berbantu Karbon Ampas Tebu dan Enceng Gondok
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Acneto
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • E-COCA: Efektivitas Kitosan Jangkrik sebagai Edible Coating dalam Penyimpanan Pasca Panen Cabai
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • E-BARTER: PENGENALAN BUDAYA LOKAL KUDUS MELALUI TOTE BAG DENGAN AR INSTAGRAM FILTER
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • NAPI : ALAT PENDETEKSI ANOMALI PIPA
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • MECA COOKIES: PEMANFAATAN BUAH PARIJOTO (MEDINILLA SPECIOSA) DAN UMBI JANGKLONG (CANNA EDULIS) SEBAGAI CEMILAN SEHAT KHAS KUDUS
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • AP-FISIN: Implementasi IoT untuk Pemenuhan Kebutuhan Pokok Ikan
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • PAJERO
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • PAJERO
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • PAJERO
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Anti Insect perfume (parfum anti serangga)
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • (SAEM) SENDER ACCIDENT EMERGENCY MESSAGE
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • ABSTRAK

    Salah satu hal yang paling krusial dalam perawatan kucing adalah pengelolaan kotoran. Pengelolaan kotoran kucing menjadi bagian integral dari perawatan hewan peliharaan dan memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan serta kenyamanan kucing. Salah satu perlengkapan penting pada perawatan kucing adalah pasir kucing. Tujuan penggunaan pasir kucing yaitu agar tempat pembuangan air kucing lebih teroganisir sehinggga kebersihan kucing tetap terjaga. Terdapat beragam jenis pasir kucing, salah satunya pasir organik yang terbuat dari bahan seperti kertas, serbuk kayu, gandum, blotong, dan sebagainya. Jenis pasir ini lebih aman dan dapat menjadi penyubur tanaman karena pasir ini bersifat lebih ramah lingkungan. Kertas adalah salah satu limbah yang banyak dihasilkan manusia. Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup (KLHK) tahun 2020, Indonesia menghasilkan 34,5-ton sampah setiap tahunnya, dan 12% dari sampah tersebut adalah kertas. Sementara itu, hingga 43% sampah kertas masih belum diolah. Sebagian besar limbah kertas berakhir menumpuk di TPA yang menimbulkan berbagai dampak negatif di bumi. Salah satu upaya pemerintah dalam mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan daur ulang sampah terutama sampah kertas. Selain limbah kertas, limbah yang masih banyak ditemukan di Indonesia adalah limbah blotong. Blotong adalah limbah padat yang dihasilkan dari pengolahan tebu di pabrik gula. Menurut Badan Pusat Statistik, produksi gula Indonesia pada tahun 2021 sebesar 2,42 juta ton. Peningkatan produksi gula di Indonesia berdampak pada peningkatan jumlah limbah yang dihasilkan. Meninjau dari banyaknya limbah blotong dan limbah kertas tersebut, solusi yang dapat diambil adalah dengan memanfaatkan limbah kertas dan limbah blotong tebu sebagai bahan baku alternatif pembuatan pasir kucing. Blotong memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku pasir kucing berkat serat alaminya sedangkan, kertas memiliki potensi sebagai pasir kucing karena dapat menyerap cairan dengan baik dan dapat mengendapkan bau yang tidak diinginkan, mudah dibuang, dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan memberikan kontribusi positif terhadap kelestarian lingkungan sambil memberikan solusi efektif dalam perawatan kucing. Pada pengujian produk “KASIR” digunakan tiga tahapan uji, yaitu: Uji kadar air menggunakan metode perhitungan gravimetri, Uji massa pasir menggunakan neraca digital, serta Uji Sifat Organoleptik yang meliputi warna dan tekstur untuk mengetahui karakter warna dan tekstur pasir kucing.
    Kata Kunci: Pasir Kucing, Blotong, Limbah Kertas

    ">Lihat lebih besar
    "KASIR": Pasir Kucing Ramah Lingkungan Berbahan Dasar Limbah Kertas dan Blotong Tebu
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • KATES: Kukis dari Daun Kelor Sebagai Cemilan Sehat Anti Diabetes
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • ABSTRAK

    Salah satu hal yang paling krusial dalam perawatan kucing adalah pengelolaan kotoran. Pengelolaan kotoran kucing menjadi bagian integral dari perawatan hewan peliharaan dan memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan serta kenyamanan kucing. Salah satu perlengkapan penting pada perawatan kucing adalah pasir kucing. Tujuan penggunaan pasir kucing yaitu agar tempat pembuangan air kucing lebih teroganisir sehinggga kebersihan kucing tetap terjaga. Terdapat beragam jenis pasir kucing, salah satunya pasir organik yang terbuat dari bahan seperti kertas, serbuk kayu, gandum, blotong, dan sebagainya. Jenis pasir ini lebih aman dan dapat menjadi penyubur tanaman karena pasir ini bersifat lebih ramah lingkungan. Kertas adalah salah satu limbah yang banyak dihasilkan manusia. Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup (KLHK) tahun 2020, Indonesia menghasilkan 34,5-ton sampah setiap tahunnya, dan 12% dari sampah tersebut adalah kertas. Sementara itu, hingga 43% sampah kertas masih belum diolah. Sebagian besar limbah kertas berakhir menumpuk di TPA yang menimbulkan berbagai dampak negatif di bumi. Salah satu upaya pemerintah dalam mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan daur ulang sampah terutama sampah kertas. Selain limbah kertas, limbah yang masih banyak ditemukan di Indonesia adalah limbah blotong. Blotong adalah limbah padat yang dihasilkan dari pengolahan tebu di pabrik gula. Menurut Badan Pusat Statistik, produksi gula Indonesia pada tahun 2021 sebesar 2,42 juta ton. Peningkatan produksi gula di Indonesia berdampak pada peningkatan jumlah limbah yang dihasilkan. Meninjau dari banyaknya limbah blotong dan limbah kertas tersebut, solusi yang dapat diambil adalah dengan memanfaatkan limbah kertas dan limbah blotong tebu sebagai bahan baku alternatif pembuatan pasir kucing. Blotong memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku pasir kucing berkat serat alaminya sedangkan, kertas memiliki potensi sebagai pasir kucing karena dapat menyerap cairan dengan baik dan dapat mengendapkan bau yang tidakiii diinginkan, mudah dibuang, dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan memberikan kontribusi positif terhadap kelestarian lingkungan sambil memberikan solusi efektif dalam perawatan kucing. Pada pengujian produk “KASIR” digunakan tiga tahapan uji, yaitu: Uji kadar air menggunakan metode perhitungan gravimetri, Uji massa pasir menggunakan neraca digital, serta Uji Sifat Organoleptik yang meliputi warna dan tekstur untuk mengetahui karakter warna dan tekstur pasir kucing.

    Kata Kunci: Pasir Kucing, Blotong, Limbah Kertas

    ">Lihat lebih besar
    KASIR : Pasir Kucing Ramah Lingkungan Berbahan Dasar Limbah Kertas dan Blotong Tebu
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Cyperus Rotandus Linn Chocolata
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Papernass : Inovasi Kertas Ramah Lingkungan Berbahan Dasar Kulit Buah Nanas (Ananas comosus) dan Limbah Kertas sebagai Upaya untuk Menambah Nilai Ekonomis pada Limbah
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • AADIKU (Ada Apa Di Kudus)
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • GenSin: Inovasi Bioherbisida Berbasis Minyak Cengkeh dari Limbah Jengkok Pabrik Rokok dan Minyak Kayu Manis
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • PEMANFAATAN ECENG GONDOK (Eichhornia crassipes) DALAM PEMBUATAN KOMPOS
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Biskuit Gryple (Pati Ganyong dan apel) 3 in 1 sebagai prebiotik, pencegah stunting dan autisme
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Permasalahan gizi dan kesehatan masyarakat yang disebabkan oleh konsumsi beras dengan kandungan gula tinggi telah menjadi fokus perhatian utama. Kandungan gula tinggi dalam beras dapat menyebabkan peningkatan kadar kolesterol dalam tubuh sehingga menyebabkan munculnya penyakit seperti diabetes mellitus. Indonesia menempati urutan ke-6 dari sepuluh negara dengan jumlah pasien diabetes tertinggi, yakni 10,3 juta pasien per tahun 2017 dan diperkirakan akan meningkat menjadi 16,7 juta pasien per tahun 2045. Sebagai solusi lokal yang potensial untuk alternatif pengganti beras, umbi jangklong merupakan sumber daya yang melimpah di Kudus terutama di daerah Colo dengan potensi untuk dikembangkan sebagai alternatif sehat untuk menggantikan beras konvensional. Produk PAJERO ini bertujuan untuk mengembangkan beras analog sehat dari kombinasi umbi jangklong, asoka, dan parijoto. PAJERO adalah beras analog  yang berbahan dasar umbi jangklong,  parijoto dan asoka. Diharapkan dengan adanya Pajero sehingga didapatkan hasil yang baik dan memenuhi standar. Umbi jangklong merupakan salah satu jenis umbi-umbian yang memiliki potensi besar di Kabupaten Kudus khususnya di Colo, Salah satu alasan utama mengapa umbi jangklong dapat dijadikan alternatif pengganti beras adalah karena kandungan karbohidratnya yang tinggi, tetapi memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dibandingkan dengan beras, Parijoto adalah tumbuhan epifit menahun dalam marga Medinilla, suku Melastomataceae. Buahnya mengandung antioksidan dan beta-karoten dalam kadar yang signifikan sehingga dapat mencegah atau menunda beberapa jenis kerusakan sel akibat proses oksidasi oleh oksidan. Bunga asoka merupakan tanaman yang tumbuh di daerah tropis seperti India dan Indonesia, Mengutip repository UIN Suska bunga asoka mengandung glikosida, flavonoid tannin dan saponin. melindungi struktur sel, meningkatkan efektivitas vitamin C, antiinflamasi dan sebagai antibiotik. 

     

    Kata kunci : asoka, beras analog, diabetes mellitus, parijoto, umbi     jangklong

    ">Lihat lebih besar
    PAJERO
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Permasalahan gizi dan kesehatan masyarakat yang disebabkan oleh konsumsi beras dengan kandungan gula tinggi telah menjadi fokus perhatian utama. Kandungan gula tinggi dalam beras dapat menyebabkan peningkatan kadar kolesterol dalam tubuh sehingga menyebabkan munculnya penyakit seperti diabetes mellitus. Indonesia menempati urutan ke-6 dari sepuluh negara dengan jumlah pasien diabetes tertinggi, yakni 10,3 juta pasien per tahun 2017 dan diperkirakan akan meningkat menjadi 16,7 juta pasien per tahun 2045. Sebagai solusi lokal yang potensial untuk alternatif pengganti beras, umbi jangklong merupakan sumber daya yang melimpah di Kudus terutama di daerah Colo dengan potensi untuk dikembangkan sebagai alternatif sehat untuk menggantikan beras konvensional. Produk PAJERO ini bertujuan untuk mengembangkan beras analog sehat dari kombinasi umbi jangklong, asoka, dan parijoto. PAJERO adalah beras analog  yang berbahan dasar umbi jangklong,  parijoto dan asoka. Diharapkan dengan adanya Pajero sehingga didapatkan hasil yang baik dan memenuhi standar. Umbi jangklong merupakan salah satu jenis umbi-umbian yang memiliki potensi besar di Kabupaten Kudus khususnya di Colo, Salah satu alasan utama mengapa umbi jangklong dapat dijadikan alternatif pengganti beras adalah karena kandungan karbohidratnya yang tinggi, tetapi memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dibandingkan dengan beras, Parijoto adalah tumbuhan epifit menahun dalam marga Medinilla, suku Melastomataceae. Buahnya mengandung antioksidan dan beta-karoten dalam kadar yang signifikan sehingga dapat mencegah atau menunda beberapa jenis kerusakan sel akibat proses oksidasi oleh oksidan. Bunga asoka merupakan tanaman yang tumbuh di daerah tropis seperti India dan Indonesia, Mengutip repository UIN Suska bunga asoka mengandung glikosida, flavonoid tannin dan saponin. melindungi struktur sel, meningkatkan efektivitas vitamin C, antiinflamasi dan sebagai antibiotik. 

     

    Kata kunci : asoka, beras analog, diabetes mellitus, parijoto, umbi     jangklong

    ">Lihat lebih besar
    PAJERO
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • PAJERO
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • PAJERO
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • INOVASI “MIE LOW-CAL” DARI TEPUNG AMPAS TAHU DAN LABU KUNING (Cucurbita moschata Durch) DAN PENGARUHNYA TERHADAP PENDERITA DIABETES MELITUS
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • MORGYN: SNACK PENCEGAH ANEMIA DARI DAUN KELOR, KACANG MERAH, DAN STEVIA
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Pemanfaatan Buah Lokal Muria menjadi Nougat ALPICO (Alpukat, Pisang Tanduk, Cokelat) untuk Meminimalisir Premenstrual Syndrome
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Udang merupakan hasil produksi kelautan yang memiliki nilai ekonomi baik dalam pasar lokal maupun mancanegara. Dalam linkup hidupnya terdapat bakteri yang sering didapatkan menginfeksi udang vaname, salah satunya yakni bakteri Vibrio parahaemolyticus yang menyerang sistem imun suatu organisme guna melemahkan ketahanan tubuh udang vaname. Maka dari itu, aternatif lain yang dapat dilakukan guna mengganti penggunaan bahan kimia adalah biological agent yang ramah lingkungan salah satunya adalah Antimicrobial Peptides (AMPs). Lalat BSF memiliki sistem kekebalan bawaan yang dapat menghasilkan berbagai zat seperti peptida yang dapat digunakan sebagai pelindung dari bahaya bakteri, jamur, dan virus. Salah satu peptida yang telah terdeteksi keberadaannya dalam lalat BSF adalah jenis densin peptida 4 (DLP4) yang berpotensi sebagai Antimicrobial Peptides (AMPs). Penelitian ini berguna untuk mengetahui efektivitas Antimicrobial Peptides (AMPs) dari larva BSF (Black Soldier Fly) sebagai agent antibakteri vibrio parahaemolyticus penyebab penyakit vibriosis udang vaname. Analisis data yang digunakan yakni deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa AMPs larva BSF memiliki karakteristik berupa kadar protein sebesar 5,2-12,03% pada percobaan pertama dan 9,19-10,82% pada percobaan kedua, kadar air pada larva BSF sebesar 4,77%-77,89% dan berat molekul mencapai 72,40 kDa. Efektifitas Antimicrobial Peptides (AMPs) larva bsf terhadap bakteri Vibrio parahaemolyticus untuk pengujian in vitro dari semua perlakuan menghasilkan daya hambat sebesar 9 mm. Sedangkan untuk pengujian in vivo Antimicrobial Peptides (AMPs) larva bsf terbaik terdapat pada perlakuan larutan AMPs 30 mL sentrifuse dengan menghasilkan aktivitas fagositosis (AF) sebesar 73,02%, dan survival rate (SR) sebesar 100%
    Keyword: Antimicrobial Peptides, Larva BSF, Udang Vaname, Vibrio Parahaemolyticus.
     
     
    ">Lihat lebih besar
    APMs BSF : Potensi Antimicrobial Peptides (AMPs) Larva BSF (Black Soldier Fly) Sebagai Agent Antibakteri Vibrio parahaemolyticus Penyebab Penyakit Vibriosis Udang Vaname
    Kategori Umum
  •  

    Berbagai masalah mental yang cukup tinggi di masyarakat dan belum adanya pelayanan psikologis yang mudah dijangkau dan terjangkau menjadi latar belakang lahirnya platform digital yang bernama My Counselor. Hadirnya platform ini dimaksudkan sebagai sarana pendampingan psikologis yang dapat dirasakan masyarakat luas dengan mudah. Melalui inovasi My Counselor, konseli atau klien akan langsung mendapatkan pelayanan dari expert konselor maupun psikolog secara profesional. Layanan konseling online ini dapat dilakukan dengan mendownload aplikasi My Counselor di Playstore, kemudian dapat membuka dan memilih fitur konseling yang akan tersambung kepada admin dan akan disambungkan kepada konselor tau psikolog yang dipilih. Aplikasi ini telah didownload sekitar 3000 user dan pelayanan konseling online yang mencapai 3456 konseli. Selain konseling online, ada beberapa fitur lainnya seperti SOS Call, My Counselor Support Group, Meet The Counselor, My Articel, My Video, Islamic Motivation dan Daily Reminder. Adapun tingkat kepuasan inovasi ini mendapatkan 57% Sangat Puas, disusul 39% Puas & diikuti sebanyak 3% respoden menyatakan kurang puas dan 1% menyatakan sangat tidak puas. Kelebihan dari platform ini terkandung dalam prinsip yang diusung yaitu “low cost high impact innovation” yang berarti meskipun dengan pembiayaan yang rendah namun dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap masyarakat. My Counselor adalah platform yang sudah banyak mendapatkan dukungan dari banyak pihak dan stakeholder seperti pimpinan perguruan tinggi sampai pimpinan masyarakat. Adanya dukungan ini membuat platform ini terus berkembang dengan aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan seperti intens kampanye kesehatan mental di sosial media  dengan jangkauan akun ini mencapai 2,7 juta akun dalam rentang waktu 3 tahun & memiliki followers sebanyak 13,9 ribu. Kemudian sosialisasi ke masyarakat, sharing session, internship dan lain sebagainya. Pembuatan platform ini diprakasai oleh pihak yang ahli teknologi dan ahli konseling, sehingga dalam pembuatan tidak banyak membayar ahli. Namun, ada beberapa kebutuhan software yang tetap membutuhkan biaya. Jika dinilai secara potensi dan prospek bisnis, platform ini dikembangkan dengan adanya layanan seperti jasa psikotes, fasilitator kesehatan mental secara offline,  partnership, keuntungan dari media sosial dan dukungan dana dari lembaga atau donasi yang akan kembali untuk kebutuhan pengembangan platform. Penggunan dan kepuasan atas platform ini cukup tinggi, hal ini didasarkan dengan intensitas konseling online setiap harinya dan rating aplikasi  di Playstore yang mendapatkan tingkat kepuasan yang sangat baik yaitu dengan mendapatkan bintang 5,0 dari 42 ulasan yang diberikan di playstore. Sehingga platform ini lahir berdampak signifikan dalam menjalankan misi menurunkan masalah mental di masyarakat.

    Kata Kunci : My Counselor, Kesehatan Mental, Konseling.

    ">Lihat lebih besar
    MY COUNSELOR: IMAN PENGANGKAT TALI UMAT (Inovasi Sistem Layanan Pendampingan Kesehatan Mental Gratis untuk Masyarakat)
    Kategori Umum
  • SALONG (SABUN JANGKLONG) UNTUK MENINGKATKAN NILAI GUNA UMBI JANGKLONG KHAS KUDUS
    Kategori Umum
  • STICOZDA Inovasi Pestisida Nabati Eco Enzim Daun Ketapang Berteknologi Metabolit Sekunder Dan Teknologi Antibakteria Sebagai Solusi 3in1 Terhadap Sikap Pencegahan Pencemaran Lingkungan.
    Kategori Umum
  • E-CORDECT (EARLY CORONARY DETECTOR): APLIKASI PENDETEKSI DINI RISIKO PENYAKIT JANTUNG KORONER BERBASIS ANDROID
    Kategori Umum
  • Inovasi dan Hilirisasi Sampah Organik Rumah Tangga dengan Memanfaatkan Lalat BSF (Black Soldier Fly)
    Kategori Umum
  • Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Bersama Konveksi Ar-Rikna di Kelurahan Sunggingan
    Kategori Umum
  • Penggunaan plastik dapat memunculkan beberapa permasalahan lingkungan. Penguraian plastik memerlukan waktu 500 tahun dan proses dekomposisinya dapat menghasilkan senyawa toksik yang berbahaya bagi lingkungan. Selain itu, plastik konvensional terbuat dari bahan bakar minyak bumi sehingga dapat menyebabkan persediaan minyak bumi menjadi menipis. Oleh sebab itu, perlu adanya alternatif lain selain plastik konvensional yaitu bioplastik. Bioplastik adalah plastik ramah lingkungan yang terbuat dari bahan baku alami terbarukan. Pada penelitian ini, kami menggunakan limbah kulit pisang sebagai bahan baku pembuatan bioplastik. Kulit pisang digunakan sebagai bahan baku karena mengandung kadar pati yang tinggi dan pektin yang merupakan bahan dasar utama dalam pembuatan bioplastik. Inovasi ini sangat tepat karena dapat menyelesaikan berbagai masalah lingkungan secara komprehensif. Selain itu, kami mengaplikasikan teknologi nano dengan memadukan nanomaterial Carbon Nanodots (Cdots) untuk menjadi doping bioplastik. Penggunaan Cdots sebagai doping dalam bioplastik memiliki keunggulan diantaranya dapat meningkatkan sifat mekanis bioplastik sehingga menjadi lebih kuat, lebih awet, dan dapat menghambat pertumbuhan mikroba serta perubahan kimiawi pada produk. Hal ini disebabkan karena Cdots dapat mengaktifkan sifat penghalang sinar UV (UV Blocker) sehingga interaksi sinar UV matahari dan bahan makanan yang dapat menyebabkan reaksi kimia pembusukan dapat dihalau. Selain itu, sifat pendaran Cdots yang kuat mampu menambah manfaat bioplastik menjadi smart packaging yang mana dapat menjadi pertanda keaslian produk. Dari penelitian ini, dihasilkan bioplastik ramah lingkungan yang memiliki keunggulan kuat, fleksibel, UV Blocker yang diaplikasikan untuk Smart and Active Food Packaging.

    ">Lihat lebih besar
    Bioplastik Ramah Lingkungan dari Limbah Kulit Pisang Doping Carbon Nanodots Sebagai Smart and Active Food Packaging
    Kategori Umum
  • OPTIMALISASI PRODUK NUIGA (NUGGET IKAN GABUS Channa striatus) KAYA ALBUMIN
    Kategori Umum
  • Sampah organik merupakan jenis sampah yang mudah terurai melalui proses alami. Salah satu contohnya adalah sampah sisa makanan. Sampah tersebut seringkali ditemukan pada lingkungan asrama. Ketika penghuni asrama selesai makan, terkadang mereka meninggalkan sisa makanan di atas piring. Kemudian sisa makanan dibuang ke tempat sampah atau tempat pembuangan lain tanpa ada perlakuan sedikitpun. Sehingga menyebabkan penumpukan sampah sisa makanan yang disebut food waste. Food waste menimbulkan bau tidak sedap dan menyebabkan berbagai macam penyakit. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukannya inovasi yang berupa DE-BOX: Decomposer Box berbasis Internet of Things yang memanfaatkan maggot BSF sebagai pengurai sampah sisa makanan dan arang aktif sebagai filter bau tidak sedap. DE-BOX dirancang dengan menggunakan nodeMCU ESP 8266 sebagai pengendali, sensor suhu DHT11 sebagai pendeteksi suhu dalam box untuk sistem penstabil suhu otomatis, sensor kelembapan tanah YL-69 sebagai pendeteksi kelembapan dedak untuk sistem penyemprotan otomatis, sensor ultrasonik HY-SRF05 sebagai pendeteksi objek mendekat untuk sistem buka tutup otomatis, sensor MQ-135 sebagai pendeteksi bau di dalam box untuk sistem filter bau tidak sedap, serta bot telegram dan blynk android sebagai pemantauan jarak jauh. Harapannya dengan adanya DE-BOX mampu mengurangi jumlah dan bau dari sampah sisa makanan serta maggot BSF dapat berkembang biak secara optimal, sehingga dapat dijual dan meraup keuntungan.

    Kata Kunci: Food Waste, Maggot BSF, NodeMCU ESP 8266.

    ">Lihat lebih besar
    DE-BOX: Decomposer Box berbasis Internet of Things
    Kategori Umum
  • Kebutuhan media dalam mensucikan najis bagi sebagian masyarakat yang memiliki tuntutan pekerjaan yang berinteraksi dengan hewan atau barang-barang yang berpotensi terkena najis seperti pekerja di klinik hewan, petshop, petcare, pasar, dan lainnya akan terus meningkat. Dalam konteks pembersihan atau pensucian najis berat hal yang harus dilakukan ialah mencuci bagian badan yang terkena najis sebanyak 7 kali dan salah satunya menggunakan tanah. Kepraktisan dalam membersihkan najis terutama najis berat menjadi tantangan tersendiri. Mineral tanah liat telah digunakan dalam industri baik industri kosmetik dan farmasi, salah satunya adalah kaolin, yang juga memiliki manfaat untuk kesehatan kulit. Di sisi lain, salah satu masalah kesehatan kulit yang sering terjadi diakibatkan oleh bakteri Staphylococcus aureus. Pelepah daun pisang karmilin yang jarang dimanfaatkan mengandung asam askrobat, saponin, dan tanin yang berperan penting dalam antibakteri dan penyembuhan luka. Selain itu, daerah Kabupaten Kudus memiliki banyak jumlah penduduk yang menanam pohon Rambutan (Nephelium lappaceum L.) merupakan salah satu tanaman buah yang banyak terdapat di Indonesia. Fraksi etil asetat dari daun rambutan memiliki manfaat dalam menghambat bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25923 dengan kategori zona hambat kuat, hal ini disebabkan karena daun rambutan memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, saponin, dan tanin. Berdasarkan potensi kandungan dari pelepah daun pisang karmilin sekaligus daun rambutan. Peneliti bermaksud memanfaatkan kedua ekstrak daun tersebut sebagai bahan utama agen antibakteri dalam pembuatan sabun untuk menghambat bakteri Staphylococcus aureus. Dalam hal kepraktisan penggunaan sabun, kini eksistensi dari penggunaan sabun kertas atau paper soap menjadi trend di kalangan masyarakat Indonesia. Hal ini disebabkan kepraktisan dalam penggunaannya, ringan, dan dapat dibawa kemana saja. Penggunaan sabun kertas dapat menghindarkan pengguna agar tidak terjadi pemborosan dalam penggunaan sabun. Selain itu sabun kertas dapat meminimalisir kontak langsung antara sabun dengan najis yang secara terus menerus seperti halnya dalam penggunaan sabun batang. Kurina paper soap sebagai sabun anti najis mengandung bahan utama Kaolin yang memiliki kandungan 10-95% mineral kaolinite, selain itu mengandung sekitar SiO2 sebesar 46,54%; AL2O3 sebanyak 39,50%; H2O sekitar 13,96%. Kurina Paper soap sebagai sabun penghambat bakteri Staphylococcus aureus mengandung senyawa metabolit sekunder dari pelepah daun rabutan sekaligus pelepah daun pisang karmilin yang mengandung senyawa-senyawa yang berpotensi sebagai antibakteri, anti seboroik, dan antimikroba yang terdiri dari 9-Tetradecenal (Z) (28,42%), Hexadecanoic acid (CAS) (25,69%), 9-Octadecenoic acid (Z), ethyl ester (CAS) (17,14%). Oleh sebab itu, berdasarkan masalah dan potensi yang telah dijelaskan di atas, peneliti dan pengembang produk inovasi mengembangkan dan meneliti pembuatan kurina sabun kertas dari ekstrak pelepah daun pisang karmilin dan daun rambutan sebagai sabun pensuci najis sekaligus penghambat bakteri Staphylococcus aureus, sebagai sabun ramah lingkungan yang praktis, ekonomis, dan efisien yang memiliki potensi sebagai produk khas Kabupaten Kudus. 

    Kata Kunci : Daun Rambutan, Pelepah Daun Pisang, Sabun Kertas

    ">Lihat lebih besar
    Kurina Paper Soap
    Kategori Umum
  • Pertanian merupakan salah satu sektor penting dalam perekonomian negara. Kabupaten Kudus merupakan salah satu daerah yang memproduksi padi. Namun, saat ini hasil pertanian di Kabupaten Kudus mengalami penurunan yang signifikan terutama di desa Pasuruhan Lor. dikarenakan serangan hama penggerek padi. Dampak serangan yang ditimbulkan menyebabkan bulir padi menjadi hampa dikarenakan kerusakan pada pembuluh batang padi. Maka dari itu diperlukan upaya pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) untuk mencegah kerugian akibat serangan penggerek batang padi. Dalam upaya peningkatan ekonomi hijau terutama pada sektor agrikultur perlunya solusi dengan meningkatkan ekosistem ekonomi. Selama ini pestisida kimiawi merupakan obat yang digunakan dalam upaya pengendalian infeksi dari penggerek batang padi. Oleh sebab itu, diperlukan pestisida yang lebih ramah lingkungan juga dapat lebih efektif dan efisien. pestisida nabati yang memanfaatkan bahan alam seperti daun pakis (Diplazium esculentum) khas lereng Muria. Diplazium esculentum mengandung beberapa senyawa metabolit sekunder diantaranya, alkaloid, steroid, tannin, flavonoid dan terpenoid, yang memiliki potensi sebagai pestisida ramah lingkungan. Dikarenakan larva dari hama ini berada di dalam batang padi maka metode penyemprotan pestisida secara langsung kuranglah efektif. Maka dari itu kami memperkenalkan produk inovasi kami yang berbasis nano teknologi dengan nama (NOBIDE) “Nano Biopesticide Berbasis Ekstrak Daun Pakis (Diplazium esculentum)”.

    ">Lihat lebih besar
    NOBIDE (Nano Biopesticide)
    Kategori Umum
  • IVIMED
    Kategori Umum
  • ABSTRAK

    Pertumbuhan penduduk dunia yang kian tahun terus meningkat, menjadikan produksi sampah ikut meningkat. Sampah organik adalah sampah yang mudah terdegradasi sehingga dapat dengan mudah terurai, seperti sampah dapur, sisa makanan, kulit buah, sayur, dan buah-buahan. Banyak sampah organik yang tidak terkelola dengan baik, sehingga menimbulkan ketidaknyamanan pada masyarakat sekitar. Berdasarkan permasalahan tersebut, diperlukan solusi yakni, “TORI” Tong Sampah Maggot Terintegrasi Sistem Biopori Berbasis IoT (Internet of Things). Alat ini dirancang menggunakan sensor suhu DHT-11, sensor air hujan, sensor PIR, sensor YL 69, kabel jumper serta ESP 8266 sebagai mikrokontroler. Penelitian ini menggunakan metode ADDIE yang terdiri dari lima tahapan yaitu : Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi. Tong sampah yang telah dilubangi bagian tengah bawah dipasangi biopori yang dilengkapi dengan IoT. Internet of Things dalam penelitian ini berfungsi untuk memudahkan konektivitas antar perangkat. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil pengujian menunjukkan bahwa TORI dapat mendeteksi keberadaan maggot di tempat sampah, menampilkan notifikasi suhu di tempat sampah, dan hasil pengujian menunjukkan kelembapan tanah yang kering pada tanah yang tidak diberi TORI. Pengujian dilakukan menggunakan sensor DHT-11, sensor YL-69, sensor PIR, dan sensor air hujan dengan ESP 8966 sebagai mikrokontroler. Tanah yang diberi TORI menunjukan kondisi tanah yang lembap dengan laju infiltrasi pada minggu pertama dan kedua, yakni 3,16 mm/menit dan 4,11 mm/menit. Berdasarkan hal tersebut menujukkan bahwa TORI dapat memperbaiki struktur tanah dan menjaga cadangan air dalam tanah tetap ada, sebagai inovasi teknologi yang mampu memberi solusi dalam konservasi tanah untuk menghadapi perubahan iklim serta untuk perkembangbiakan maggot.

    Kata Kunci : Maggot, sensor YL 69, DHT 11, Sensor PIR, dan Internet of Things

    ">Lihat lebih besar
    “TORI” Tong Sampah Maggot Terintegrasi Sistem Biopori Berbasis IoT (Internet of Things)
    Kategori Umum
  • PEMANFAATAN SERAT SERABUT KELAPA DAN AMPAS TEBU MENJADI MEDIUM DENSITY FIBERBOARD
    Kategori Umum
  • bf
    Kategori Umum
  • “Math of Snake And Ladder” Media Permainan Ular Tangga Berbasis Etnomathematik Kudus Dilengkapi dengan Teknologi Praktis Bersistem Digital Sebagai Upaya Penguatan Literasi dan Numerasi Generasi Alpha
    Kategori Umum
  • MORINGA LEAFTEA (TEH DAUN KELOR)
    Kategori Umum
  • DESMOS
    Kategori Umum
  • D-TEKUN (Deteksi Merkuri dan Hidrokuinon pada Whitening Body Lotion)
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Abstrak

         Pakan alami adalah pakan yang di konsumsi oleh organisme baik berupa tumbuhan atau hewan air yang disediakan secara alami dari alam yang ketersediaanya dapat dibudidayakan oleh manusia (diperlukan pembudidayaan terlebih dahulu). Pakan alami biasa disebut dengan fitoplankton dan zooplankton. Yang dapat dibuat dari limbah air lele, air bekas ikan dan Fengli Ukuran 0, dan memiliki gizi yang cukup baik untuk larva ikan dan juga bisa untuk ikan yang sudah cukup dewasa, salah satu manfaat dari zooplankton ini adalah untuk mempertajam pembuatan warna pada ikan cupang, kelebihan dari zooplankton ini adalah dapat membuat air menjadi tidak cepat keruh dibandingkan menggunakan pur ikan seperti biasanya.Kelamahan dari zooplankton ini sendiri adalah dalam kemampuan untuk berenang, sehingga gerakannya mengikuti gelombang. Plankton memegang peranan penting di suatu perairan. Plankton memiliki fungsi ekologis sebagai produsen primer dan awal pembusukan mata dalam jaring makanan, sehingga plankton sering dijadikan skala ukuran ksuburan perairan. Flankton juga dapat menghasilkan, Oksigen tersebut dihasilkan oleh fitoplankton yang berada di seluruh perairan bumi. Fitoplankton adalah organisme yang mengisi 80% kebutuhan oksigen yang ada di bumi ini. Makanan dari Fitoplankton/zooplankton itu sendiri adalah dari limbah air lele. Zooplankton memiliki ukuran yang sangat kecil, dan berkembang biak dengan cara membelah sel.Zooplankton dalam ekosistem perairan memiliki peran yang penting, karena zooplankton merupakan konsumen pertama yang berperan untuk memindahkan energi dari produsen primer, yaitu fitoplankton, ke tingkat konsumen yang lebih tinggi seperti larva ikan dan ikan kecil. Fitoplankton memperoleh energi melalui proses fotosintesis, menyerap karbondioksida di atmosfer, dan mengubahnya menjadi oksigen. Oleh karena itu, fitoplankton harus berada di bagian permukaan lautan, danau, atau kumpulan air yang lain untuk mendapatkan cahaya matahari.

    Kata Kunci : Pakan ikan, Zooplankton , Ikan lele

    ">Lihat lebih besar
    “IZOO PORA”
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Glynaphe Body Lotion
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • “POKARI“ Optimalisasi Nori Imitasi Berbahan Kulit Buah Alpukat Dawe dan Buah Parijoto Berbasis Edible Film
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • PAI GAMBRENG
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Terong termasuk komoditas sayuran yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai bahan pangan dan juga sayuran yang mahal bagi penduduk. Namun dalam budidayanya terdapat beberapa kendala yang dihadapi petani. Kendala terbesar adalah serangan hama kutu putih sedangkan upaya penganggulangan yang selama ini digunakan adalah dengan menggunakan insektisida kimiawi, akan tetapi penggunaannya dapat berdampak negatif terhadap lingkungan sekitar bila digunakan secara terus menerus. Oleh karena itu diperlukan insektisida alami yang dalam penggunaannya lebih ramah lingkungan.Maka dibuatlah Eco-lysida sebagai produk inovasi insektisida yang ramah lingkungan serta berbahan utama akar tuba dan daun pepaya yang dimana berdasarkan hasil uji skrining fitokimia akar tuba dan daun pepaya memiliki senyawa yang berpotensi sebagai insektisida. Langkah pertama yang dilakukan dalam pembuatan produk ini adalah melakukan ekstraksi, homogenasi, dan pengemasan. Berdasarkan hasil perhitungan yang diperoleh melalui metode Lc50 terhadap kutu putih sebesar 37,10613 ppm. Sehingga dapat disimpulkan bahwa konsentrasi larutan akar tuba dan daun pepaya pada 37,10613 ppm merupakan nilai yang dapat membunuh 50% populasi kutu putih secara efektif.Diharapkan Eco-lysida ini dapat berkontribusi dalam memperkuat perekonomian serta menyejahterakan masyarakat di indonesia terutama pada sektor pertanian terong ungu. Sehingga dapat disimpulkan bahwa konsentrasi larutan akar tuba dan daun pepaya pada 37,10613 ppm merupakan nilai yang dapat membunuh 50% populasi kutu putih secara efektif. Diharapkan Eco-lysida ini dapat berkontribusi dalam memperkuat perekonomian serta menyejahterakan masyarakat di indonesia terutama pada sektor pertanian terong ungu. Sehingga dapat disimpulkan bahwa konsentrasi larutan akar tuba dan daun pepaya pada 37,10613 ppm merupakan nilai yang dapat membunuh 50% populasi kutu putih secara efektif.Diharapkan Eco-lysida ini dapat berkontribusi dalam memperkuat perekonomian serta menyejahterakan masyarakat di indonesia terutama pada sektor pertanian terong ungu.

    Kata kunci : Akar Tuba, Daun Pepaya, Insektisida, Kutu Putih, Tanaman Terong Ungu.

    ">Lihat lebih besar
    ECO-LYSIDA: Eco-Friendly Insektisda Akar Tuba dan Daun Pepaya
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Aromatherapy candles
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • KEGIATAN PENINGKATAN KETRAMPILAN SISWA SD 4 GONDOSARI MELALUI PEMBUATAN TAPLAK MEJA DENGAN TEKNIK ECOPRINT
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • "Clothes made from plastic waste" sebagai Implementasi Pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) untuk Menguatkan Enam Dimensi Profil.
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • "JAS DOBEL" (JAJANAN SEHAT DARI OLAHAN RUMPUT BELULANG) SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN GIZI MASYARAKAT
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Pajak merupakan penerimaan terbesar suatu Negara khususnya Negara Indonesia. Hampir 75% penerimaan negara saat ini bersumber dari pajak. Menurut MURIANEWS, Kudus – Jumlah kendaraan bermotor di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, yang tak tertib pajak ternyata sangat banyak. Jumlahnya mencapai puluhan ribu kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Data di Unit Pengelolaan Pendapan Daerah (UPPD) Samsat Kudus totalnya ada 61.673 kendaraan yang menunggak pembayaran pajak dalam tiga tahun terakhir, yakni dari tahun 2019-2021. Jumlah tersebut belum termasuk tunggakan pajak kendaraan bermotor yang terjadi di tahun 2022 ini. Sukatmo, Kasi PKB UPPD Samsat Kudus mengatakan, dari tunggakan pajak dengan total 61 ribu lebih objek kendaraan tersebut nilainya mencapai lebih Rp 14,64 miliar. Sebanyak Rp 7,9 miliar di antaranya merupakan tunggakan dari 55.803 kendaraan roda dua. ”Untuk roda empat ada 5.870 kendaraan atau senilai Rp 6,72 miliar,”, Pembayaran pajak merupakan perwujudan dari kewajiban negara dan peran serta masyarakat mengumpulkan dana untuk membiayai negara dan pembangunan nasional.

    Untuk mendongkrak pendapatan pajak kendaraan kami siswa otomotif berinisiatif membuat suatu alat yang dimana alat ini bekerja sesuai masa berlaku pajak kendraaan. Maka dari itu kami menciptakan alat Smart Reminder Vehicle Tax System. Cara kerja alat ini seperti halnya seperti token listrik yang dimana tokennya habis maka kendaraan akan diberi tanda peringatan suara dan pada hari yang sudah di tentukan kendaraaan akan mati sendiri tidak bisa berjalan.

     Dari banyaknya masyarakat yang tidak membayar pajak kendaraan, maka kami berinisiatif untuk membuat “SMART REMINDER VEHICLE TAX SYSTEM”. Dengan system ini kami mengaharapkan kesadaran masyarakat dalam taat membayar pajak kendaraan.

    ">Lihat lebih besar
    SMART REMINDER VEHICLE TAX SYSTEM
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • NOLADYLE (Nanoparticle Medinilla Magnifica in Body Mist and Candle)
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Implementasi IoT dengan e-KTP atau SIM Sebagai Pengganti Kunci Kendaraan Bemotor untuk Menertibkan Lalu Lintas
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Overload Early Warning System Based On Internet Of Things (IOT)

    ABSTRAK

    Tujuan dari penulisan karya ilmiah ini adalah untuk menyalurkan kreasi dan inovasi berkaitan dengan karya ilmiah, alat atau teknologi dalam upaya meminimalisir kendaraan dengan kelebihan dimensi dan muatan dan menjadi salah satu alternatif bagi pelajar yang memiliki kreasi dan inovasi untuk membantu pemerintah dalam memecahkan dan menyelesaikan masalah transportasi di Indonesia. Karya tulis ini akan membahas mengenai peran pelajar dalam menjadi pelopor keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan dengan judul “Overload Early Warning System Based On Internet Of Things (IOT)” sebagai sistem yang mampu meminimalisir dan mencegah truk dalam membawa muatan yang berlebih (overload) dan diharapkan juga bisa  melengkapi dan menyempurnakan sistem yang sudah diterapkan dilapangan seperti sistem WIM, ETLE dan ANPR. Pemanfaatan prototype “Overload Early Warning System Based On Internet Of Things (IOT)” mempunyai nilai lebih sebagai berikut: Termasuk riset teknologi yang dikembangkan, memudahkan perusahaan penyedia jasa angkutan barang dalam memonitor beban yang dibawa oleh kendaraan, meminimalisir kerusakan jalan akibat dari kelebihan muatan yang dibawa oleh kendaraan, meminimalisir kecelakaan akibat dari kendaraan kelebihan muatan yang dibawa oleh kendaraan dan dapat menjadi alat penyempurna sistem yang sudah ada di lapangan karna prototype dilengkapi dengan mikrokontroler arduino untuk diproses dengan program yang sudah di buat dengan Rincian: 0-1 Kg (Normal), 1-1,5 Kg (Waspada) dan 1,5-2 Kg (Bahaya). Arduino juga dilengkapi dengan Modul Bluetooth yang mampu mengirimkan rincian berat beban muatan yang dibawa yang juga bisa ditampilkan pada LCD dan Di Hp Android yang kita miliki.

     

    Kata Kunci : WIM, ETLE, ANPR, Mikrokontroler, Arduino, dan LCD

    ">Lihat lebih besar
    Overload Early Warning System Based On Internet Of Things (IOT)
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Sabun merupakan salah satu kebutuhan penting dalam masyarakat untuk menjaga Kesehatan. kebanyakan sabun yang beredar di pasaran berbahan dasar detergen yang mengandung ABS (Alkyl Benzene Sulphonate) yang berdampak negatif bagi kulit sehingga Oleh karena itu, alternatif yang digunakan dalam membuat sabun adalah dengan menggunakan bahan alami yang tersedia di alam yaitu daun parijoto (Medinilla speciosa) dan kulit jeruk pamelo (Citrus maxima) yang dinamakan MedCi Soap. Tujuan dari pembuatan produk ini adalah sebagai berikut 1) menciptakan produk sabun herbal yang terbuat dari bahan lokal khas Kudus, 2) memberikan inovasi sabun anti bakteri dan anti jamur dari bahan alami, 3) meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dengan penggunaan sabun berkualitas, 4) memberikan nilai ekonomi pembuatan sabun rumahan yang dapat menjadi peluang usaha. Spesifikasi teknik dalam pembuatan produk ini meliputi tahap persiapan, tahap pembuatan produk, tahap pengujian produk, tahap evaluasi, dan tahap pemasaran produk. Keunggulan yang ditawarkan MedCi Soap menjadikan produk berbahan lokal khas Kudus ini dapat menjadi alternatif sabun alami yang aman untuk digunakan sehari-hari. MedCi Soap dibuat dalam dua variasi yaitu sabun cair dan sabun padat.  MedCi Soap diterapkan pada masyarakat dengan membuat promosi pengenalan produk melalui media sosial di Whatsapp, Instagram, Tiktok, Youtube dan lainnya sehingga mudah dikenal masyarakat. Selanjutnya produk dipasarkan melalui offline dan online. Prospek pengembangan MedCi Soap dianalisis menggunakan Business Model Canvas (BMC) melalui sembilan elemen dan diharapkan dapat menjadi temuan yang bermanfaat bagi Kesehatan masyarakat sekaligus menjadi peluang bisnis.

     

      Kata kunci : Daun parijoto, Kulit jeruk pamelo, sabun       

     

    ">Lihat lebih besar
    MedCi Soap: Sabun Anti Bakteri dan Anti Jamur dari Ekstrak Daun Parijoto (Medinilla speciosa) dan Kulit Jeruk Pamelo (Citrus maxima)
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • BEESTIMU(BELULANG BERKHASIAT DAN TINGGI MANFAAT BAGI TUBUH) YANG BERWAWASAN LINGKUNGAN
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Problematika lalu lintas berkembang seirama dengan perkembangan masyarakat, di Indonesia sering terjadi kecelakaan lalu lintas yang diakibatkan tiga faktor, diantaranya faktor kendaraan, alam, dan manusia. Pihak Kepolisian berperan aktif dalam mengatasi problematika ini. Biasanya dengan memberi penyuluhan edukasi kepada calon pengendara (seperti peserta didik) melalui sekolah. Saat ini penggunaan gadget menjadi trend dan sering digunakan sebagai game yang praktis. Oleh karena itu, penulis ingin mengembangkan aplikasi SIGAP: Inovasi Aplikasi Edukasi Pentingnya Peraturan dan Rambu Lalu Lintas Dalam Berkendara Di Kabupaten Kudus Berbasis Android. SIGAP merupakan game edukatif mengenai pentingnya peraturan dan rambu lalu lintas. Media yang digunakan dalam pembuatan penelitian ini adalah Construct 2. Game yang dibuat yaitu dengan menjawab pertanyaan, rintangan yang menantang, dan terdapat materi interaktif untuk mengedukasi masyarakat umum khususnya calon pengendara. Dalam pembuatan inovasi ini membutuhkan satu unit laptop, aplikasi Construct 2, Adobe PhotoShop, Adobe Illustration, Android Studio, Envato Elements,  internet, dan listrik. Terdapat sepuluh pertanyaan tentang pentingnya peraturan dan rambu lalu lintas dalam berkendara dan akan menampilkan skor setelah user menyelesaikan pertanyaan. SIGAP akan membantu tugas kepolisian dalam memberi edukasi, meminimalisasi angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas yang dikemas secara modern, interaktif, dan user friendly.

     

    Key Word : Adobe Illustrator (Ai), Construct 2, Android Studio, dan Android

    ">Lihat lebih besar
    SIGAP
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • IKAN LELE PRESTO (LESTO)
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Ikan merupakan bahan pangan yang banyak digemari, karena kaya akan vitamin A, vitamin D, fosfor, magnesium, selenium, yodium, serta kalsium. Secara mendasar ikan memiliki protein hewani yang sama dengan daging sapi, namun kelebihan ikan adalah memiliki kandungan total lemak yang paling rendah dibandingkan sumber protein hewani lainnya dan nutrisinya sangat mudah diserap tubuh. Besarnya kandungan gizi ikan dan harga ikan yang relatif murah menyebabkan tingginya permintaan akan ikan, ditengah semakin langkanya ikan tangkapan dari laut, budidaya ikan air tawar menjadi pilihan untuk memenuhi permintaan pasar. Pakan merupakan salah satu komponen utama dalam usaha budidaya ikan. Pakan ikan dengan kandungan gizi yang lengkap namun dengan harga yang murah merupakan solusi utama bagi peternak ikan guna menekan biaya pengeluaran. Apalagi diolah dengan menggunakan bahan baku non konvensional yang diperoleh dengan mudah, persediaan melimpah, akan mampu menjawab salah satu persoalan utama dalam budidaya ikan. Harga pakan ikan produksi dari pabrik yang cukup tinggi akibat dari tinginya bahan baku impor menjadikan biaya pengeluaran peternak ikan ikut naik. Sedangkan produk pakan ini menggunakan bahan yang berasal dari jangkrik dan jangklong yang harganya relatif murah sehingga bisa menekan biaya pengeluaran ternak ikan. Jangkrik merupakan salah satu serangga yang dapat dijadikan sebagai bahan pakan sumber protein alternatif, dengan kandungan protein kasar 44.60%, lemak kasar 38.30%, asam amino esensial dan asam lemak yang bervariasi sebagai sumber protein, mengandung serat yang sangat menguntungkan serta kaya nutrisi lain termasuk kalsium, kalium, seng, dan zat besi. Selain jangkrik bahan lain dalam pembuatan pakan ini adalah jangklong. Jangklong termasuk jenis tanaman umbi-umbian yang memiliki kandungan berupa pati (karbohidrat) tinggi, kaya akan serat, protein, mineral, fosfor, amilosa, vitamin C, vitamin B1, dan abu.  Selain itu, jangklong memiliki fleksibilitas yang tinggi dalam pengolahan, kandungan zat gizinya cukup lengkap bahkan beberapa zat diantaranya sangat penting.

     

    Kata Kunci:     ikan, pakan ikan, jangkrik, jangklong

     

    ">Lihat lebih besar
    "PIKO" (Inovasi Pakan Ikan Berbasis Jangkrik dan Jangklong Guna Meningkatkan Kualitas Ikan)
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • ABSTRAK

    Peningkatan permintaan sumber protein untuk pakan ternak, terutama kacang gude dan tepung ikan menjadi masalah di masa yang akan datang. Diperlukan sumber protein alternatif untuk memenuhi kebutuhan asam amino guna mempertahankan produksi ternak. Insekta yang kaya akan protein pada setiap tahapan metamorfosisnya dengan kualitas protein yang bagus dan efisien, antara lain Black Soldier Fly (BSF, Hermetia illucens) dan Rayap Kayu Kering (RKK, Cryptoterms spp) dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pakan ternak ikan gurami. BSF dan rayap ini mampu tumbuh dan berkembang dengan mudah, memiliki tingkat efisiensi pakan yang tinggi serta dapat dipelihara pada media limbah organik. Black Soldier Fly bukan merupakan lalat hama atau vektor suatu penyakit. Kandungan senyawa kimia kontaminan di dalam tepung BSF berada pada tingkat dibawah ketentuan maksimum yang direkomendasikan. Larva BSF memiliki sifat anti bakteri (Escherichia coli O15:H7, Salmonella enterica serovar Enteritidis) dan anti virus (Enterovirus danadenovirus). Rayap kayu kering juga termasuk jenis serangga yang mengandung protein. Kandungan protein dalam rayap lebih banyak dibandingkan pada steak. Rayap ini sangat mudah ditemukan. Larva BSF dan rayap kayu kering dapat diproduksi secara mudah dan cepat mengandung protein sebesar 40-50%, termasuk asam amino esensial yang dapat dimanfaatkan sebagai pengganti kacang gude dan tepung ikan untuk pakan ikan ternak gurami. Hasil analisis proximat pellet BSFRK menunjukan bahwa karbohidrat 29.4%, protein 46%, lemak 9.4%, kadar air 4.4%, dan kadar abu 10.8%.

     

     Kata Kunci : BSF, rayap, dan pellet BSFRK.

    ">Lihat lebih besar
    BSF (Hermetia illucens) dan Rayap Kayu Kering (Cryptermes spp) Sebagai Sumber Protein Alternatif Pakan Ikan Gurami
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • ABSTRAK

    ikan dunia per kapita mencapai 19,6 kg di tahun 2021, hal tersebut sejalan dengan DJPB (Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya) Indonesia yang menyatakan bahwa pada tahun 2021 konsumsi ikan meningkat 172 juta ton (www.djkp.kkp.go.id, 2022). Jumlah permintaan pasar yang tinggi akan kebutuhan ikan memiliki dampak secara signifikan terhadap kebutuhan masyarakat Indonesia terhadap salah satu sumber protein yang berasal dari ikan lele Kandungan zat baik yang terdapat pada daging ikan lele menjadi solusi pemenuhan kebutuhan nutrisi masyarakat, sehingga perlunya peningkatan standar dalam budidaya ikan lele. Standar perlakuan budidaya seperti ini akan memberikan semacam biosekuritas dalam usahanya dan mempertahankan keberlanjutan budidaya tersebut, diharapkan dengan penerapan biosekuritas yang baik Peningkatan standar budidaya dapat dikhususkan pada peningkatan standar kesehatan ikan lele melalui penjagaan kualitas air yang digunakan sebagai teknologi peningkatan kualitas air dari pertumbuhan bakteri penghasil amonia, salah satunya bakteri Vibrio sp. Bakteri Vibrio sp.Vibrio sering dikatakan bahwa bakteri ini termasuk jenis opportunistic patogen, sehingga perlunya penanganan serius untuk pembudidayaan ikan lele.

                Oleh karena itu, perlunya produk Fil-Silver sebagai inovasi agen antimikroba berbasis filtrat filter rokok kombinasi Nanosilver untuk budidaya ikan lele. Filter rokok memiliki kandungan 95% selulosa asetat yang terbuat dari kapas dan bubur kertas dalam bentuk serat tipis, berwarna putih, dan dipadatkan. Filter rokok dibuat dengan tujuan sebagai penyerap racun yang ada pada rokok pada saat dihirup, sehingga kandungan filter rokok sama seperti rokok yang utuh dengan memiliki senyawa nikotin, fenol, eugenol (Suharti, Woro Sri dkk, 2010). Kandungan senyawa yang terdapat pada filter limbah rokok dapat dimanfaatkan sebagai alat mekanisme pertahanan terhadap patogen, dimana dapat diasumsikan sebagai bahan antimikroba. Senyawa fenol yang terdapat pada filtrat filter dapat digunakan sebagai agen penyerang bagian dinding sel bakteri, sehingga dapat bekerja sebagai agen antimikroba. Limbah filter rokok dapat dikombinasikan dengan Nanosilver sebagai agen antimikroba. Nanosilver merupakan nanopartikel perak (argentum) yang dapat menghancurkan mikroorganisme infeksius.

     

                Kata Kunci : Filter Rokok, Nanosilver,Ikan Lele

     

     

     

     

     

    ">Lihat lebih besar
    FIL-SILVER: Inovasi Agen Antimikroba Berbasis Filtrat Filter Rokok Kombinasi Nanosilver Untuk Budidaya Ikan Lele
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Zetto Soap : Formulasi dan Uji aktivitas Sabun Kertas Antibakteri Berbahan Dasar Kulit Jeruk (Zest) dan Parijoto (Medinilla Magnifica)
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • PELIJATA : Pemanfaatan Limbah Batang Jagung (Zea Mays) dan Batang Tembakau (Nicotiana tabacum) sebagai Bahan baku Genteng Ramah Lingkungan
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • MECOBOX: COOLING BOX DENGAN EKSTRAK PARIJOTO (Medinilla speciosa) DAN RUMPUT LAUT (Eucheuma cottonii) SEBAGAI ANTI BAKTERI PADA PROSES DISTRIBUSI UDANG VANAME BERBASIS SENSOR SUHU DHT22

    Rafika Anggi Kuswardani1, Istna Aulia Dewi2, Sasta Nayma Tsabita3

    Madrasah Aliyah Negeri 1 Kudus

    Jalan Conge, Ngembal Rejo, Bae, Kudus

     

    ABSTRAK

    Kegiatan budi daya udang vaname memiliki prospek dan profit yang menjanjikan. Keunggulan dari udang vaname menyebabkan potensi pembudidayaan meningkat disertai distribusi di berbagai wilayah pemasaran. Hal ini perlu diperhatikan kembali tingkat kualitas dan suhu saat distribusi agar memenuhi standar mutu yang ditetapkan. Pencegahan pembusukan biasanya hanya dilakukan dengan es batu karena dianggap sebagai alternatif yang murah. Dari segi kualitas, hal tersebut bukan metode yang baik sebagai pengawet udang vaname. Sehingga terdapat sebuah inovasi lain dari bahan alami yakni tanaman parijoto dan rumput laut. Tanaman tersebut mengandung metabolit sekunder seperti antioksidan sebagai pencegahan mikroba maupun bakteri perusak kualitas udang vaname. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan ekstrak rumput laut Eucheuma cottonii dan parijoto Medinilla speciosa terhadap kualitas udang vaname (Litopenaeus vanamei) dengan uji organoleptik (tekstur, insang, mata dan bau) dan skor mikrobiologi (TPC). Dengan menerapkan metode ekstraksi pada cooling box yang disertai detektor sensor suhu DHT22. Adanya inovasi tersebut yang diberi nama MECOBOX menjadikan proses distribusi lebih aman dari insentifitas pembusukan dalam kisaran waktu simpan yang lumayan lama.

    Kata Kunci; Distribusi, Ekstrak, Sensor DHT22, Udang Vaname.

    ">Lihat lebih besar
    MECOBOX: COOLING BOX DENGAN EKSTRAK PARIJOTO (Medinilla speciosa) DAN RUMPUT LAUT (Eucheuma cottonii) SEBAGAI ANTI BAKTERI PADA DISTRIBUSI UDANG VANAME BERBASIS SENSOR SUHU DHT22
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Ikan nila merupakan jenis ikan air tawar yang mengandung gizi dan protein yang baik bagi tubuh. Ikan nila banyak dibudidayakan di Indonesia karena memiliki prospek usaha yang lumayan menjanjikan. Masalah yang sering dialami pembudidaya ikan nila adalah kualitas air kolam yang buruk sehingga berpengaruh terhadap pertumbuhan ikan nila. Perlu dilakukan  penggantian air kolam secara berkala untuk mengatasi masalah tersebut. Aplikasi penggunaan ozon pada kegiatan budidaya sistem sirkulasi adalah solusi paling efektif dalam pengolahan air dan untuk menjaga kualitas air budidaya tersebut. Ozonisasi dapat menghasilkan proses brominasi dan juga mampu mengoksidasi konsentrasi amonia di dalam air laut untuk kemudian diuraikan menjadi senyawa yang lebih sederhana dan juga menjadi solusi yang yang baik untuk menghilangkan amonia dari air laut. Amonia diduga mampu menjadi materi yang dapat menghambat (inhibisi) proses bromisasi ketika proses ozonasi air laut. Tujuan penelitian ini adalah Menyediakan air baku kolam yang jernih dengan memanfaatkan ozon (O3) yang dapat menciptakan air menjadi jernih sehingga stok air jernih untuk pergantian air kolam ikan didapatkan dengan mudah dan mampu meminilisir penggunaan bahan kimia dalam penjernihan air. Alat yang dikembangkan dalam penelitian ini berfungsi untuk membantu mengontrol kualitas air kolam ikan nila berbasis Internet of Things dengan cara mentransfer data dari beberapa sensor kualitas air (pH, Turbidity, TDs) melalui embedded sistem sehingga dapat memonitoring kualitas air kolam. Perancangan sistem otomatis diperlukan untuk memonitoring sistem sehingga dapat dipantau dari jarak jauh agar diketahui operator serta tidak terpaku pada tempat dan waktu. Hasil uji  menunjukkan bahwa pengembangan teknologi Internet of Things pada sistem ini dapat membantu pembudidaya untuk melakukan pemantauan terhadap kualitas air secara otomatis.
    Kata Kunci: Ozonisasi, Internet of Things, Ikan Nila

    ">Lihat lebih besar
    PEMBIBITAN IKAN NILA (OREOCHROMIS NILOTICUS) DENGAN SISTEM OZONISASI BERBASIS IOT (INTERNET Of THINGS)
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • BIOFAST: Biofertilizer Encapsulated Bakteri Trichoderma Sp. Pada Tanaman Cabai untuk Meningkatkan Pertumbuhan Cabai di Indonesia
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • BIOFAST: Biofertilizer Encapsulated Bakteri Trichoderma Sp. Pada Tanaman Cabai untuk Meningkatkan Pertumbuhan Cabai di Indonesia
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • B-RESIL: Pemanfaatan Limbah Kulit Jeruk dan Daun Ketapang (Terminalia Cattappa) sebagai Serum Peremajaan Base Soil Berbasis Karbon Nanodots
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • “MAUNG” Inovasi Alternatif Manggot dan Bonggol Jagung Guna Meng-Substitusi Pakan Ikan
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Diabetes melitus atau DM merupakan penyakit yang ditandai dengan terjadinya hiperglikemia dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein yang dihubungkan dengan kekurangan secara absolut atau relatif dari kerja dan atau sekresi insulin. Penyakit DM dapat mengakibatkan gangguan kardiovaskular yang dimana merupakan penyakit yang terbilang cukup serius jika tidak secepatnya diberikan penanganan sehingga mampu meningkatkan penyakit hipertensi dan infark jantung (Saputri, 2016). International Diabetes Federation (IDF) menyebutkan hal itu prevalensi diabetes melitus di dunia adalah 1,9 dan telah menjadikan DM sebagai penyebab kematian urutan ke tujuh di dunia sementara pada tahun 2012 angka kejadian diabetes melitus di dunia tidak kurang dari 371 juta orang tinggal di sana persentase kasus diabetes melitus tipe 2 adalah 95% dari populasi dunia menderita diabetes melitus. Hasil penelitian Kesehatan Dasar tahun 2008, menunjukkan prevalensi DM di Indonesia meningkat menjadi 57%. Oleh karena itu, tingginya angka penderita penyakit DM ini dikarenakan masyarakat tidak mengetahui tanda-tandanya. Hal tersebut menjadi faktor bertambahnya angka kematian yang disebabkan penyakit diabetes melitus.

    Solusi dari permasalahan tersebut dapat ditangani dengan adanya inovasi alat deteksi diabetes yang mudah digunakan dan tidak membutuhkan waktu yang lama yaitu, berupa “U-TOR” kit medice prototipe sebagai urine detektor terhadap penyakit diabetes sejak dini. Alat tersebut dapat membantu mengurangi tingkat penderita diabetes melitus. U-TOR menggunakan reagen benedict menguji keberadaan gula pereduksi dalam sampel. Ketika gula pereduksi dicampur dengan reagen benedicts dan dipanaskan maka akan menyebabkan reagen benedicts berubah warna. Warna yang dihasilkan bervariasi dari hijau sampai merah bata, tergantung pada jumlah dan jenis gula. Selain itu, juga menggunakan sensor TCS3200 untuk mendeteksi perubahan warna pada sampel.

    Mekanisme kerja reagen benedict dengan urine yaitu dengan meneteskan reagen benedict ke urine yang akan diuji. Kemudian, urine akan berubah warna sesuai kadar gula di dalamnya. Warna yang dihasilkan akan dibaca sensor TCS3200 dan hasilnya akan ditampilkan di raspberry pi. Penelitian ini bertujuan untuk memberitahuan cara merancang alat kit medice “U-TOR” dan mengetahui pengujian sistem “U-TOR” melalui perubahan warna urine. Pengujian yang dilakukan berupa uji pada urine menggunakan cairan benedict. Proses pembuatan “U-TOR” dapat dilakukan melalui beberapa tahapan yang memiliki fungsi masing-masing. Selain itu, pemilihan komponen yang digunakan juga telah disesuaikan dengan rancangan kebutuhan yang ada. Penelitian ini diharapkan dapat membantu sebagai diabetes urin detector sejak dini yang mudah penggunaannya dan tidak membutuhkan waktu yang lama.

    Kata Kunci : Diabetes, Urine Detektor, Kit Medice Prototype

    ">Lihat lebih besar
    U-TOR
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  •      Banjir merupakan salah satu bencana alam terbanyak di Indonesia. Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat ada 763 bencana banjir terjadi sepanjang 1 Januari hingga 9 Maret 2021. Paving berpori merupakan paving yang terbuat dari perekat hidrolis, agregat, air dan pasir. Fungsi lain dari pembuatan paving block berpori yaitu memanfaatkan suatu bahan yang tidak bernilai guna yaitu cangkang telur dan limbah masker medis. Masker bedah ini diproduksi dari bahan polipropilena yang non-woven dan terdiri atas satu lembar bahan penyaring yang memiliki beberapa lapisan atau layer. Akan tetapi, pemanfaatan ini mengalami hambatan dikarenakan polipropilena mempunyai sifat yang kurang berpori, sehingga perlu adanya penambahan limbah serbuk cangkang telur sebagai zat pengisinya karena memiliki sifat yang sama seperti pasir dan semen.

         Metode penelitian yang digunakan adalah dengan mencampurkan cangkang telur dan limbah masker medis dengan metode sederhana cetak dan tekan dengan bahan perekat. Paving block berpori dibuat dengan memvariasikan komposisi cangkang telur dan limbah masker medis sebanyak 1:1. Bahan campuran paving block dicampur dengan cangkang telur dan limbah masker, lalu dicetak pada cetakan ukuran (20cm×10cm×8cm). Kemudian dikeringkan dibawah sinar matahari selama 14 hari dan setelah kering biopav siap digunakan setelah umur 28 hari. BIOPAV kemudian dilakukan pengujian sifat fisis (densitas, porositas, penyerapan air) dan pengujian sifat fisis mekanik (kuat tekan, kuat lentur). Adanya penelitian ini diharapkan memberikan dua sifat unggul dan dapat memberikan sebuah konstribusi penting dan solusi bagi masyarakat dalam mitigasi bencana banjir di Indonesia.

    Kata Kunci: Paving Block Berpori, Cangkang Telur, Masker Medis

    ">Lihat lebih besar
    ECOPAV “Paving Block Anti Banjir Berbahan Cangkang Telur dan Limbah Masker Medis”
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • PEMBUATAN TEPUNG PREMIX BOLU SUKUN GFCF (GLUTEN-FREE CASEIN-FREE)
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  •  

    Meningkatnya jumlah penduduk setiap tahunnya dapat berdampak terhadap ketersediaan air bersih di Indonesia. Jumlah penduduk yang terus meningkat berbanding lurus dengan meningkatnya limbah cair organik. Limbah rumah tangga menghasilkan limbah cair berupa air deterjen atau air bekas cucian yang mengandung surfaktan yang dapat terakumulasi di perairan sehingga oksigen yang terlarut dalam air menjadi sedikit. Oleh karena itu, limbah rumah tangga yang mengandung deterjen sangat perlu diperhatikan dan diolah dengan baik. Pengolahan limbah domestik dapat dilakukan dengan proses filtrasi, yaitu dengan adsorben berupa ijuk, pasir, batu zeolit dan karbon aktif tempurung kelapa, sabut kelapa yang sudah diaktivasi. Salah satu cara untuk mengurangi air limbah adalah dengan memanfaatkan air limbah tersebut sebagai media tanam hidroponik. Tujuan penelitian ini yaitu membuat PELARAS ANOSIR “Pemanfaatan Limbah Air Rumah Tangga Sebagai Media Tanam Hidroponik”. Metode penelitian yang digunakan berupa medote eksperimen yang meliputi beberapa tahan yang pertama filterasi limbah air rumah tangga yang kedua pembuatan alat hidroponik yang ketiga pengujian media tanam hidroponik. Hasil penelitian menunjukan bahwa air bekas cucian yang telah difilter dapat dimanfaatkan sebagai media tanam hidroponik, air bekas cucian yang telah difilter, media tanam hidroponik dengan menggunakan sawi, sawi hijau tersebut dapat tumbuh dalam waktu 30 hari paling lama 70 hari dengan panjang tanaman media tanaman hidroponik 7,125 cm dan media tanam 12 cm, panjang pada dauh sawi hijau media tanam hidroponik 5,608 cm dan media tanam 7,707 cm. filter pertama menunjukan pH 6,5, warna air agak coklat dan bau tidak menyengat dan filter kedua menunjukan pH 7,5, warna air jernih dan bau tidak menyengat.

    Kata kunci: air deterjen, tanaman hidroponik, dan fiterasi

    ">Lihat lebih besar
    “PELARAS ANOSIR” PEMANFAATAN LIMBAH AIR RUMAH TANGGA SEBAGAI MEDIA TANAM HIDROPONIK Berbasis IoT
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • MIC (Monopoly Indonesian Culture)
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • CHONGUN: CHOCOLATE FREE SUGAR DARI DAUN TORBANGUN DAN STEVIA
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • HERASOF (Healthy Recycling Wet Tissue from Bagasse with Medinilla Magnifica)
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Formulasi Sediaan Krim dari Ekstraksi Zingiberis Rhizoma dengan Metode Maserasi Sederhana
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Tatsla: NanoDots Serum Berbahan Daun Sirih (Piper betle) dan Daun Beluntas (Pluchea indica) sebagai Body Care Ketiak
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • “LIKACA” (Biofoam Ramah Lingkungan dari Limbah Kulit Kacang Tanah dan Minyak Jelantah)
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Zeo – Ren Filter
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • DASIRNA (Daun Sirih Cina) BODY WASH COLLAGEN AND ACTIVE ANTIBACTERIAL
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • PETITO: Pestisida Nabati dari Daun Putri Malu dan Daun Sereh Wangi untuk Pengendalian Jamur (Alternaria solani ) Penyebab Penyakit Bercak Coklat pada Tanaman Tomat
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Bioplastik dari selulosa limbah kulit buah mahoni
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Handphone sebagai bagian dari perkembangan teknologi mempunyai dampak yang cukup penting bagi kehidupan. Kebutuhan akan komunikasi dan informasi menjadikan ponsel sebagai salah satu kebutuhan pokok bagi seseorang. Bahaya radiasi handphone bagi kesehatan tubuh merupakan dampak buruk dari penggunaan ponsel yang tidak benar dan tidak mengenal batas waktu. Selain itu, handphone menyimpan banyak sekali bakteri dan banyaknya bakteri ini tentu memberikan resiko ancaman berbagai penyakit. . Salah satu solusi yang dapat diterapkan yakni dengan pembuatan casing sebagai pelindung handphone dengan anti radiasi dan antibakteri. Karbon aktif tempurung kelapa merupakan Karbon yang telah mengalami pemrosesan secara lanjut dengan pemanasan tinggi atau dengan direaksikan menggunakan bahan-bahan kimia disebut dengan arang tempurung kelapa yang mana berpotensi digunakan sebagai bahan tambahan berupa bahan anti radiasi dalam pembuatan casing . Buah parijoto adalah salah satu jenis buah-buahan yang kaya akan antioksidan seperti antosianin, fenol, flavonoid, dan tanin sehingga dapat memanfaatkan nanopartikel perak dengan bioreduktor ekstrak buah parijoto sebagai bahan tambahan berupa bahan antibakteri dalam pembuatan casing. Dari pembahasan tersebut didapatkan solusi yakni berupa inovasi casing antiradiasi dan antibakteri dari karbon aktif tempurung kelapa dan ekstrak buah parijoto yang diberi nama Casnicare.

    Keyword: Antibakteri, Anti Radiasi, Buah Parijoto, Casing, Karbon Aktif, Tempurung Kelapa

    ">Lihat lebih besar
    CASNICARE
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  •      Daging kerbau merupakan bahan pangan dengan kandungan gizi tinggi dan banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Walaupun belum menyamai populasi sapi, kerbau juga sering menjadi primadona produk pangan di berbagai daerah khususnya Kota Kudus. Budaya masyarakat yang sangat kental dimana Sunan Kudus menganjurkan untuk mengganti sapi dengan kerbau berbagai hidangan khasnya seperti satai kerbau,soto kerbau,dan nasi pindang. Akan tetapi ada banyak hal yang perlu dibenahi dalam adanya daging kerbau sebagai salah satu bahan pangan di Indonesia. Melihat Karakteristik daging kerbau yang mudah membusuk maka perlu dikembangkan teknologi kemasan pintar atau disebut smart packaging. Untuk itu, kami ingin memperkenalkan NYONGTI-PACK yaitu inovasi edible smart packaging atau kemasan pintar berbasis edible film dari pati ganyong dan ekstrak antosianin daun jati muda sebagai biosensor kesegaran daging kerbau yang praktis dan terjangkau Edible film sendiri dapat dibuat dari polisakarida dengan penambahan ekstrak antosianin. Kandungan polisakarida yang terdapat pada pati ganyong dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan yang mudah terurai dan relatif terjangkau. Kecamatan Dawe merupakan kecamatan di Kabupaten Kudus yang menjadi daerah penghasil umbi ganyong. Dalam pembuatan edible smart packaging terdapat penambahan senyawa antosianin dari daun jati muda dengan menggunakan metode maserasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik serta efektivitas edible smart packaging berbasis pati, gliserol, dan antosianin dalam mengindikasi kerusakan daging kerbau. Edible smart packaging yang terbuat dari konsentrasi 5 g pati ganyong dengan 100 ml aquades, 1 ml gliserol, 0,5 gr asam sitrat, dan 0,5 gr CMC. Edible smart packaging efektif dalam mengindikasi kerusakan daging kerbau karena mampu berubah warna dari merah menjadi warna yang lebih terang sesuai dengan perubahan pH daging kerbau.

     

    Kata KunciDaging Kerbau, Daun jati muda, Edible Film, Smart Packaging, Umbi Ganyong.

     

     

    ">Lihat lebih besar
    NYONGTI-PACK
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • ATP SPRAY: Pemanfaatan Daun Jambu Biji (Psidium Guajava L.) dan Ampas Teh Sebagai Bahan Inhibitor Terhadap Laju Korosi Pada Plak Besi Baja
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Pisang merupakan salah satu komoditas buah yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), sepanjang 2021 Indonesia mampu memproduksi pisang sebanyak 8,74 juta ton. Pertumbuhan tanaman pisang sering diganggu oleh serangan organisme pengganggu tanaman, baik di pembibitan maupun di lapangan. Salah satu jamur patogen yang menyebabkan penyakit pada pisang, yaitu Jamur Mycosphaerella musicola. Untuk menggendalikan hama dari jamur tersebut kebanyakan masih menggunakan pestisida kimia yang menimbulkan dampak negatif seperti gejala resistensi, resurjensi hama, terbunuhnya musuh alami, mencemari lingkungan, dan gangguan kesehatan bagi penggunanya. Untuk meminimalkan dampak negatif tersebut maka pestisida kimia dapat diganti dengan pestisida nabati salah satu tanaman yang digunakan untuk pembuatan peptisida alami adalah daun lamtoro yang memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder yang bekerja sebagai insektisida salah satunya adalah senyawa saponin dan daun ketapang yang memiliki kandungan alami yaitu flavanoid, alkaloid, tanin dan fenolik, saponin dan terpenoid. Tanaman tersebut memiliki kandungan yang dapat digunakan sebagai bahan insektisida alami. Prosedur penelitian ini adalah persiapan bahan baku, perendaman bahan baku, filtrasi, pemisahan alkohol dari larutan ekstrak, penghitungan rendemen, dan uji warna (uji fitokimia). Manfaat peneliitian ini adalah dapat mengendalikan hama pada tanaman. Penelitian ini diharapakan menjadi salah satu upaya pereduksi penyakit bercak hitam pada jamur Mycosphaerella musicola.
    Kata kunci : Pisang, Daun Lamtoro, Daun Ketapang, Mycosphaerella musicola.

    ">Lihat lebih besar
    Inovasi Spray Serum Berbahan Daun Lamtoro dan Daun Ketapang Sebagai Pereduksi Penyakit Bercak Hitam Jamur Mycosphaerella musicola pada Pisang Kepok
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • STAY
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • "TC-HEAL" Inovasi Cangkang Kapsul Halal dengan Glukomanan Umbi Talas (Colocasia esculenta L.) sebagai Pengganti Gelatin
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Saat ini jumlah plastik yang digunakan sebagai bahan kemasan sudah mencapai 80% dari total penggunaan plastik. Hal negatif dari penggunaan plastik adalah lamanya waktu penguraian antara 10-20 tahun. Upaya positif yang dapat dilakukan untuk mengurangi penggunaan plastik adalah memanfaatkan bahan pengganti kemasan makanan yang bersifat mudah terurai, seperti Edible film. Edible film adalah lapisan tipis yang terbuat dari bahan layak konsumsi dan diaplikasikan sebagai pembungkus bahan pangan. Berdasarkan permasalahan tersebut, perlu solusi berupa “GARLICSHIELD : Pemanfaatan Ekstrak Bawang Putih Sebagai Edible Film Antibakteri”. Produk ini merupakan inovasi baru dalam pengembangan bahan kemasan ramah lingkungan yang dapat melindungi makanan dari kontaminasi bakteri. Ekstrak bawang putih mengandung senyawa allicin yang memiliki sifat antimikroba dan dapat digunakan sebagai bahan aktif dalam pembuatan Edible film. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan metode pembuatan Edible film dengan menggunakan ekstrak bawang putih, serta menguji efektivitasnya dalam melindungi makanan dari pertumbuhan bakteri. Metode pembuatan Edible film yang digunakan adalah casting dengan variasi konsentrasi bahan baku dan perlakuan tambahan seperti pengeringan dan penyimpanan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Edible film yang dibuat dengan ekstrak bawang putih memiliki sifat antimikroba yang signifikan terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia colo, serta memiliki karakteristik fisikokimia yang sesuai dengan standar bahan kemasan. Oleh karena itu, pemanfaatan ekstrak bawang putih sebagai bahan aktif dalam pembuatan Edible film memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai alternatif pengemasan yang ramah lingkungan dan efektif dalam melindungi makanan dari kontaminasi bakteri.

    Kata Kunci : Ekstrak Bawang Putih, Edible Film, Antibakteri, Allicin.

     

    ">Lihat lebih besar
    GARLICSHIELD : Pemanfaatan Ekstrak Bawang Putih Sebagai Edible Film Antibakteri
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • ES KRIM JOTOCHU
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • CLOVES: Sarung Tangan Pendeteksi Warna Seragam untuk Para Penyandang Disabilitas Berbasis Arduino
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • BROWNIS PARIJOTO : DESSERT KEARIFAN LOKAL KABUPATEN KUDUS
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • SANKCI
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • JAPELOR : PEMANFAATAN LIMBAH KULIT JERUK PAMELLO DAN DAUN KELOR SEBAGAI BAHAN TRADITIONAL BODY SCRUB
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • “THIMPA_SOAP“: Sabun Astaxanthin Muria Berbahan Selulosa Umbi Talas dan Ekstrak Parijoto (Medinilla speciosa) sebagai Antioksidan Alami dan Agen Antibakteri Kulit
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • SI PANA: SINTESIS KOMPOSIT SERAT ABACA SEBAGAI PAPAN PARTIKEL NANO UNTUK BADAN PESAWAT TERBANG
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • FRESH CAGE : Pemanfaatan Sampah Buah sebagai Penghilang Bau Kotoran Kucing
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  •          ABSTRAK

              Negara Indonesia merupakan salah satu negara yang aktif dalam mengikuti kompetisi olahraga bahkan tidak sedikit prestasi yang diraih oleh para olahragawan atau atlet Indonesia. Dibalik kemenangan yang diraih oleh para olahragawan memerlukan latihan yang sangat giat. Namun seringkali para olahragawan mengalami cedera pada saat berlatih yang disebab kan oleh beberapa faktor. Cedera yang terjadi dapat mengganggu ketika berlatih dan waktu pemulihannya pun membutuhkan waktu yang cukup lama.  Berdasarkan permasalahan tersebut terciptalah inovasi yang bertujuan untuk membantu menghilangkan cedera dan sebagai pertolongan pertama pada olahragawan tanpa memerlukan perawatan khusus. Inovasi ini memiliki komposisi yaitu minyak kelapa dan jahe emprit. Alasan dari penggunaan minyak kelapa adalah karena minyak kelapa memiliki kandungan asam oleat dimana kandungan tersebut memiliki manfaat bagi kesehatan kulit, yakni melembutkan, melembapkan, dan mempercepat penyembuhan luka. Sedangkan, jahe emprit memiliki kandungan gingerol yang dapat memberikan rasa hangat dan membantu meringankan rasa nyeri pada pembengkakan. Pada percobaan pertama menggunakan bubuk jahe emprit dan minyak kelapa yang menghasilkan warna putih kekuningan dan efek hangat yang dihasilkan tidak terlalu terasa. Pada percobaan kedua menggunakan ekstrak jahe dan minyak kelapa yang menghasilkan warna kuning kecoklatan dan efek hangat yang dihasilkan lebih terasa. Dari hasil penelitian tersebut dihasilkan hasil yang terbaik yaitu pada percobaan ke dua yaitu pencampuran antara ekstrak jahe dengan minyak kelapa yang menghasilkan warna dan efek yang optimal.

    Kata Kunci: Cedera, Jahe Emprit, Minyak Kelapa, Antiinflamasi

    ">Lihat lebih besar
    “A-Pain”: SPRAY PAIN KILLER BERBAHAN JAHE EMPRIT (ZINGIBER OFFICINALE VAR AMARUM) DAN MINYAK KELAPA SEBAGAI PENGHILANG CEDERA KILAT PADA OLAHRAGAWAN
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  •            Berdasarkan data dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada tahun 2022, jumlah sampah di Indonesia mencapai angka 19,45 juta ton/tahun. Sampah-sampah tersebut terdiri dari beberapa limbah seperti limbah ban karet, bulu ayam dan juga blotong tebu. Pada tahun 2017, jumlah limbah yang dihasilkan dari ban karet bekas di Indonesia sebesar 10 ton/tahun di karenakan Indonesia merupakan penghasil karet alam terbesar kedua di dunia. Selain itu, limbah bulu ayam juga melimpah karena banyak masyarakat yang memelihara ayam sehingga menghasilkan banyak limbah bulu ayam yang biasanya hanya digunakan sebagai bahan pembuatan kemoceng. Selanjutnya, limbah blotong tebu yang jumlahnya cukup melimpah tidak bisa dimanfaatkan secara maksimal karena merupakan proses paling akhir dari pengolahan tebu. Ketiga limbah tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan utama pembuatan paving block dengan tujuan menciptakan inovasi paving block ramah lingkungan yang dapat mengurangi potensi limbah di Indonesia dan untuk mengetahui aspek ekonomi dari industri pembuatan paving block. Pembuatan paving block menggunakan metode penelitian berbasis eksperimen yang dilakukan di laboratorium. Prosedur penelitian yang dilakukan adalah preparasi bulu ayam, pengovenan blotong tebu, pemotongan limbah ban bekas, kemudian diekstraksi menjadi satu, lalu dicampurkan pada adukan material dengan variasi konsentrasi ekstraksi 0,4% dan 0,8% dengan rasio semen : pasir : fas adalah 1 : 6 : 0,5, paving block dicetak serta melewati perawatan selama 6 jam, setelah itu pengeringan, yang terakhir paving block diuji kuat tekannya. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa variasi konsentrasi ekstraksi 0,4% menghasilkan kuat tekan optimum sebesar 185,23 kg/cm2 dan meningkatkan 41,83% dari paving normal, sementara paving block dengan konsentrasi ekstraksi 0,8% terjadi penurunan pada kuat tekan paving block yang diakibatkan dari letakan antara bahan-bahan paving kurang bekerja maksimal karena jumlah konsentrasi tidak sesuai menyebabkan pasta semen berkurang, membuat celah kosong pada tatanan paving. Keunggulan dari penelitian ini yaitu dapat dijadikan inovasi baru bagi masyarakat, serta bahan yang mudah ditemukan dan proses pembuatan yang mudah dipraktikkan oleh masyarakat.

    Kata Kunci: Paving Block, Limbah Ban Karet, Bulu Ayam, dan Blotong Tebu.

    ">Lihat lebih besar
    PABLO (Pemanfaatan Limbah Ban Karet, Bulu Ayam, dan Blotong Tebu sebagai Bahan Utama Pembuatan Paving Block)
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  •  

    Dilansir dari
    Detik.com salah satu warga jati Kudus yang bernama Nur mengaku mengalami sakit gatal-gatal karena genangan air dirumahnya, apalagi air banjir tersebut berwarna hitam dan kotor. Maka dari itu inovasi cream "SAWANG" ini dibuat bertujuan untuk meminimalisir terjadinya iritasi pada kulit dan membantu masyarakat dalam mengobati penyakit gatal gatal.
     

    Pengolahan SAWANG dapat memanfaatkan daun salam dan bawang putih tidak hanya untuk memasak di lingkungan masyarakat. Cream SAWANG ini dapat menjadi peluang usaha baru yang cukup menguntungkan, karena dapat mengurangi gatal-gatal yang diakibatkan air banjir di lingkungan masyarakat.

     
     
    ">Lihat lebih besar
    PEMANFAATAN DAUN SALAM DAN BAWANG PUTIH SEBAGAI CREAM PENGHILANG GATAL
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Pestisida Nabati BaPunyit sebagai Pengendali Hama Tanaman Cabai
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Olahan Lyampa dari Ampas Kelapa
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • R-VA : Inovasi Dry Bath Berbahan Dasar Antibakteri Nanosilver dan Gel Lidah Buaya (Aloe barbadensis m,) Sebagai Solusi Mandi Tanpa Air
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Candle Light Aromatherapy Berbahan Minyak Jelantah dan Pandan sebagai Inovasi Produk Unggulan yang Ramah Lingkungan
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • KARAKTUSIKAN: Potensi Karbon Aktif Berbasis Sisik Ikan Bandeng dan Tulang Ikan Lele Sebagai Penjernih Minyak Goreng Habis Pakai
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • ABSTRAK

    Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki berbagai macam SDA (Sumber Daya Alam) yang tinggi. Salah satunya Sumber Daya Alam berupa tanaman parijoto atau biasa disebut juga parijata (Medinilla magnifica) yang banyak tumbuh di daerah Pegunungan Muria, tepatnya di kota Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Buah parijoto banyak dikembangkan di Pegunungan Muria, salah satunya dibuat menjadi sirup. Parijoto juga terkenal akan khasiatnya yang bagus untuk ibu hamil dan pasangan yang segera ingin memiliki keturunan. Namun, bukan hanya itu saja manfaat parijoto, dikarenakan ia mengandung zat aktif berupa flavonoid, tanin, saponin serta alkaloid yang di uji melalui uji in vitro maupun uji in vitro. Selain parijoto ada juga tanamanpisang (Musa paradisiaca)yang sangat umum beredar di pasaran Indonesia. Tanaman pisang tidak hanya buahnya saja yang dapat dimanfaatkan, tetapi daun, jantung, batang juga dapat dimanfaatkan dalam bidang ekonomi maupun kesehatan. Maka dari itu pisang juga dapat disebut tanaman seribu manfaat dikarenakan hampir seluruh bagian tubuh pisang dapat dimanfaatkan. Salah satu bagian pisang yang akan digunakan kali ini adalah gedebog pisang (batang pisang), dalam dunia kesehatan manfaat batang pisang sangat banyak, diantaranya sebagai antioksidan, anti diabetes. Pada batang/gedebog pisang mengandung berbagai macam zat seperti flavonoid, saponin, fenol, dan tanin. Proses pengolahannya kali ini yaitu dengan diolah menjadi edible terlebih dahulu untuk proses pembuatan plester luka. Plester luka yang terbuat dari gedebog pisang dan dikombinasikan dengan ekstrak parijoto agar efektivitasnya meningkat. Serta dapat melindungi luka dari serangan bakteri yang dapat memerparah luka, sehingga menghambat penyembuhan luka.

     

    Kata Kunci : Parijoto, Gedebog Pisang, Plester Luka

    ">Lihat lebih besar
    “PLESiCA” Inovasi Pemanfaatan dan Pengolahan Gedebog Pisang (Musa paradisiaca) Serta Ekstrak Parijoto (Medinilla speciosa) Sebagai Bahan Dasar Pembuatan Plester Luka Pencegah Infeksi Virus dan Antimikroba
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • BAB I

    PENDAHULUAN

     

    1.1 LATAR BELAKANG

    Gigi merupakan jaringan tubuh yang berfungsi untuk mengunyah makanan. Gigi dapat berfunsi dengan baik apabila keadaan gigi yang bersih tanpa adanya plak, karies, dan penyakit gigi lainnya. Menurut Zelvya (2003) dalam uji kawuryan (2008) Penyakit gigi yang banyak terjadi adalah karies gigi. Penyakit pada gigi dapat menganggu aktivitas sehari – hari. Survei Departemen Kesehatan Republik Indonesia tahun 2010 menunjukkan prevalensi penduduk Indonesia yang menderita karies gigi sebesar 80% - 90% dimana diantaranya adalah golongan anak – anak. Oleh karena itu kesehatan gigi harus dijaga sejak usia dini terutama pada anak usia 6 – 12 tahun karena pada usia 6 – 12 tahun tergolong dalam kelompok rawan penyakit gigi.

    Karies gigi terjadi ketika plak yang terbentuk pada permukaan gigi mengubah gula bebas yang terkandung dalam makanan dan minuman menjadi asam yang melarutkan enamel gigi dan dentin dari waktu ke waktu. Karies menjadi salah satu bukti kurangnya kesadaraan masyarakat  Indonesia pada kesehatan gigi, terutama pada anak-anak di bawah umur. Upaya yang dapat dilakukan untuk melakukan pencegahan karies gigi salah satu nya dengan gel xylitol berbahan dasar daun beluntas dan jarak cina.

    Xylitol merupakan gula alkohol atau golongan polialkohol tipe pentitol berantai lima karbon bersifat non-kariogenik, xylitol juga merupakan manisan yang aman untuk gigi dan dapat  memperbaiki kavitas gigi yang diakibatkan oleh karies gigi dikarenakan xylitol dapat menghambat akumulasi plak. Xylitol yang akan dipakai yaitu xylitol yang sudah diencerkan atau dicairkan dan didapat digunakan dengan cara dispray. Spray Xylitol sangat praktis dan dapat dibawa kemana – mana.

    Bahan dasar dari pembuatan obat untuk pencegah karies gigi yaitu xylitol, daun jarak cina, dan daun beluntas. Xylitol yang sudah dicairkan dengan aquades akan diekstraksi dengan daun beluntas dan daun jarak cina. Bagian tanaman beluntas yang dipakai untuk ekstraksi adalah daunnya karena memiliki beberapa  senyawa aktif yang mampu digunakan untuk mengatasi masalah kesehatan pada gigi. Senyawa aktif yang terkandung dalam daun beluntas diantaranya flavonoid, alkaloid, saponin, polifenol, tannin, sterol, natrium, minyak asitri, asam amino, lemak, kalsium, magnesium, fosfor, vitamin A, vitamin C9, sedangkan daun jarak cina akan di ambil getah nya untuk di ekstraksi bersama dengan daun beluntas, getah yang berada di dalamnya mengandung alkaloid yang disebut jatrofin, merupakan senyawa antikanker dan tannin sampai 10% sebagai antibakteri.

     

    1.2. MAKSUD

    Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat didapatkan bahwa penelitian ini bermaksud sebagai berikut:

    1. Bagaimana agar kasus karies gigi diIndonesia dapat berkurang?
    2. Bagaimana metode yang dilakukan untuk pembuatan Gel Spray Xylitol berbahan Daun Beluntas (Pluchea indica) dan Daun Jarak Cina (Jatrhopa multifida L.)?

     

    1.3 TUJUAN

         Berdasarkan maksud diatas, didapatkan tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut

    1. Sebagai Pencegahan Penyakit Karies Gigi
    2. Mengurangi Penggunaan Bahan Kimia Untuk Pengobatan Karies Gigi
    3. Edukasi Pentingnya Menjaga Kesehatan Mulut dan Gigi

     

     

    1.4 MANFAAT

    memiliki beberapa manfaat yang dapat dijabarkan kedalam beberapa aspek sebagai berikut     

     

    1. Bagi Pemerintah

    Manfaat Proses Pembuatan Gel Spray Xylitol berbahan Daun Beluntas (Pluchea indica) dan Daun Jarak Cina (Jatrhopa multifida L.) bagi pemerintah adalah mengurangi presentase penderita karies gigi dan gigi berlubang di Indonesia.

     

     

    1. Bagi Mayarakat

    Manfaat Proses Pembuatan Gel Spray Xylitol berbahan Daun Beluntas (Pluchea indica) dan Daun Jarak Cina (Jatrhopa multifida L.) adalah sebagai proses pencegahan karies gigi pada masyarakat terutama anak usia dibawah 12 tahun, juga membantu meminimalisir kerusakan gigi pada anak.

     

    1. Bagi Pembaca

    Memberi pengetahuan tentang proses pembuatan dan keefektifan Gel Spray Xylitol berbahan Daun Beluntas (Pluchea indica) dan Daun Jarak Cina (Jatrhopa multifida L.) juga mengedukasi pembaca tentang bahaya dari karies gigi jika dibarkan terus-menerus dan penting nya menjaga Kesehatan gigi dan mulut.

     

    BAB II

    SPESIFIKASI TEKNIS, KEUNGGULAN, PENERAPAN PADA MASYARAKAT

     

    A. SPESIFIKASI TEKNIS

     

    2.1 Deskripsi Produk

    Gel Spray Xylitol berbahan Daun Beluntas (Pluchea indica) dan Daun Jarak Cina (Jatrhopa multifida L.) Sebagai Pencegahan Gigi Berlubang Pada Anak Usia Dibawah 12 Tahun merupakan suatu inovasi produk yang berfungsi sebagai Pencegahan penyakit karies gigi yang ada diIndonesia terutama untuk anak usia dibawah 12 tahun. Metode yang dilakukan yakni eksperimen pengekstrakan dengan xylitol yang dapat mengurangi plak dan karies gigi dengan beberapa perlakuan yang berbeda sesuai konsentrasi sebagai perbandingan. Hasil perbandingan diuji analaisis dengan presentase yang tinggi untuk memperoleh hasil yang baik. Inovasi tersebut dilakukan sebagai alternatif pengobatan pada karies gigi yang lebih aman serta tidak membahayakan penderitanya.

    2.2 Gel Spray Xylitol

                Gel spray xylitol sendiri merupakan bahan pengganti gula berbahan alami yang memiliki kadar kalori yang sama dengan glukosa dan sukrosa, dan tingkat kemanisan xylitol berkisar 0,8-1,2 kali sukrosa tegantung pada pH larutan. Pemberian xylitol pada gigi dapat memberikan efek seperti menstimulasi produksi saliva, komposisi saliva berubah dan meningkatkan konsentrasi bikarbonat, fosfat dan kalsium. Xylitol juga dapat di jumpai dalam berbagai bentuk seperti permen karet, tablet, pasta gigi, dan juga mouthwash.

     

    2.3 Daun Beluntas (Pluchea indica)

    Daun Beluntas atau  Pluchea indica merupakan tanaman perdu kecil, tumbuh tegak, tinggi mencapai 2 meter. Buah longkah agak berbentuk gangsing, kecil, keras, cokelat dengan sudut-sudut putih, lokos. Tanaman beluntas berasal dari suku Asteraceae. Tanaman ini merupakan tanaman liar yang tumbuh di daerah kering pada tanah yang keras dan berbatu, atau ditanam sebagai tanaman pagar.

    Tata nama atau sistematika (taksonomi) tumbuhan beluntas adalah sebagai berikut:

    • Kingdom : Plantae
    • Divisi : Magnoliophyta
    • Kelas : Magnoliopsida
    • Ordo : Asterales
    • Famili : Asteraceae
    • Genus : Pluchea
    • Spesies : Pluchea indica (L.) Less.

        Daun Beluntas memiliki kandungan flavonoid yang berfungsi untuk  antibakteri terhadap bakteri gram positif, kandungan senyawa fenolnya berguna untuk menganggu pertumbuhan bakteri – bakteri gram negative. Sehingga kandungan antibakteri pada tanaman beluntas sangat penting karena  digunakan sebagai antiseptic alami.      

    2.4 Daun Jarak Cina (Jatrhopa multifida L.)

    Daun Jarak Cina atau Jatrhopa multifida L. merupakan tanaman betadine karena daun jarak cina dipercaya dapat digunakan sebagai obat luka, selain itu daun jarak mengandung alkaloid, tanin, flavonoid, saponin, dan asam fenolik  yang berfungsi sebagai antibakteri.

    Kedudukan tanaman dalam sistematika (taksonomi) tumbuhan dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

    • Kingdom : Plantae
    • Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
    • Kelas : Magnoliopsida (Berkeping dua / dikotil)
    • Ordo : Euphorbiales
    • Famili : Euphorbiaceae
    • Genus : Jatropha
    • Spesies : Jatropha curcas L. (Astuti,2008)

     

    B. KEUNGGULAN

    Keunggulan dari produk ini yaitu penggunaan bahan-bahan alami dan tidak berbahaya untuk digunakan dalam jangka waktu yang panjang terutama jika digunakan pada anak anak di bawah 12 tahun, keunggulan lainnya dari produk ini yaitu pengaplikasian nya yang sangat mudah dan dikarenakan ukuran nya yang minimalis produk ini cocok untuk di bawa ke manapun.

     

    C. PENERAPAN PADA MASYARAKAT

                Inovasi gel spray dengan bahan dasar daun beluntas dan jarak cina ini memili keuntungan jika digunakan dalam skala kecil maupun skala yang lebih besar. Gel-spray ini memiliki kegunaan utama bagi masyarakat khususnya bagi anak usia di bawah 12 tahun yaitu untuk pencegahan karies gigi dan gigi berlubang juga dapat mengurangi efek samping dari obat-obat an kimia dikarenakan inovasi Gel-spray ini menggunakan bahan alami dan aman jika dikonsumsi dalam jangka waktu panjang.

     

    BAB III

    PROSPEK PENGEMBANGAN, PROSES DAN CARA KERJA

     

     

    3.1 PROSPEK PENGEMBANGAN

    Gel Spray Xylitol berbahan Daun Beluntas (Pluchea indica) dan Daun Jarak Cina (Jatrhopa multifida L.) Sebagai Pencegahan Gigi Berlubang Pada Anak Usia Dibawah 12 Tahun merupakan inovasi produk unggulan dalam bidang kesehatan yang bermanfaat dan memiliki prospek yang bagus untuk dikembangkan salah satunya yakni pembuatan dalam dosis atau skala yang lebih besar sehingga dapat digunakan secara merata oleh masyarakat dan pengembangan bahan – bahan agar lebi efektif untuk pencegahan karies gigi pada anak maupun orang dewasa.

     

    3.2 PROSES DAN CARA KERJA

    3.2.1 Tempat dan Waktu Penelitian

    Pembuatan produk yang berjudul” Gel Spray Xylitol berbahan Daun Beluntas (Pluchea indica) dan Daun Jarak Cina (Jatrhopa multifida L.) Sebagai Pencegahan Gigi Berlubang Pada Anak Usia Dibawah 12 Tahun” ini dilakukan di Laboratorium Kimia Madrasah Aliyah Negeri 1 Kudus. Waktu pelaksanaan penelitian di mulai dari bulan Januari-Maret 2023.

     

    3.2.2 Alat dan Bahan Penelitian

    Bahan yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari :

    • Alat :
      1. Botol Spray
      2. Gelas beaker
      3. Pengaduk

     

    • Bahan :
      1. Daun Beluntas
      2. Daun Jarak Cina
      3. Xylitol
      4. Aquadest

     

    3.2.3 Metode Penelitian

    Metode penelitian pada proposal ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif ini merupakan penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata – kata tertulis dari objek yang diteliti.

     

    3.2.4 Prosedur Penelitian

                Proses Pembuatan Gel Spray Xylitol Berbahan Daun Beluntas (Pluchea indica) dan Daun Jarak Cina (Jatrhopa multifida L.), antara lain:

    1. Siapkan alat dan bahan
    2. Takar semua bahan – bahan sesuai kebutuhan
    3. Blender daun belntas dan daun jarak cina hingga halus
    4. Tuang Xylitol pada gelas beaker dan tambahkan aquadest
    5. Aduk hingga merata
    6. Ekstraksikan xylitol dengan daun beluntas dan daun jarak cina

     

    3.3 PERHITUNGAN BIAYA PRODUKSI

     

     

    No

    Nama Alat/Bahan

    Harga Satuan

    Jumlah

    Total Harga

    1.

    Botol Spray

    Rp. 3.000

    10 pcs

    Rp. 30.0000

    2.

    Xylitol

    Rp. 300.000

    1000gr

    Rp. 300.000

    3.

    Daun Beluntas

    Rp. 20.000

    315gr

    Rp. 20.000

    4.

    Daun Jarak Cina

    Rp. 20.000

    315gr

    Rp. 20.000

    5.

    Aquadest

    Rp. 5.000

    465ml

    Rp.   5.000

     

     

    Jumlah

     

    Rp. 375.000

     

    Harga per produksi         = Rp. 375.000 / 10 botol

    Jual Produk                      = Rp. 42.000 / pcs

     

    DATA PRIBADI

    Nama                         : Yunida Aulia Khoirun Nisa

    Sekolah                     : MAN 1 Kudus

    Alamat Sekolah        : Jalan Conge, Ngembalrejo, Bae, Kudus

    Alamat Rumah         : Ds. Kramat Besar 6/4 Kota, Kudus

    Tempat Lahir             : Kudus

    Tanggal Lahir           : 2 Juni 2007

    NISN                         : 0075433105

    Nomor Hp                  : 085879188491

    Email                          : yunidanisa434@gmail.com

     

    Nama                         : Khuzaema Nafidatul Aini

    Sekolah                     : MAN 1 Kudus

    Alamat Sekolah        : Jalan Conge, Ngembalrejo, Bae, Kudus

    Alamat Rumah         : Ds. Gadudero 4/1 Sukolilo, Pati

    Tempat Lahir             : Pati

    Tanggal Lahir           : 4 Februari 2007

    NISN                          : 0074862443

    Nomor Hp                  : 085725428109

    Email                          : kuzaima33@gmail.com

     

    LAMPIRAN : 1

    FORMULIR PENDAFTARAN KRENOVA PENGUSUL 

    Nama                                     : Nurul Khotimah, S.Pd

    Jabatann                               : Guru Pembimbing

    Lembaga/instansi/sekolah             : MAN 1 KUDUS

    Alamat                                    : Ploso 2/3, Jati, Kudus

    No Telepon/HP/WA             : 081392086919

     

    Dengan ini kami merekomendasikan / mengusulkan nama tersebut di bawah ini untuk mengikuti pendaftaran Lomba Krenova Kabupaten Kudus Tahun 2021.

     

    Bidang                                   : Kesehatan

     

     

     

    LAMPIRAN II

    FORMULIR KUESIONER TEMUAN KRENOVA

     

    JUDUL TEMUAN     : “Gel Spray Xylitol Berbahan Daun Beluntas (Pluchea indica) dan Daun Jarak Cina (Jatrhopa multifida L.) Sebagai Pencegahan Gigi Berlubang Pada Anak Usia Dibawah 12 Tahun”

    INVENTOR               : 1. Yunida Aulia Khoirun Nisa

    1. Khuzaema Nafidatul Aini

     

    KAB/KOTA                : KUDUS

    NO

    UNSUR

    JAWABAN SINGKAT

    1.

    ORISINALITAS DAN KEPIONIRAN

     

     

    a)    Apakah temuan ini merupakan hasil temuan asli?Jelaskan

     

     

     

     

     

    b)    Apakah temuan ini diproduksi (bulan,tahun)?

     

     

     

     

     

    c)    Apakah sudah ada alat sejenis sebelumnya?Jelaskan

     

     

     

     

    d)    Apakah temuan saudara/I merupakan hasil pengembangan ide orang lain?jelaskan

    Iya temuan baru, karena belum ada Gel Xylitol yang berbahan daun beluntas dan daun jarak cina untuk mengobati karies gigi

    Temuan ini masih dalam tahap pengembangan dan masih diproduksi hanya untuk skala penelitian

    Belum ada, gel xylitol untuk mengobati karies gigi yang berbahan dasar daun beluntas dan daun jarak cina

     

    Temuan kami tidak hasil pengembangan ide orang lain melainkan hasil inovasi baru.

     

     

    2.

    PENERAPAN

     

     

    a)    Implementasi

    -       Apakah sudah dipersiapkan untuk komersial/dijual?

     

     

     

    -       Dimana, oleh siapa?

     

    -     Fasilitas dan lomba apa saja yang pernah diterima/diikuti? Jelaskan

     

    b)    Penerapan

    -     Apakah temuan saudara sudah diterapkan?

     

    -     Dimana, oleh siapa?

     

    -     Cakupan/Skala Penerapan (Kab/Kota, Provinsi, Nasional)

    Belum karena masih dilakukan penelitian lebih lanjut dan beberapa pengembangan mengenai produk ini

    -

    Belum pernah dilombakan di event manapun.

     

     

    Sudah, namun dalam skala penelitian

     

    Tim sendiri

     

     

    Skala laboratorium

    3.

    MANFAAT

     

     

    a)    Penyerapan Bahan Baku Lokal

    Berapa persen penggunaan bahan local?

     

     

     

     

    b)   Peningkatan proses/kapasitas/produktivitas?

    Seberapa besar produktivitas yang dihasilkan

     

     

    c)    Penerapan tenaga kerja

    Berapa banyak tenaga kerja yang diserap dalam penciptaan/penerapan produk (lapangan kerja)?

    90% menggunakan bahan lokal yang bisa didapat dari kawasan.

     

     

    produktivitas yang dimiliki oleh gel xylitol yakni kurang lebih sebesar 85%

     

     

     

    Belum menggunakan tenaga kerja

     

     

     

     

     

    4.

    KEBERLANGSUNGAN/KOMERSALISASI

     

     

    a)    Prospek Bisnis/Komersalisasi

    -          Oleh siapa dan dimana?

    -          Bagaimana Caranya?

    -          Perhitungan biaya prosduksi

    -          Berapa omset penjualan

     

     

     

     

     

    b)   Ketersediaan Bahan Baku

    -          Dimana bahan baku pembuatan temuan ini bisa saudara/I diperoleh (diakses)?

    -          Banyak tidaknya ketersediaan bahan baku untuk produksi temuan/inovasi?

     

     

     

     

     

    c)    Berorientasi Ketuhan Masa Depan

    Menjawab kebutuhan teknologi bagi masyarakat (saat ini & ke masa depan) jelaskan?

    Prospek bisnis yang akan dihasilkan kemungkinan cukup besar karena melihat dari kebermanfaatan gel xylitol dengan bahan ekonomis dan belum ada produk sama seperti ini

     

    Bahan baku daun ditemukan di lingkungan sekitar, jika bahan baku xylitol kami membeli di toko. Untuk ketersediaan bahan baku sangat melimpah di lingkungan sekitar kita.

    Sangat memungkinkan, namun kedepannya akan adanya inovasi untuk gel xylitol ini

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

    LAMPIRAN III

    SURAT PERNYATAAN KEASLIAN

    Yang bertanda tangan di bawah ini

    Nama                         : Yunida Aulia Khoirun Nisa

    Alamat            : Kramat Besar 06/04 Kota Kudus

    No. Identitas : 220415 / 0075433105

    No. Telp/HP : 085879188491

    Alamat e-mail : yunidanisa434@gmail.com

    Menyatakan sepenuhnya usulan karya yang saya daftarkan pada Lomba Kreativitas dan Inovasi (Krenova) Kabupaten Kudus Tahun 2023 merupakan karya orisinil saya dan bukan jiplakan (plagiat) karya orang lain. Apabila di kemudian hari ternyata ada pernyataan dari pihak lain mengenai keaslian hasil karya ini saya bersedia mempertanggungjawabkan secara hukum.

    Demikian surat pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya dan tanpa paksaan dari pihak manapun.

     

    Kudus, 25 Maret 2023

                                                                                                             

     

     

    (Yunida Aulia Khoirun Nisa)

     

     Kartu Pelajar

     

    Kartu Pelajar Ketua Tim

     

    Kartu Pelajar Anggota 1

    ">Lihat lebih besar
    GEL SPRAY XYLITOL BERBAHAN DAUN BELUNTAS (Pluchea Indica) DAN DAUN JARAK CINA (Jatrhopa multifida L.) SEBAGAI PENCEGAHAN GIGI BERLUBANG PADA ANAK USIA DIBAWAH 12 TAHUN
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  •          Seiring  dengan  bertambahnya  jumlah  penduduk  Indonesia  diikuti dengan  bertambahnya juga  kebutuhan akan  kayu  untuk  pembangunan  rumah  dan furniture di dalamnya.  Selain itu, kebutuhan akan bahan baku kayu untuk pembuatan furniture terus menurun setiap tahunnya. Menurut  badan  statistik Kementerian kehutanan  pada  tahun  2017  produksi  kayu  untuk gergajian  berjumlah  2,8  juta  dan  pada  tahun  2018  berjumlah  2,07  juta . Untuk menanggulangi permasalahan ini, perlu dilakukan berbagai usaha antara lain mencari alternatif pemanfaatan bahan baku kayu yang dapat mensubstitusi penggunaan bahan baku kayu. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan blotong dan rumput gajah sebagai bahan baku dalam industri pembuatan papan partikel. Pemanfaatan bahan-bahan limbah pertanian yang ramah lingkungan dan mudah terurai di alam menjadi prioritas utama pengembangan bahan-bahan alternatif untuk rekayasa teknik. Blotong merupakan limbah pabrik gula yang mempunyai sifat padat, berserat dan mengandung sedikit tetes tebu serta memiliki selulosa tinggi dan lignin yang berperan sebagai kekuatan serat sehingga, dapat digunakan sebagai bahan pembuatan papan partikel. Selain itu, rumput gajah memiliki kandungan yang berupa 19,9% bahan kering; 10,2 % protein kasar; 1,6% lemak; 34%,2 serat kasar; 11,7% abu. Dari kedua bahan tersebut dapat di tambahkan dengan bubur kertas untuk dijadikan sebagai material dalam papan partikel. Sehingga dalam penelitian ini bertujuan untuk membuat Inovasi Papan Partikel Anti Jamur dan Serangga dari Blotong dan Rumput Gajah Kombinasi Bubur Kertas Sebagai Perekat.

    Kata kunci: Papan Partikel, Blotong, Rumput Gajah

     

    ">Lihat lebih besar
    B-RUM: Inovasi Papan Partikel Anti Jamur dan Serangga dari Blotong dan Rumput Gajah Kombinasi Bubur Kertas Sebagai Perekat
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Sektor peternakan menjadi sektor yang cukup penting di dalam proses pemenuhan kebutuhan pangan bagi masyarakat. Bebek merupakan komoditas ternak yang cukup familiar dan telah dibudidayakan oleh masyarakat pedesaan karena proses perawatan yang terbilang mudah dan hampir seluruh bagian dari bebek dapat difungsikan. Namun karena maraknya penyakit kolera dari serangan bakteri P. multocida berdampak pada kualitas produksi hewan unggas tersebut. Salah satu solusi yang dapat diterapkan yakni dengan pemberian penunjang pakan berupa antimicrobial immunostimulant feed dari bahan alam. Ciplukan merupakan buah yang tumbuh liar dengan kandungan nutrisi bahan kering 79,25%, protein kasar 27,79%, serat kasar 7,08%, lemak 3,43%, abu 13,49%, air 20,75%, dan BETN 27,46% (Daud dkk., 2021) dan tanin, flavonoid, saponin, serta glikosida pada batang parijoto (Wachidah 2013) yang mana berpotensi digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan pakan immunostimulan dan antimikroba pada bebek. Keberadaan unsur protein dan serat dalam kedua bahan baku tersebut menjadi potensi tersendiri buah ini untuk dijadikan sebagai pemacu pertumbuhan bebek sekaligus pencegahan terhadap penyakit kolera. Pakan ini akan disajikan dalam bentuk mash atau tepung sebab dianggap lebih mudah dalam pembuatan dan ekonomis. Dari pembahasan tersebut didapatkan solusi yakni berupa inovasi pakan immunostimulan dan antimikroba untuk bebek dari buah ciplukan dan batang parijoto yang diberi nama C-Panduck.

     

    Kata Kunci : Ciplukan, Batang Parijoto, Pakan Immunostimulan, dan antimikroba

    ">Lihat lebih besar
    Pemanfaatan Buah Ciplukan (Physalis angulata ) dan Batang Parijoto (Medinilla speciosa) sebagai Antimicrobial Immunostimulant Feed Guna Performa Pakan Bebek
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • “MAUNG” Inovasi Alternatif Manggot dan Bonggol Jagung Guna Meng-Substitusi Pakan Ikan
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • ELIGENT
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • PEMANFAATAN AIR BEKAS CUCIAN BERAS DAN BUNGA TELANG UNTUK BAHAN DASAR PEMBUATAN SABUN CAIR
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Inovasi Deodoran Alami dari Ekstrak Babadotan (Ageratum conyzoides) dan Kulit Rambutan (Nephelium lappaceum)
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • FUNGISIDA EKJAS, EKSTRAK JAHE (Zingiber officinale) DAN SEREH (Cymbopogon citratus) UNTUK MENGATASI BERCAK UNGU PADA TANAMAN BAWANG MERAH
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • I-SEAT Inovasi Edible Straw dengan Komposit Gabah dan Bonggol Jagung Guna Mengurangi Penggunaan Sedotan Plastik menuju Zero Waste
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Aplikasi Smart Laundry
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • PEMANFAATAN LIMBAH TEMPURUNG KELAPA SEBAGAI PUPUK ORGANIK UNTUK TANAMAN DAN MASKER WAJAH
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • “DABEL TEA” TEH HERBAL DENGAN VARIASI RASA JAHE DAN SERAI KAYA ANTIOKSIDAN
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • "Bi-Pasang" Inovasi Biokomposit dengan Penambahan Kitosan-Selulosa dari Cangkang Kerang Hijau dan Ampas Tebu yang dikombinasikan dengan Kulit Pisang untuk Filtrasi Minyak Jelantah
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • PEMANFAATAN KULIT PISANG BYAR UNTUK ALTERNATIF PENGGANTI BIJI KOPI
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • “PureCycle” Sistem Pengelolaan Limbah Domestik dengan Karbon Aktif Tebu dan Membran RO Berbasis IoT
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • PENGEMBANGAN SEDIAAN LIP SCRUB KOSMETIKA BERBAHAN DASAR PUNICA GRANATUM SEBAGAI PENCEGAH BIBIR GELAP
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • TESPO "Teh Sehat Antibakteri Berbasis Daun Pohpohan (Pilea trinervia Wigth) Sebagai Upaya Konsumsi Kesehatan Tulang Lansia"
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • PENGEMBANGAN SEDIAAN LIP SCRUB KOSMETIKA BERBAHAN DASAR PUNICA GRANATUM SEBAGAI PENCEGAH BIBIR GELAP
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Indonesia menduduki peringkat ketiga dengan jumlah 3,6 juta ton pertahun dari total produksi sampah. Banyaknya penggunaan plastik yang dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan limbah yang cukup besar. Satu ton sampah yang dibakar akan berpotensi menghasilkan gas CO sebanyak 30 kg. Teknologi produksi plastik biodegradable atau bioplastik yang dibuat dari bahan alami danramah lingkungan sudah mulai dikembangkan. Plastik biodegradable berbahan dasar pati relatif lebih mudah diproduksi dan bahan baku mudah diperoleh. Sebagian besar komponen dasar bioplastik berasal dari bahan pangan sekunder (umbi- umbian, gandum) terkait dengan pengembangan masyarakat perlunya diversifikasi pangan baik primer maupun sekunder. Sehingga tidak mengganggu ketahanan pangan dan pembuatan bioplastik dapat terurai oleh alam. Dalam penelitian ini, pembuatan bioplastik terbuat dari bahan dasar konsentrat selulosa limbah ampas tebu dan rumput gajah serta plasticizer gliserol. Selama ini rumput gajah hanya dimanfaatkan sebagai pakan hewan ternak bahkan dianggap sebagai tanaman pengganggu, padahal memiliki kandungan selulosa yang relatif tinggi. Kandungan selulosa dalam rumput gajah sebesar 32,4% dan lignin 12,6%. Kandungan selulosa yang cukup tinggi dan lignin yang relatif rendah tersebut, menjadikan rumput gajah berpotensi sebagai bahan baku bioplastik dan ampas tebu juga sangat berpotensi sebagai bahan baku pembuatan bioplastik, karena mengandung selulosa sebesar 45,96%, hemiselulosa sebesar 20,37% dan lignin sebesar 21,56%. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan penggunaan limbah ampas tebu dan rumput gajah, mengetahui formulasi terhadap komposisi bahan, serta biodegradabillitas terhadap kualitas plastik yang dihasilkan.

    Kata Kunci: Bioplastik, Ampas Tebu, Rumput Gajah

    ">Lihat lebih besar
    AMPARA: Sintesis dari Limbah Ampas Tebu dan Rumput Gajah (Pennisetum Purpereum) dalam Pembuatan Bioplastik
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • BROWNIS PARIJOTO : DESSERT KEARIFAN LOKAL KABUPATEN KUDUS
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • "BERISIK"
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • ABSTRAK

    Pada tahun 20201 menurut data SIPSN KLHK (Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan), Indonesia telah menghasilkan 2,3 juta ton limbah tekstil. Hal tersebut setara dengan 12% dari hasil total sampah yang dihasilkan di Indonesia.Dalam industri tekstil, sekitar 10-15% dari zat warna yang digunakan tidak dapat dipakai ulang dan harus dibuat. Selain itu, zat warna juga dapat membuat kulit menjadi iritasi karena adanya kandungan benzene. Salah satu zat warna dasar yang digunakan untuk proses pencelupan dalam industry tekstil terutama industry batik adalah malachite green. Malachite green merupakan suatu zat warna dasar yang digunakan untuk proses pencelupan dalam industry tekstil terutama industry batik karena memiliki warna yang paling berkilau dibandingkan dengan zat warna celup lainnya. Malachite green ini memiliki sifat sukar dalam penguraian sehingga diperlukan metode yang dapat menguraikan senyawa-senyawa agar dapat mengurangi bahaya di lingkungan sekitar. Metode yang digunakan adalah metode adsorpsi menggunakan adsorben yang berbentuk karbon aktif dan dapat memanfaatkan limbah. Salah satunya menggunakan serbuk kayu atau serbuk gergaji yang memiliki kandungan lignin, selulosa, dan hemiselulosa. Prosedur penelitian meliputi sintesis karbon aktif dari serbuk kayu, sintesis karbon aktif dari serbuk kayu termodifikasi magnetit, perlakuan karbon aktif dari serbuk kayu termodifikasi magnetik pada zat pewarna tekstil malachite green. Pemanfaatan limbah serbuk kayu sebagai sumber lignin, selulosa, dan hemiselulosa dalam sintesis zat pewarna tekstil dengan karbon aktif menjadi salah satu upaya valorasi limbah industry mebel, yang diharapkan memberikan solusi alternative terkait ketersediaan zat pewarna tekstil di Indonesia.

    Kata kunci: serbuk kayu, adsorpsi, malachite green

    ">Lihat lebih besar
    "TEKSKA" Pemanfaatan Karbon Aktif Termodifikasi Magnetit dari Limbah Serbuk Kayu Sebagai Adsorben Zat Pewarna Tekstil Malachite Green Ramah Lingkungan
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • LEMONARUST (LEMON ANTI RUST) : PEMANFAATAN AIR LEMON SEBAGAI PENGHILANG KARAT KENDARAAN KALA BANJIR MENERPA
    Kategori Pelajar/Mahasiswa

  •  Hortikultura merupakan salah satu sub sektor pertanian yang 
    potensial dan didorong untuk meningkatkan kesejahteraan petani, 
    ekonomi daerah, ekonomi nasional serta meningkatkan devisa negara 
    melalui ekspor. Sub sektor hortikultura pada kuartal I dan II tahun 2021 
    mencatatkan pertumbuhan sebesar 3,01% dan 1,84%. Namun, 
    pengembangan hortikultura masih menghadapi berbagai permasalahan 
    baik karena penyakit maupun tidak terpenuhinya unsur hara bagi 
    tanaman. Saat ini masyarakat masih banyak menggunakan pupuk 
    anorganik yang dapat menimbulkan ketergantungan, membuat tanah 
    menjadi kering dan air tercemar sehingga keseimbangan alam menjadi 
    terganggu (Indriani 2004). Oleh karena itu, diperlukanya inovasi produk 
    solutif, ramah lingkungan dan praktis digunakan. Mikrogel: inovasi 
    pupuk hidrogel slow release ekonomis dari limbah organik berbasis 
    mikroba dan mikoriza untuk hortikultura. Penelitian ini menggunakan 
    metode APIE yang terdiri dari empat tahapan yaitu : Analisis, 
    Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi. Alat dan bahan yang 
    digunakan adalah multifunctional cutter, alat pengaduk, bonggol pisang, 
    ampas tebu, air cucian, limbah blotong sodium alginate, dan isolat 
    miselium mikoriza. Limbah organik bonggol pisang sebagai 
    dekomposer, ampas tahu mengandung C-organik sebesar 26,92%, 
    blotong sumber karbon bagi MOL, Air cucian beras sumber unsur hara 
    mikro, dan mikoriza perluasan penyerapan hara. Prosedur penelitian 
    meliputi, pembersihan bonggol pisang, fermentasi, pembuatan 
    mikrogel, dan pengujian pupuk mikrogel. Parameter yang diamati 
    berupa tinggi tanaman, jumlah anakan, warna daun dan jumlah daun. 
    Data yang dihasilkan dianalisisis menggunakan metode kualitatif dan 
    kuantitatif. Penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan pupuk 
    mikrogel yang bermanfaat untuk petani dalam meningkatkan 
    produktivitas hasil pertanian hortikultura.
    Keyword : Mikrogel, limbah organik, Mikoriza , Hortikult

    ">Lihat lebih besar
    “Mikrogel: Inovasi Pupuk Hidrogel Slow Release Ekonomis dari Limbah Organik Berbasis Mikroba dan Mikoriza untuk Hortikultura”
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • SMART SAFETY DRIFING LICENSE SYSTEM
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Boraks merupakan senyawa dengan nama kimia natrium tetraborat biasanya dimanfaatkan dalam sektor industri. Namun, diketahui bahwa saat ini banyak masyarakat yang menyalahgunakan penggunaan boraks sebagai tambahan pengenyal untuk makanan. Dampak dari penyalahgunaan boraks sebagai pengenyal pada produk pangan dapat menyebabkan berbagai efek samping buruk bagi kesehatan. Oleh sebab itu diperlukan produk yang dapat mendeteksi kandungan boraks dalam suatu makanan secara akurat. Maka diciptakan inovasi berupa MASTER PIPET yaitu "Magic Tester Pipet" yang berisi ekstrak dari rimpang bangle. Bangle sendiri mengandung kurkumin yang memiliki banyak manfaat salah satunya untuk mendeteksi boraks. Tujuan utama dari pembuatan produk ini adalah untuk mengatasi permasalahan akibat penggunaan boraks sebagai bahan pengental pada produk pangan dengan menciptakan alat pendeteksi kandungan boraks pada makanan sehingga dapat mengurangi berbagai dampak buruk bagi kesehatan. MASTER PIPET sangat praktis, teteskan 3-5 tetes MASTER PIPET pada makanan yang diujikan. Tunggu beberapa detik untuk melihat perubahan warna pada makanan. Semakin merah warna makanan, itu berarti semakin tinggi kandungan boraks pada makanan tersebut. Keunggulan MASTER terletak pada bahan baku bangle yang belum pernah dimanfaatkan. Serta pada kemasannya yang efisien dan memudahkan penggunaan. Dengan adanya inovasi ini kita telah menambah nilai jual bangle, mengurangi kekhawatiran masyarakat tentang makanan, menginovasikan alat yang praktis, menurunkan angka penyakit yang ditimbulkan boraks, dapat membuka lapangan kerja baru, dan menghemat biaya pengujian makanan. Dan untuk biaya produksi dari MASTER PIPET sendiri sangat terjangkau ada di harga Rp 9.340,- untuk tiap kemasan. 

     

    Kata kunci : Detektor, Boraks, Bangle, Kurkumin

    ">Lihat lebih besar
    MASTER (Magic Tester) PIPET
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Sabun Wajah Limbah Air Tajin
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • ABSTRAK

             Pada saat ini cemilan sangat beraneka ragam dan banyak diminati oleh masyarakat, salah satunya cemilan makanan ringan kemasan. Tetapi, cemilan tersebut kurang sehat dan jika dikonsumsi secara berlebihan dapat menimbulkan dampak negatif bagi tubuh, seperti: obesitas, diabetes, dan lain lain. Berdasarkan permasalahan diatas perlu adanya solusi untuk mengatasi hal tersebut, yaitu dengan membuat cemilan sehat berbahan dried vegetable (Caisim, sawi, jagung, wortel) dan rumput laut berbentuk snack bar. Keunggulan pada vegesea bar antara lain snack bar rendah kalori, memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi dan cocok dikonsumsi oleh semua kalangan. Untuk penerapan produk vegesea bar pada masyarakat dengan menawarkan keunggulan pada produk kami, sehingga masyarakat tertarik terhadap produk kami. Selain itu, kedepannya kami akan mengembangkan inovasi pembuatan camilan kekinian yang terbuat dari dried vegetable dan rumput laut yang akan dikonsumsi olehmasyarakat setelah produk kami dipatenkan dan mendapat izin dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Harapannya dengan adanya penelitian ini masyarakat juga bisa melakukannya sendiri tanpa menghabiskan biaya yang mahal. Dan masyarakat juga terlatih untuk bersifat terampil dengan mengolah sayuran menjadi inovasi yang akan digemari oleh berbagai kalangan dalam bentuk apapun. Ekonomi di Indonesia juga akan meningkat jika penduduknya cerdas dalam menyikapi adanya inovasi tersebut.

    Kata kunci: snack bar, dried vegetable, rumput laut

    ">Lihat lebih besar
    Vegesea Bar “Cemilan Kekinian Berbahan Dried Vegetable dan Rumput Laut Berbasis Snack Bar Rendah Kalori”
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • "BERISIK"
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • ECP (Eco Enzyme 2in1 dari Ketapang Dengan Limbah Pasar Organik Sayur dan Buah-buahan Sebagai Penyubur dan Pestisida Alami Pada Tanaman Tomat (Lycopersicon)
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • “POB-DOTS” Inovasi Pupuk Organik dari Limbah Hidrogel Popok Bayi dengan Penambahan Sintesis Carbon Dots (C-DOTS) terhadap Peningkatan Produktivitas Tanaman
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • “ESMIKU”: Essential Oil Asiatis dan Minyak Daun Kayu Putih Sebagai Parfum Plus Aromaterapi Pencegah Rhinovirus
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • PABLO (Pemanfaatan Limbah Ban Karet, Bulu Ayam, dan Blotong Tebu sebagai Bahan Utama Pembuatan Paving Block)
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • ABSTRAK

    Setiap tahun jumlah limbah sekam padi dan ampas tebu semakin meningkat, sehingga menyebabkan pencemaran lingkungan. Kedua limbah ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan inovasi polybag. Inovasi ini merupakan salah satu upaya diversifikasi komoditi lokal dan meningkatkan mutu tanaman. Polybag ini terbuat dari bahan-bahan yang mudah terurai dan dapat mengurangi dampak buruk terhadap lingkungan. Ampas tebu dan sekam padi merupakan limbah pertanian yang melimpah dan seringkali tidak dimanfaatkan dengan optimal. Oleh karena itu, dalam penelitian ini penulis menganalisis inovasi polybag berbahan dasar sekam padi dan ampas tebu. Penelitian yang bertujuan untuk menghubungkan antara nilai konduktivitas inovasi polybag dengan komposit terhadap berbagai rasio komposisi sekam padi dan ampas tebu serta menentukan rasio komposisi yang tepat agar nilai konduktivitas tercapai maksimal. Pengukuran konduktivitas dilakukan dengan menggunakan alat konduktif. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa semakin banyak ampas tebu yang digunakan maka semakin tinggi nilai konduktivitas polybag komposit dan perbandingan komposisi yang tepat sehingga nilai konduktivitas inovasi bahan minimum pada polybag komposit yaitu semua diisi dengan sekam padi.

     

    Kata kunci:   Sekam padi, Ampas tebu, Polybag 

    Setiap tahun jumlah limbah sekam padi dan ampas tebu semakin meningkat, sehingga menyebabkan pencemaran lingkungan. Kedua limbah ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan inovasi polybag. Inovasi ini merupakan salah satu upaya diversifikasi komoditi lokal dan meningkatkan mutu tanaman. Polybag ini terbuat dari bahan-bahan yang mudah terurai dan dapat mengurangi dampak buruk terhadap lingkungan. Ampas tebu dan sekam padi merupakan limbah pertanian yang melimpah dan seringkali tidak dimanfaatkan dengan optimal. Oleh karena itu, dalam penelitian ini penulis menganalisis inovasi polybag berbahan dasar sekam padi dan ampas tebu. Penelitian yang bertujuan untuk menghubungkan antara nilai konduktivitas inovasi polybag dengan komposit terhadap berbagai rasio komposisi sekam padi dan ampas tebu serta menentukan rasio komposisi yang tepat agar nilai konduktivitas tercapai maksimal. Pengukuran konduktivitas dilakukan dengan menggunakan alat konduktif. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa semakin banyak ampas tebu yang digunakan maka semakin tinggi nilai konduktivitas polybag komposit dan perbandingan komposisi yang tepat sehingga nilai konduktivitas inovasi bahan minimum pada polybag komposit yaitu semua diisi dengan sekam padi.

    Kata kunci: Sekam padi, Ampas tebu, Polybag

     

     

     

     

     

    ">Lihat lebih besar
    Inovasi Polybag ramah lingkungan dari ampas tebu dan sekam padi sebagai Diversifikasi Komoditi Lokal dalam Meningkatkan mutu tanaman
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Integrasi Media Siap Tanam Jamur Tiram Berbahan Limbah C-Blotong dan Daun Gamal
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Biofoam merupakan alternative pengganti kemasan sterofoam yang ramah lingkungan atau biodegradable, kemasan sterofoam biasanya berbahan dasar polystyrene (plastik yang mudah dibentuk). Penelitian yang dilakukan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di 18 kota di Indonesi ditemukan sekitar 0,27 hingga 0,59 juta ton pada kurun waktu 2018,dan sampah yang paling banyak ditemukan adalah sampah sterofoam. Dari sekian banyak sampah seperti botol minuman masih bisa didaur ulang dan menghasilkan nilai ekonomi,tidak dengan sampah sterofoam yang tidak bisa di daur ulang. Menurut WHO sterofoam mengandung benzene dan styrene yang dapat membahayakan manusia seperti penyakit kanker. Penggunaan sterofoam sebagai kemasan makanan secara terus menerus berdampak buruk bagi kesehatan manusia dan lingkungan,dampak tersebut diperlukan kemasan alami yang lebih sehat dan tentunya dapat di daur ulang. Salah satu nya yaitu kemasan Biofoam biofoam dapat dibuat dengan bahan baku alami seperti Baglog jamur dan Blotong tebu.Keduanya memiliki selulosa tinggi yaitu masing masing 33% dan 49%, pemilihan selulosa tinggi pada pembuatan biofoam bertujuan untuk pengunaan biofoam yang mudah terurai ke dalam tanah dan mengetahui konsentrasi NaOH pada baglog jamur dan blotong tebu agar dapat menentukan kualitas pembuatan Biofoam. Biofoam dibuat dengan metode thermopressing lalu di tahap pencetakan.  Dengan variasi konsentrasi 50 gr,55 gr, 60 gr dengan konsentrasi NaOH  (0 %, 2,5% , 5% dan 7,5% ). Pada penelitian ini diperoleh hasil karakteristik terbaik untuk uji ketahana kuat Tarik pada variasi 0% dengan 50 gr didapatkan nilai 0,60 kgf/mm , sedangkan uji kadar air didapatkan nilai terbaik pada kosentrasi 0% dengan  variasi 50 gr didapatkan pada nilai 4,4%.

    ">Lihat lebih besar
    BIOFOAM-Inovasi Pengganti Sterofoam dari Kombinasi Baglog Jamur dan Blotong Tebu
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • QUFER
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • PbTect-P
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • POWER NATURAL STATION (PNS)
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • AVATAR (Adsorbent from Guava-Cattapa Leaves and as Biofertilizer)
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • ARDUINOCHILI: Smart agriculture berbasis Arduino untuk mengelola tanaman Cabai rawit (Capsicum annuum)
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • ABSTRAK

    Umumnya kopi terbuat dari biji kopi yang telah disangrai dan dihaluskan menjadi bubuk. Pada secangkir kopi mengandung kafein sebanyak 100-150 mg. Akan tetapi mengonsumsi kopi secara berlebihan dapat menimbulkan dampak negatif bagi tubuh, yaitu: kecemasan kronis, gelusah, dan lekas marah. Berdasarkan permasalahan tersebut, perlu adanya solusi mengenai hal tersebut dengan membuat kopi dari biji nangka dan jamur tiram. Biji nangka memiliki energi yang cukup tinggi sedangkan jamur tiram memiliki protein yang cukup tinggi. Kopi yang terbuat dari kedua bahan tersebut memiliki rendah kalori dan energi yang cukup tinggi bila dikonsumsi. Selain itu, keunggulan kopi ini adalah dapat dikonsumsi oleh orang yang sedang diet karena memiliki energi yang cukup tinggi dan dapat dikonsumsi oleh orang yang ingin minum kopi bebas kafein. Langkah pembuatan dalam membuat kopi NJ antara lain: penyerbukan jamur tiram, penyerbukan biji nangka, dan pembuatan kopi jamur tiram dan biji nangka. Kopi NJ diuji dengan pengujian uji berat, uji air, dan uji kadar abu. Sebagai produsen kopi NJ, kami berharap dapat mengembangkan inovasi pembuatan kopi variasi dengan jamur dan biji buah nangka yang akan dikonsumsi oleh  masyarakat setelah produk kami dipatenkan dan mendapat izin dari dari MUI dan BPOM, serta mengembangkan produk yang lebih bermanfaat bagi masyarakat luas serta dapat memasarkan kopi NJ hingga tingkat nasional maupun internasional.

    Kata kunci: kopi, biji nangka, jamur tiram

    ">Lihat lebih besar
    Pemanfaataan Biji Nangka dan Jamur Tiram Putih Sebagai Kopi Rendah Kalori
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • NOSION
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Penggunaan Ekstrak Kayu Manis dan Pengontrolan Ketersediaan Beras Terhadap Teras (Tempat Pintar untuk Penyimpanan Beras) Berbasis IoT
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • ABSTRAK
    International Diabetes Federation memprediksi peningkatan jumlah penderita
    diabetes di Indonesia dari 10,7 juta tahun 2019 menjadi 13,7 juta di tahun 2030.
    Salah satu faktor yang memengaruhi peningkatan jumlah penderita diabetes yakni
    kebiasaan mengonsumsi makanan atau minuman dengan pemanis buatan yang
    berlebihan. Upaya yang dapat dilakukan sebagai solusi atas masalah peningkatan
    kasus diabetes yang meningkat setiap tahunnya adalah dengan menggunakan
    pemanis alami yan g diterapkan langsung sebagai bahan utama produk makanan
    maupun minuman. Salah satunya yaitu pada pembuatan yoghurt,yoghurt adalah
    susu hasil fermentasi. Pengonsumsian yoghurt secara terus menerus dapat
    mengakibatkan gula darah naik,hal itu disebabkan oleh tambahan pemanis saat
    produksinya. Hal inilah yang menjadikan terciptanya suatu inovasi yoghurt dari
    limbah jeruk bali dan kulit pisang. Penambahan ekstrak jeruk (Citrus
    Maxima) dengan tambahan kulit pisang (Musa Paradisiaca) yang rendah kalori
    berguna untuk menambah vitamin c yang berasal dari keduanya dan mengganti
    pemanis gula yang baik bagi penderita Diabetes, Selain itu juga sebagai
    pemanfaaatan limbah buah-buahan yang dibuang begitu saja tanpa ada proses
    lanjutan pemanfaatan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui layak
    tidaknya yoghurt dari kulit jeruk dan kulit pisang sebagai penambah rasa bagi
    penderita diabetes yang membutuhkan minuman dengan pemanis alami agar tidak
    menyebabkan gula darah naik tiap mengkonsumsi minuman manis. Metode
    penelitian pembuatan yoghurt dengan tambahan kulit jeruk dan kulit pisang
    yaitu diawali dengan pengambilan ekstrak dari kedua bahan tersebut,lalu ke tahap
    memanaskan susu hingga hampir mendidih tanpa busa, lanjut tahap penetralan
    suhu dengan suhu ruang, kemudian ditambahkan dengan ekstrak yang sudah
    dibuat dari kulit jeruk maupun kulit pisang dan yang teraahir adalah
    perfermentasiaan.

    ">Lihat lebih besar
    Y-KUSANGJE : PENGOLAHAN YOGHURT LOW FAT BERBAHAN LIMBAH KULIT PISANG DENGAN KULIT JERUK SEBAGAI UPAYA UNTUK MENURUNKAN KADAR GULA DARAH BAGI PENDERITA DIABETES MELITUS.
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Manufacture of Used Cooking Oil-Based Antiseptic Soap with Betel Leaf Extract
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Shampoo Kucing dari Daun Kelor dan Daun Pandan
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • FRUGER CAMELLIA/QAHWAH
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Meca Cookies: Pemanfaatan Buah Parijoto (Medinilla speciosa) dan Umbi Jangklong (Canna edulis) sebagai Cemilan Sehat Khas Kudus.
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • ZERO : Fermentor Eco-Enzyme Berbasis IoT
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • BROWNIES PAMUR
    Kategori Umum
  •           Aksesoris smartphone yang selama ini kita tahu merupakan produk aksesoris impor yang dikenal dengan nama casing smartphone. Sejak awal kemunculannya produk casing smartphone sudah banyak menarik perhatian diberbagai kalangan dan sampai saat ini pun sudah banyak dikembangkan berbagai macam jenis, akan tetapi hanya sedikit yang memasukkan unsur ramah lingkungan. Mengingat produk casing smartphone yang berkembang saat ini adalah produk impor yang sangat merajai pangsa pasar. Hal ini dibuktikan dengan adanya pengguna smartphone yang semakin banyak, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Dari segi perusahaan ponsel sendiri juga selalu mengeluarkan produk-produk smartphone yang baru dalam jangka waktu tertentu. Dengan memanfaatkan kondisi ini, smartphone case dengan merk dagang Scomars hadir dengan memanfaatkan booming trend perkembangan smartphone melalui potensi aksesoris berbasis ramah lingkungan dengan menggunakan bahan baku kulit jagung. 

               Kulit jagung yang dianggap limbah dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan suatu produk yang bernilai jual. Sedangkan nilai ekonomi kulit jagung dapat ditingkatkan dengan sedikit sentuhan kreativitas dan inovasi menjadi benda–benda fungsional. Produk yang berbasis lingkungan dengan memanfatkan sumber alam yang ada sangat potensial dikembangkan sebagai upaya peningkatan ekonomi daerah berbentuk industri rumah tangga tanpa harus khawatir akan ketersediaan bahan baku. Teknologi pengolahan limbah kulit jagung sangat sederhana dan dapat dilakukan oleh setiap orang. Sehingga dalam kurung waktu yang relative singkat limbah kulit jagung dapat dikembangkan dengan berbasis lingkungan dan berorientasi ekonomis praktis untuk menambah penghasilan. 

    ">Lihat lebih besar
    “SCOMARS” (PEMANFAATAN LIMBAH KULIT JAGUNG SEBAGAI INOVASI PRODUK SMARTPHONE CASE KREASI)
    Kategori Umum
  • PEMBERDAYAAN PEREMPUAN RAWAN SOSIAL EKONOMI MELALUI INDUSTRI KREATIF ANYAMAN BAMBU DI DESA JEPANG KECAMATAN MEJOBO KABUPATEN KUDUS
    Kategori Umum
  • Indonesia merupakan negara maritim dengan luas wilayah lautnya mencapai 74% dari total luas wilayah keseluruhan. Hal tersebut menyebabkan Indonesia memiliki potensi sumber daya perikanan relatif besar. Sifat ikan yang mudah busuk seringkali menyebabkan kerugian. Selain itu, pada tahun 2017 terkonfirmasi sebanyak 2% komposisi sampah laut berupa logam berat sehingga ikan yang hidup di dalamnya juga ikut terkontaminasi. Berdasarkan permasalahan tersebut, perlu solusi berupa “Rancang Bangun Smart Inkubator Pengering Ikan Asin Dilengkapi Fotokatalis ZnO Doped Al Berbasis IoT”. Alat ini dirancang menggunakan heater, lampu UV, sensor DHT 11 serta ESP 8266 sebagai mikrokontroler. Penelitian ini menggunakan metode ADDIE yang terdiri dari lima tahapan yaitu : Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi. Smart inkubator diatur pada suhu 70oC untuk mengeringkan ikan. Fotokatalis ZnO doped Al pada penelitian ini berfungsi mengurangi kadar logam berat pada ikan. Fotokatalis ZnO doped Al disintesis dengan metode sol gel kemudian di spray pada plat kaca. Analisis data yang digunakan adalah analisis diskriptif. Hasil pengujian menggunakan spektrfometer UV Vis menunjukkan sampel ikan yang belum direduksi memiliki nilai r = 0,999 dan persamaanya (y = 0,0985x + 0,1807) serta sampel ikan yang telah direduksi memiliki nilai r = 0,990117 dan persamaanya (y = 0,139x + 0,1749). Berdasarkan persamaan tersebut, dapat diketahui rata – rata kadar Pb pada ikan yang belum direduksi yaitu 3,74 ppm dan yang telah direduksi yaitu 2,88 ppm. Hal tersebut menunjukkan bahwa fotokatalis ZnO doped Al mampu mereduksi logam berat timbal pada sampel ikan sebesar 0,855 ppm. Alat ini diharapkan mampu memberi solusi untuk mengeringkan dan mereduksi logam berat pada ikan asin secara efektif.

    Kata Kunci : Pengering, Fotokatalis, ESP 8266, Internet of Things.

    ">Lihat lebih besar
    Rancang Bangun Smart Inkubator Pengering Ikan Asin Dilengkapi Fotokatalis ZnO Doped Al Berbasis IoT
    Kategori Umum
  • ABSTRAK

    Populasi penduduk Indonesia yang semakin meningkat menyebabkan peningkatan penggunaan sarana transportasi, sehingga mempengaruhi jumlah kebutuhan bahan bakar. Sebagian besar alat transportasi darat khususnya sepeda motor masih menggunakan bahan bakar berupa minyak. ketersediaan bahan bakar di alam semakin berkurang dan sisa bahan bakar kendaraan tersebut mengakibatkan pencemaran lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan energi alternatif yang ramah lingkungan seperti bahan bakar yang menggunakan sumber energi bioetanol. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakteristik dan formula terbaik BAHENOL sebagai bioetanol dari makroalga Turbinaria sp. dengan metode SSF sebagai upaya diversifikasi energi terbarukan. Produksi bioetanol ini meliputi beberapa tahapan yaitu tahap preparasi Turbinaria sp., pembuatan inokulum Saccharomyces cerevisiae, dan pembuatan bioetanol menggunakan metode SSF. Penelitian mengenai bioetanol dari makroalga Turbinaria sp. dilakukan beberapa pengujian yaitu analisis kadar etanol, densitas, kadar air, serta analisis titik nyala dan titik bakar. Analisis data yang digunakan yaitu menggunakan data deskriptif kuantitatif. Data yang dianalisis dicari perbedaan setiap perlakuan. Berdasarkan hasil penelitian, hasil karakteristik dan formula BAHENOL terbaik dari beberapa perlakuan yaitu pada Formula P1 dengan variasi 60 gram Turbinaria sp. dengan nilai rata-rata kadar etanol sebesar 2.700 ppm, nilai densitas 0,791 gr/mL,  kadar air terbaik sebesar 28,71% serta titik nyala dan bakar yang dihasilkan yaitu 18oC . Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa kadar etanol tertinggi terdapat pada formula P1 dengan hasil 2.700 ppm.

     

    Kata Kunci  : Bioetanol, Energi Terbarukan, Makroalga Turbinaria sp., Metode SSF

    ">Lihat lebih besar
    BAHENOL (Bioetanol Production from Macroalgae) Pemanfaatan Turbinaria sp. untuk Produksi Bioetanol menggunakan Metode SSF sebagai Upaya Diversifikasi Energi Terbarukan
    Kategori Umum
  • PALUP (REMPAH CELUP) RACIKAN MINUMAN HERBAL ALAMI DAN INSTAN BERBAHAN DASAR REMPAH UNTUK KESEHATAN
    Kategori Umum
  • Adventure Culture Kudus
    Kategori Umum
  • Pengelolaan sampah yang baik harus melibatkan partisipasi dari masyarakat untuk itu perlu pengenalan sejak dini.  Di lingkungan sekolah, pengelolaan sampah membutuhkan perhatian serius. Dengan komposisi sebagian besar penghuninya adalah anak-anak [warga belajar] tidak menutup kemungkinan pengelolaannya pun belum optimal. Salah satu parameter sekolah yang baik adalah berwawasan lingkungan. Pentingnya pemahaman pengelolaan sampah bagi siswa sekolah dasar khususnya bagaimana bisa memberikan pemahaman benar pada siswa tentang isu sampah, agar mereka mau mengelola sampahnya demi terwujudnya lingkungan menjadi lebih bersih. Suatu media pembelajaran interaktif merupakan suatu teknologi baru guna mengubah cara kegiatan belajar mengajar lebih efektif dengan sangat menyenangkan. Dalam proposal ini penulis membuat dan merancang sebuah media pembelajaran interaktif game edukasi berbasis android untuk mempermudah pemahaman mempelajari pengelolaan sampah.  MPI Berbasis Android SEGO JANGKRIK ini penulis menginovasi konsep penyampaian dan pembelajaran dengan menggunakan MPI dalam aplikasi android yang memadukan gambar, audio dan animasi untuk konten yang lebih menarik. Dengan adanya inovasi tersebut diharapkan menebarkan kesadaran tentang pentingnya mengelola sampah, memiliki rasa cinta kebersihan dan menularkannya kepada orang lain. Jika itu terus disebarluaskan, dampaknya akan semakin besar. Semua dimulai dari hal yang kecil, mari kita mulai dari langkah kecil dan mulai dari diri sendiri. Jika kita terus tekun, itu akan berdampak besar.

    Kata Kunci : Media Pembelajaran Interaktif, sampah, pengelolaan sampah, Belajar

    ">Lihat lebih besar
    SEGO JANGKRIK
    Kategori Umum
  • PORTABLE WATER PURIFICATION MACHINE : TEKNOLOGI MEMBRAN KERAMIK TANAH LIAT SEBAGAI SOLUSI KEBUTUHAN AIR BERSIH
    Kategori Umum
  • Batang sereh yang selama ini sangat terkenal sebagai salah satu bumbu dapur pada umumnya belum terlalu banyak digali baik itu manfaat dan potensinya. Pemanfaatan dan potensinya masih sangat konvensional, yaitu digunakan sebagai bumbu dapur atau campuran formula herbal untuk pengobatan. Minyak Urut merupakan salah satu bahan pengobatan yang sangat populer di masyarakat Indonesia terutama kalangan lansia yang digunakan sebagai obat oles saat terjadi nyeri sendi atau rematik. Selama ini obat urut yang digunakan dalam pengobatan  sering menggunakan balsam, koyo, dan minyak urut yang dengan mudahnya mereka beli diwarung ataupun toko obat, dan hal semacam ini masih terpusat pada zat sintetis (buatan) dalam produksi seperti halnya minyak urut. Hal inilah yang juga menjadi salah satu motivasi dalam kegiatan KRENOVA Kudus kali ini. Kegiatan yang akan dilaksanakan berupa pembuatan minyak urut dengan minyak dari sari batang sereh yang didapat dari tanaman sereh asli kudus. Rangkaian kegiatan dilaksanakan dalam 2 tahap, meliputi pengenalan MIREH secara menyeluruh serta prospek pasarnya di lingkup kabupaten Kudus dan tahap pembuatan MIREH. Pembuatan produk minyak urut dengan bahan alami dari sari batang sereh ini diharapkan dapat menjadi peluang-peluang bisnis yang akan semakin terbuka untuk pemanfaatan bahan baku batang sereh dengan cara produksi MIREH dan menjadi salah satu alternatif solusi masyarakat agar lebih berdaya secara ekonomi di tengah pandemi.

    Kata kunci : Minyak urut, sereh, bahan alami, Kudus

    ">Lihat lebih besar
    MIREH (MINYAK URUT SEREH) DARI BATANG SEREH (Cymbopogon nardus)
    Kategori Umum
  • REKAYASA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKROHIDRO (PLTMh)
    Kategori Umum
  • “PEMANFAATAN EKSTRAK BUAH PARIJOTO SEBAGAI SUNBLOCK UNTUK MELINDUNGI KULIT DARI SINAR UV”
    Kategori Umum
  • BOKES (Bakso Sehat)
    Kategori Umum
  • INOVASI BIJI KOPI UNFILTER SEBAGAI AROMATHERAPY GUNA MENINGKATKAN NILAI EKONOMIS PRODUK PETANI KOPI MURIA
    Kategori Umum
  • Pemanfaatan Hebel Rijek atau Patah Menjadi Karya Seni
    Kategori Umum
  • Jawa Puzzle
    Kategori Umum
  • Pembudidayaan Madu Lebah Klanceng (Trigona Sp) Di Lereng Gunung Muria
    Kategori Umum
  • Gosok Jas Merah
    Kategori Umum
  • PEMANFAATAN LIMBAH KOPI JETAK SEBAGAI AROMATIC CANDLE LIGHT COFFEE JETAK
    Kategori Umum
  • Ampas tebu merupakan limbah tanaman tebu yang telah dimanfaatkan sari airnya sebagai bahan baku pembuatan gula dan minuman. Di Indonesia tebu banyak dibudidayakan di daerah Sumatera dan Jawa, umumnya masyarakat mengetahui bahwa tebu hanya dimanfaatkan untuk membuat gula pasir dan minuman sari tebu, tetapi dalam hal ini kami mencoba untuk memanfaatkan hasil samping tebu menjadi suatu kerajinan yang mempunyai nilai ekonomi tinggi karena serat ampas tebu sendiri memiliki karakteristik potensial untuk dimanfaatkan sebagai material dasar produk pakai dengan ciri yang kuat dan tahan serta memiliki ciri khas visual yang alamiah keindahannya. Kami membuat inovasi pot dari hasil samping tebu dengan dilengkapi motif perca batik yang dapat memberikan berbagai manfaat dan tujuan seperti 1) memberikan pengetahuan kepada masyarakat bahwa limbah tebu dapat diolah menjadi pot yang ramah lingkungan. 2) mengenalkan bahwa hasil samping tebu mempunyai nilai ekonomi tinggi agar tidak dipandang sebelah mata oleh masyarakat. 3) mengetahui prospek usaha kreasi pot hasil smapingtebu di lingkungan masyarakat. 4) menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan pelajar/mahasiswa untuk mendorong terciptanya wirausaha baru. Metode pelaksanaan program usaha pot ini terdiri atas empat proses yaitu perencanaan usaha, produksi, publikasi dan pemasaran, serta evaluasi. Inovasi ini diharapkan mampu menciptakan peluang usaha mandiri yang begerak di sektor industri rumahan dan meningkatkan kreativitas mahasiswa dalam menemukan hasil karya yang bermanfaat bagi masyarakat.

    Kata kunci : ampas tebu, pot limbah tebu, inovasi

    ">Lihat lebih besar
    INOVASI KREATIF POT DARI HASIL SAMPING AMPAS TEBU YANG RAMAH LINGKUNGAN DILENGKAPI MOTIF PERCA BATIK SEBAGAI PENGENALAN BUDAYA LOKAL
    Kategori Umum
  • PROTOTYPE SISTEM PENGENDALI DAN MONITORING KONSUMSI PEMAKAIAN LISTRIK SEBAGAI UPAYA PENGHEMAT ENERGI LISTRIK RUMAH INDEKOS BERBASIS IOT
    Kategori Umum
  • Pengelolaan Limbah Masker Menjadi Bahan Baku Geotexstile.
    Kategori Umum
  • ORANTINE (ORNAMENTAL PLANT MEDICINE)
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • PEKA GAYS” RUMPUT GAJAH (PENNISETUM PUPUREUM) DAN SEKAM PADI SEBAGAI MATERIAL EGGS TRAY BERINSULASI

    Riskia Khanifa1), Aida Himmatul Ulya2),Ayu Setianingrum3)

    Madrasah Aliyah Negeri 1 Kudus

    ABSTRAK

     

    Hasil produksi telur yang cukup tinggi membuat Indonesia harus mempersiapkan segala hal dalam menunjang keefektifan kualitas ruang lingkup standar mutu pada telur, salah satunya yakni standar mutu pada penyimpanan telur. Egg tray merupakan wadah telur yang terbuat dari kertas dan karton. Namun dalam proses pembuatannya, egg tray dengan kualitas baik diharuskan setidaknya menggunakan 13 ton karton bekas sementara itu untuk produksi kayu hutan alam sebagai bahan baku utama dalam pembuatan kertas sudah mulai berkurang. Bukan hanya itu saja, dalam proses pendinginan dalam mempertahankan kesegaran suatu bahan makanan menggunakan alat elektronik seperti kulkas dinilai kurang ramah lingkungan karena dapat menyebabkan peningkatan global warming. Berdasarkan permasalahan tersebut, perlu alternatif berupa aplikasi rumput gajah dalam pembuatan egg tray yang dikombinasikan dengan bahan berinsulasi yakni sekam padi. Rumput gajah mengandung selulosa 32,4% dan lignin 12,6% serta kandungan serat sehingga berpotensi digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan egg tray pengganti karton. Sedangkan, sekam padi memiliki ukuran partikel lebih kecil, sifat mekanis yang baik, elastis, ukuran stabil, memiliki permukaan yang kuat, tahan air dan tahan tekanan sehingga berpotensi dijadikan bahan berinsulasi. Pada proses produksi egg tray sebagai produk nyata dibutuhkan suatu perekat yang akan menentukan kualitas teknis dari produk yang dihasilkan, salah satu perekat yang dinilai ekonomis dan ramah lingkungan yakni perekat urea-formaldehida. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan parameter penelitian berupa uji ketebalan, uji daya serap air, uji kuat tarik, dan uji ketahanan telur. Adanya egg tray ini diharapkan dapat membantu para pengusaha peternak unggas dalam mendapatkan tempat penyimpanan telur yang ekonomis dan memperpanjang daya simpan telur. Selain itu, penggunaan rumput gajah dan sekam padi diharapkan dapat berkontribusi meminimalisir penggunaan kayu  dan global warming yang berkelanjutan.

    Kata kunci : Egg tray, rumput gajah, sekam padi

    ">Lihat lebih besar
    “PEKA GAYS” RUMPUT GAJAH (PENNISETUM PUPUREUM) DAN SEKAM PADI SEBAGAI MATERIAL EGGS TRAY BERINSULASI
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • FE-O BLUE
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Nanokomposit Berbahan Chlorella vulgaris dan Spirulina plantesis Sebagai Bahan Papan Partikel
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Pupuk Slow Release  Berbasis Kitosan Jamur Tiram Dengan Penambahan Ekstrak Keong Mas Sebagai Biostimulan

                       Ayu Setianingrum1), Alysia Nida Aurora2), Aida Himmatul Ulya3)

                Madrasah Aliyah Negeri 1 Kudus

                ABSTRAK

                      Indonesia merupakan negara agraris yang sebagian besar penduduknya bekerja dibidang pertanian. Pertanian mempunyai peranan yang sangat Penting dalam program ketahanan pangan nasional. Pertanian sebagai penopang bahan pangan utama di Indonesia dihadapkan pada permasalahan kritisnya lahan pertanian akibat kurangnya unsur hara dalam tanah. Kesuburan tanah pertanian Indonesia dari tahun ke tahun selalu mengalami penurunan, hal ini menjadikan tingkat produksi tanaman pertanian baik pada sektor tanaman pangan, perkebunan maupun tanaman hortikultura menjadi menurun. Lahan-lahan pertanian di Indonesia sudah lebih dari 60% dalam kondisi kritis. Menurut Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (2005) menunjukkan bahwa luas area lahan kritis di Indonesia mencapai 52,5 juta hektar. Faktor yang mempengaruhi kritisnya lahan pertanian  adalah pengunaan pupuk kimia yang belebihan. Penggunaan pupuk kimia semakin memperparah kondisi lahan pertanian jika digunakan dalam jangka waktu yang lama. Berdasarkan permasalahan tersebut, perlu alternativ berupa inovasi pupuk Slow Release berbahan kitosan jamur tiram dengan penambahan ekstrak keong mas sebagai biostimulan. Jamur Tiram mengandung protein, kitin dan mineral. Sebesar 28% asam lemak jenuh dan polisakarida kitin yang terkandung dalam jamur tiram. Sedangkan keong mas memiliki kandungan kitin yang cukup besar dan unsur-unsur lain yang dapat menyuburkan tanah. Adapun metode penelitian ini adalah metode rancangan acak kelompok (RAK) dengan parameter yang diamati berupa tinggi tanaman, jumlah anakan, warna daun dan jumlah daun. Penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan pupuk Slow Release  yang bermanfaat untuk petani dalam meningkatkan produktivitas hasil pertanian.

                Keyword : Pupuk Slow Release, Kitosan Jamur Tiram, Keong Mas, Biostimulan

     

     

    ">Lihat lebih besar
    Pupuk Slow Release Berbasis Kitosan Jamur Tiram Dengan Penambahan Ekstrak Keong Mas Sebagai Biostimulan
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • ABSTRAK
    Penggunaan plastik sudah menjadi hal biasa bagi masyarakat Indonesia bahkan dunia dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga, jumlah sampah plastik juga meningkat setiap tahun. Indonesia memiliki populasi pesisir sebesar 187,2 juta setiap tahunnya menghasilkan 3,22 juta ton sampah plastik yang tidak terkelola dengan baik. Penggunaan plastik yang sering ditemui yaitu sedotan plastik, diperkirakan pemakaian sedotan plastik di Indonesia setiap hari mencapai 93.244.847 batang. Sampah plastik pada umumnya dapat didaur ulang namun tidak dengan penilaian yang rendah dan sulit didaur ulang, maka tidak ada pelaku daur ulang yang mengambil keputusan. Hal ini berdampak pada peningkatan sedotan plastik karena tidak adanya tindakan daur ulang.Selain masalah sampah juga terdapat masalah gizi pada anak di Indonesia yang disebabkan oleh kurangnya konsumsi sayuran dan buah. Data dari riset Pusat Penelitian dan Pengembangan Upaya Kesehatan Masyarakat tahun 2014 menyatakan bahwa sebanyak 97,7% untuk anak Indonesia yang berusia di bawah lima tahun kurang dalam mengonsumsi sayur dan buah.Oleh karena itu, kami membuat inovasi baru berupa pembuatan edible straw dari limbah kulit sukun untuk mengatasi limbah sedotan plastik yang aman untuk dikonsumsi (edible straw) serta dapat mudah terurai untuk meminimalisir masalah sampah sedotan plastik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) metode 2 faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi karagenan (K) yang terdiri dari 2 level yaitu 2% (b/b) dan 4% (b/b) hingga 400 gram nanas murni.Faktor kedua adalah sorbitol (S) konsentrasi yang terdiri dari 2 taraf yaitu 8% (v/b) dan 10% (v/b) untuk 400 gram sukun murni. Analisis organoleptik dilakukan menggunakan uji hedonic yang meliputi warna, aroma, rasa, tekstur, kemudahan membantu, dan secara keseluruhan.Melalui inovasi tersebut diharapkan dapat mengatasi masalah sampah sedotan plastik yang masalah gizi pada anak di Indonesia. 
    Kata Kunci:Plastik, Edible Straw, Organoleptik

    ">Lihat lebih besar
    Pembuatan Edible Straw dari limbah kulit sukun (Artocarpus Altilis) sebagai Upaya untuk Mengurangi Limbah Sedotan Plastik
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • SACAVATIVE SPRAY
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • SUGARISH (Gula Cair Rendah Kalori dari Ampas Tebu)
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Abstrak

    Pada tahun 2020 covid meningkat pesat di Indonesia,dikarenakan covid yang meningkat pada tahun tersebut membuat semua orang harus memakai masker agar menghindari penularan virus tersebut.Berdasarkan data LIPI, jumlah timbunan limbah berbahaya dan berbahaya (B3) di Indonesia, termasuk masker dan alat pelindung diri (APD), mencapai 1.662,75 ton selama pandemi, yakni selama bulan Maret hingga September 2020 penggunaan masker di indonesia meningkat. Padahal, dalam limbah masker terdapat bahan plastik (polyester) yang terdapat dalam limbah masker medis dapat digunakan sebagai penguat dalam pembuatan bahan, salah satunya adalah batu bata. tanpa campuran bahan-bahan lain.Batu bata memiliki karakteristik yang mudah dan perbaikan terhadap udara sehingga perlu penambahan komposisi berupa jenis plastik salah satunya dengan menggunakan limbah medis medis. Prosedur penelitian meliputi pelelehan masker, pembuatan batu bata dengan pencampuran masker dan pengujian. Kombinasi tanah liat dan masker yang digunakan adalah 1:1, 1:2, dan 2:1. Penambahan limbah masker pada batu bata diharapkan mampu membuat batu bata menjadi ringan dan tahan pecah. Selain itu dengan adanya limbah masker pada batu bata dapat membuat struktur batu bata menjadi lebih kuat dan dapat mengurangi limbah masker medis terutama saat pandemi seperti saat ini. Prosedur penelitian meliputi pelelehan masker, pembuatan batu bata dengan pencampuran masker dan pengujian.Kombinasi tanah liat dan masker yang digunakan adalah 1:1, 1:2, dan 2:1. Penambahan limbah masker pada batu bata diharapkan mampu membuat batu bata menjadi ringan dan tahan pecah. Selain itu dengan adanya limbah masker pada batu bata dapat membuat struktur batu bata menjadi lebih kuat dan dapat mengurangi limbah masker medis terutama saat pandemi seperti saat ini. Prosedur penelitian meliputi pelelehan masker, pembuatan batu bata dengan pencampuran masker dan pengujian. Kombinasi tanah liat dan masker yang digunakan adalah 1:1, 1:2, dan 2:1. Penambahan limbah masker pada batu bata diharapkan mampu membuat batu bata menjadi ringan dan tahan pecah.Selain itu dengan adanya limbah masker pada batu bata dapat membuat struktur batu bata menjadi lebih kuat dan dapat mengurangi limbah masker medis terutama saat pandemi seperti saat ini.

    Kata Kunci  : Batu bata, Limbah, Masker Medis

    ">Lihat lebih besar
    BLIMA : Rekayasa Batu Bata Dari Limbah Masker Sebagai Upaya Penanggulangan Limbah Medis di Kabupaten Kudus
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • “CI TANG-SANG”

    (SABUN CUCI PIRING DARI BATANG PISANG)

    Disusun untuk Mengikuti Lomba Kreativitas dan Inovasi (KRENOVA)

     Tahun 2022

     

     

       

     

     

    Oleh

    SHELLA AYU RAHMADANI

     

    PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH

    DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

    SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 3 KUDUS

    Jalan Babalan – Prawoto, Kalirejo, RT 02, RW 04, Undaan, Kudus, 59372

    Telepon: (0291) 4257006 – Email: smk3.kds@gmail.com – website: www.smk3kudus.sch.id

     

     

    ABSTRAKSI

    Limbah batang pisang belum termanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. Batang pisang ditebang dan dibiarkan membusuk, menimbulkan dampak kurang baik, mencemari dan mengurangi keindahan lingkungan. Batang pisang mengandung fitokimia yaitu saponin, flavonoid, dan tannin yang menghambat pertumbuhan bakteri. Penulis membuat sabun cuci piring dengan nama “Ci Tang-Sang. Penambahan saponin dari batang pisang sebagai surfaktan dalam sabun berfungsi untuk anti bakteri pada peralatan makanan dan penggunaan spons yang salah. Bahan alami lain yang penulis inovasikan yaitu penambahan daun sirih, daun kelor, dan pewarna alami daun suji, kulit buah naga dan bunga telang, dengan pelarut limbah air AC. Hasil Uji Karakteristik “Ci Tang-Sang” menunjukkan pH 6-7, menolak pertumbuhan bakteri, dan uji stabilitas busa 10-15 cm. Terbukti “Ci Tang-Sang” dengan ekstrak saponin dari batang pisang dan bahan alami lainya memiliki kualitas yang baik dan memenuhi standar kualitas yang ditetapkan. Harga produk “Ci Tang-Sang” dijual sebesar Rp. 6000 per 500 ml.

     

    Kata Kunci: "Ci Tang-Sang", Sabun Cuci Piring, Anti Bakteri,  Limbah Batang Pisang

    ">Lihat lebih besar
    “CI TANG-SANG” (SABUN CUCI PIRING DARI BATANG PISANG)
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • ABSTRAK 

    Hipertensi menjadi masalah kesehatan dengan morbiditas dan mortalitasnya yang tinggi. beberapa faktor yang diketahui menyebabkan terjadinya penyakit hipertensi terdiri dari faktor penyebab yang dapat ditentukan dan faktor penyebab yang tidak dapat dikendalikan. Riskedsdas 2007 menjelaskan penyakit hipertensi menduduki peringkat tiga setelah stroke dan tuberkulosis . Peningkatan penyakit hipertensi, dibutuhkan inovasi baru untuk menghindari masalah yang terjadi dengan cara membuat minuman kesehatan yang kaya akan kalium dari pakcoy.. Minuman olahan yang mengandung kalium ini bisa menyembuhkan penyakit hipertensi. Daun pakcoy ini juga mengandung kalium yang tinggi. Bahan lain yang dapat menunjang dalam pembuatan minuman olahan kaya kalium adalah madu, apel, dan nanas.Kalium adalah mineral penting yang diperlukan tubuh dalam keseimbangan cairan tubuh, untuk kontraksi otot, dan menjaga kesehatan sistem saraf. Hasil pengujian organoleptik pada sampel 1, 2, dan 3 yang memiliki perbedaan dilihat dari rasa, aroma, dan tekstur. Pada pengujian antara sampel 1, 2, dan 3 terlihat bahwa para panelis sangat menyukai rasa dari sampel 3 . Nilai rata-rata rasa sampel 3 lebih tinggi dibandingkan dengan sampel 1 dan 2, dengan komposisi 60% pakcoy, 10% apel, 10% nanas, 5% madu dan 15% air. Penelitian ini diharapkan mampu memberikan inovasi sebagai upaya pemanfaatan nilai tambah dari tanaman pakcoy. dan tekstur. Pada pengujian antara sampel 1, 2, dan 3 terlihat bahwa para panelis sangat menyukai rasa dari sampel 3 .Nilai rata-rata rasa sampel 3 lebih tinggi dibandingkan dengan sampel 1 dan 2, dengan komposisi 60% pakcoy, 10% apel, 10% nanas, 5% madu dan 15% air. Penelitian ini diharapkan mampu memberikan inovasi sebagai upaya pemanfaatan nilai tambah dari tanaman pakcoy. dan tekstur. Pada pengujian antara sampel 1, 2, dan 3 terlihat bahwa para panelis sangat menyukai rasa dari sampel 3 . Nilai rata-rata rasa sampel 3 lebih tinggi dibandingkan dengan sampel 1 dan 2, dengan komposisi 60% pakcoy, 10% apel, 10% nanas, 5% madu dan 15% air. Penelitian ini diharapkan mampu memberikan inovasi sebagai upaya pemanfaatan nilai tambah dari tanaman pakcoy.

    Kata kunci: Hipertensi, Pakcoy, Kalium .

    ">Lihat lebih besar
    (PAK C DRINK) Produk Minuman Segar Olahan Tanaman Pakcoy (Brassica rapa subsp. Chinensis) Kaya Kalium Untuk Penderita Hipertensi
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • ROSSAN
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • “BIO-DOTS“

      Serum Pertumbuhan Tanaman Hidroponik dan Hias dari Karbon Nanodots Limbah Blotong Pabrik Gula Merah Kota Kudus sebagai Inovasi Produk Unggulan yang Ramah Lingkungan

    Riskia Khanifa

    Madrasah Aliyah Negeri 1 Kudus

    Jalan Conge, Ngembal Rejo, Bae, Kudus

    ABSTRAK

    Indonesia merupakan negara agraris yang mana sektor pertaniannya memiliki prospek yang baik bagi perekonomian nasional. Tanaman hidroponik dan hias merupakan salah satu dari produk hasil pertanian yang banyak dibudidayakan oleh kalangan masyarakat. Namun dikarenakan luas wilayah penanamannya yang tidak terlalu besar jika dibandingkan dengan tanaman yang ada di daerah perkebunanan berdampak pada kualitas daerah serapan nutrisi tumbuhan tersebut. Salah satu solusi yang dapat diterapkan yakni dengan pemberian serum. Blotong merupakan limbah yang dihasilkan oleh pabrik gula merah mengandung Karbon C (26,51%), Nitrogen (1,04 %), Nisbah C/N (25,62), Fospat (6,142%), Kalium (0,485 %), Natrium (0,082%) Calsium (5,785%), Magnesium (0,419%), Besi (0,191%), Mangan (0,115%) yang mana berpotensi digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan serum pertumbuhan. Keberadaan unsur karbon dalam blotong menjadi potensi tersendiri limbah ini untuk dijadikan sebagai karbon nanodots yang merupakan penggunaan bahan organik sebagai nanopartikel dalam mengikat dan membawa unsur hara dalam tanaman mampu meningkatkan keefektifan serapan unsur hara. Dari pembahasan tersebut didapatkan solusi yakni berupa inovasi serum pertumbuhan tanaman hidroponik dan hias dari limbah blotong pabrik gula merah yang diberi nama Bio-Dots

    Keyword: Bio-Dots, Blotong, Hidroponik, Serum

    ">Lihat lebih besar
    “BIO-DOTS“ Serum Pertumbuhan Tanaman Hidroponik dan Hias dari Karbon Nanodots Limbah Blotong Pabrik Gula Merah Kota Kudus sebagai Inovasi Produk Unggulan yang Ramah Lingkungan
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • BIOFUNGAL
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Handwash Mijeludu Sabun Cuci Tangan Cair dari Minyak Jelantah dan Buah Mengkudu
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • DeCivia (Dental Citrus aurantiifolia – Stevia rebaudiana)
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Ayam petelur merupakan ayam yang dipelihara dengan tujuan untuk menghasilkan telur. Ayam ras petelur merupakan ayam penghasil telur dengan produktivitas tinggi. Banyak peternakan ayam yang dirasa mulai mengganggu masyarakat karena bau yang dihasilkan. Bau kandang yang menyengat utamanya bersumber dari gas ammonia (NH3) yang dihasilkan feses ayam. Selain itu, sektor peternakan juga dilaporkan ikut menyumbang sekitar 64% gas ammonia yang ada diatas atmosfer. Suhu tubuh ayam relatif stabil pada kisaran 40-41oC. Saat suhu terlalu dingin ataupun terlalu panas, ayam akan merespon dengan meningkatkan metabolisme untuk menghasilkan panas tubuh dan ayam akan lebih sering minum dibanding makan, sehingga terjadi gangguan metabolisme tubuh. Selain itu meningkatnya populasi ayam petelur yang mampu memproduksi telurnya antara 250-280 butir per tahunnya membuat peternak kewalahan dalam memeliharanya dan bisa mengakibatkan dampak buruk apabila tidak baik dalam memeliharanya, ayam ras petelur mudah terserang berbagai penyakit, sehingga upaya pencegahan harus terus dilakukan secara teratur baik dengan cara mengontrol kebersihan kandang dan suhu.  Berdasarkan permasalahan tersebut, perlu solusi berupa Chicken Farm Based IoT (Internet of Things)”. CBT dirancang dengan 5 sensor yaitu sensor MQ-135, sensor suhu DHT 22, sensor modul sinar laser dan LDR serta Node MCU ESP 8266 sebagai mikrokontroler semua sensor tersebut. Cara Kerja CBT yaitu Ketika sensor MQ-135, sensor suhu DHT 22, serta Node MCU ESP 8266  tersebut mendeteksi keberadaan gas NH3 serta suhu melebihi ambang batas yang telah ditentukan maka kipas DC akan menyala secara otomatis dan mengalirkan gas NH3 menuju adsorben yang terbuat dari  zeolite, tempurung kelapa dan lidah mertua. Ketika suhu dingin maka kipas DC akan mati, ketika suhu panas maka peltier/pendingin akan menyala. Adapun modul sinar laser akan memancarkan sinar laser menuju ke sensor LDR, apabila sinar laser tertutup oleh telur, maka akan terdeteksi adanya telur ayam kemudian akan mengirimkan notifikasi ke HP android bahwa telur ayam siap di ambil. Hasil monitoring suhu kelembaban kandang ayam dan deteksi telur dapat diakses menggunakan aplikasi blynk yang ada di android. CBT diharapkan dapat mengurangi kadar gas amonia pada kandang ayam serta mempermudahkan peternak ayam dalam proses monitoring suhu dan kelembaban serta mendeteksi keberadaan telur yang keluar yang dapat dilakukan dengan jarak jauh.

    Kata Kunci: Ayam petelur, Gas ammonia, Internet of Things.

    ">Lihat lebih besar
    CBT
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Daun kelor ( Moringa oleifera L.) merupakan salah satu jenis tanaman yang mudah tumbuh di daerah tropis. Tanaman kelor ini memiliki rasa yang hambar dan mempunyai aroma yang kurang baik. Namun di balik rasa hambar tersebut, tanaman kelor  merupakan salah satu tanaman yang multiguna dan memiliki zat antioksidan antara lain zat besi, isothiocyanate, fenol, fitosterol dan glaukopyraniside. Tanaman ini juga mengandung komponen kimia yang sangat tinggi, misalnya protein, vitamin, kalium dan kalsium. Daun kelor juga memiliki banyak sekali manfaat antara lain sebagai antikolestrol, antidiabetika, antihipertensi, imunomodulator, dan antikanker.

                    Masyarakat sering mengonsumsi daun kelor dalam bentuk segar, biasanya dibuat sayur bening, kuluban, pecel hingga dalam bentuk rebusan dan sarinya yang diminum buat pengobatan. Oleh karena itu, penulis menghadirkan  alternatif lain dalam mengolah daun kelor menjadi serbuk.

    Tujuan dari penulis membuat sediaan serbuk instan daun kelor adalah memudahkan dalam mengonsumsi daun kelor, membuat cita rasa daun kelor yang hambar menjadi berbeda dari sediaan daun kelor segar yang baru dipetik dan membuat alternatif pengobatan non kimia untuk terapi pengobatan penderita Diabetes mellitus, kolestrol dan hipertensi.

                Menurut penelitian kadar glukosa dalam tubuh dapat menurun sebanyak 7,2 mg/dl dengan mengonsumsi daun kelor sebanyak 10% kandungan instan daun kelor. Dalam sediaan instan daun kelor mengandung murni daun kelor dan gula sebagai pengawet alami dan pembuat kristal alami.

    ">Lihat lebih besar
    PEMANFAATAN DAUN KELOR UNTUK PENGOBATAN ANTIKOLESTROL, ANTIHIPERTENSI& ANTIDIABETIKA DALAM SEDIAAN INSTAN
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • SEDIAAN KULIT BUAH NAGA MERAH (HylocereusPolyrhizus) SEBAGAI ANTIKOLESTEROL DAN ANTIKANKER DALAM SEDIAAN SERBUK INSTAN
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Serundeng Jahe dari Ampas Minuman Herbal
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • SIMPYS (SIMPLE PYROLYSIS)
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • FESHBEN (Fertilizer from Eggshell Waste and 6-benzylaminopurine)
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Ikan merupakan komoditas basah yang sangat rentan terhadap kerusakan atau pembusukan. Penggunaan plastik seringkali menjadi solusi sebagai pembungkus kemasan ikan yang berfungsi untuk memperlambat atau menghambat pembusukan ikan. Plastik merupakan bahan non-biodegradable yang tidak ramah lingkungan. Oleh karena itu, perlu adanya inovasi produk kemasan yang dapat menggantikan peran plastik sebagai pembungkus makanan yang ramah lingkungan, dan dapat menggantikan peran plastik sebagai kemasankemasan makanan. Dalam penelitian ini, kami menyempurnakan inovasi edible film sebelumnya dengan pelengkapnya dengan menggunakan sensor kesegaran berbasis antosianin parijoto, sebagai pemantau kualitas makanan kemasan dengan mereaksikan suatu senyawa dengan senyawa lain, yang dihasilkan oleh produk sebagai hasil pertumbuhan dan aktifitas mikroba. Penggunaan plastik dalam makanan dapat merugikan konsumen karena bersifat karsinogenik dan beracun. Oleh karena itu, perlu dikembangkan indikator pH yang ramah lingkungan dan aman dikonsumsi dengan menggunakan antosianin. Antosianin merupakan golongan senyawa kimia organik yang dapat larut dalam pelarut polar, dan bertanggung jawab memberikan warna oranye, merah, ungu, biru, hingga hitam pada tumbuhan tingkat tinggi seperti bunga, buah, biji, sayuran, dan umbiumbian. umbi-umbian. Parijoto mengandung pigmen antosianin yang dapat digunakan untuk pewarna makanan alami melalui proses ekstraksi menggunakan pelarut asam. Pigmen parijoto dipilih karena lebih aman dikonsumsi dan banyak tersedia di alam. Dalam mendeteksi ikan, antosianin parijoto akan berubah menjadi hijau kebiruan jika ikan membusuk. Hal ini dikarenakan antosianin parijo bereaksi dengan gas amoniak dari ikan busuk yang bersifat basa sehingga berubah warna. Indikator kesegaran dirancang untuk merespon bahan kimia yang dilepaskan selama proses pembusukan makanan, yang terbuat dari antosianin parijoto. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembuatan edible film dari tepung MOCAF dengan plasticizer gliserol, dan mengembangkan inovasi sebelumnya dengan menerapkan sensor kesegaran ikan berbasis indikator antosianin Parijoto. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji karakteristik edible film, uji organoleptik, aplikasi smart packaging, waktu respon, waktu pemakaian, dan perubahan warna. Analisis data menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif.
    Kata kunci : Plastik, Smart Packaging, edible film, Antosianin, Parijoto, ikan.

    ">Lihat lebih besar
    Edible Film Berteknologi Sensor Kesegaran Ikan Berbasis Indikator Antosianin Parijoto
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Hasil Riset Kesehatan Dasar. menunjukkan hampir seluruh penduduk Indonesia mengalami karies gigi. Makanan kariogenik merupakan faktor penyebab utama terjadinya karies gigi salah satunya mikroorganisme. gigi dan waktu. Gula yang terolah seperti glukosa, terutama sukrosa sangat efektif menimbulkan karies karena menyebabkan turunnya pH saliva dihawah 5,5 secara drastis dan memudahkan terjadinya demineralisasi. Untuk mengetahui karies gigi, dengan menginovasikan Candy Manis sebagai edukasi dini karies gigi berbahan bunga sepatu dan pacar air. Menurut Standar Industri Indonesia, candy adalah jenis makanan selingan berbentuk padat dari gula atau pemanis lainnya. Titrasi asam-basa memerlukan indikator untuk menunjukkan perubahan warna pada setiap interval derajat keasaman. Indikator sintetis yang digunakan ini mempunyai beberapa kelemahan seperti polusi kimia, ketersediaan dan biaya produksi mahal. Adanya penelitian dilakukan untuk menggantikan indikator sintetis dengan indikator alami dari ekstrak mahkota bunga sepatu dan hunga pacar air. Ekstrak bunga sepatu diketahui dapat menunjukan hasil perubahan warna yang spesifik terhadap larutan asam-hasa. Sifat ini dapat diterapkan sebagai indikator alami pengganti indikator sintetis yang harganya mahal. Perubahan warna yang ditunjukan oleh larutan jenuh bunga pacar air dapat diuji dengan larutan buffer yang mempunyai pH 1-14, maka diperoleh pH jarak perubahan warna indikator larutan jenuh bunga pacar air sebagai indikator asam basa pada pH 8-11 untuk pacar air warna merah. pH 9-11 untuk pacar air warna ungu dan pH 11-12 untuk pacar air warna merah jambu. Hasil penelitian menunjukan bahwa larutan bunga sepatu dan pacar air dapat digunakan dalam titrasi asam kuat dan hasa kuat serta titrasi asam lemah dengan basa kuat.

    Kata kunci : karies gigi, pH, bunga sepatu, bunga pacar air.

    ">Lihat lebih besar
    DECAGI
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • KRUSOR
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • PEMANFAATAN LIMBAH CANGKANG KERANG SEBAGAI CAMPURAN PEMBUATAN PAVING
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • JENGKELIN (JELLY KENYAL INSULIN) PERMEN JELLY PENCEGAH DIABATES
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • BILUH ANTI RUST : Cairan Anti Karat Untuk Kendaraan Berbahan Organik Ekstrak Belimbing Wuluh
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • KRUSOR
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • IMPLEMENTASI PUPUK EMIRASE BERBAHAN ORGANIK UNTUK MENINGKATKAN KESUBURAN TANAMAN
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Pada masa panen singkong, target rasional yang bisa dicapai petani di Indonesia 40-60 per hektar. Pencapaian yang didapat mengakibatkan produksi singkong tinggi. Kelebihan produksi singkong memunculkan inovasi pembuatan singkong melalui proses fermentasi. Daya saing petani terhadap era globalisasi semakin sulit. Memunculkan ide untuk merancang sebuah alat guna membantu para petani di Indonesia dalam mempermudah pembuatan tapai. Tapai Singkong merupakan makanan olahan asli Indonesia yang telah melalui proses fermentasi. Dalam proses fermentasi, ragi dan bakteri mengubah karbohidrat, seperti pati dan gula menjadi alkohol atau asam yang berperan sebagai pengawet alami. Gas karbondioksida menentukan kadar kematangan pada tapai. Pada penelitian ini menggunakan sensor MQ-135 untuk mendeteksi gas karbondioksida pada proses fermentasi tapai singkong. Apabila kadar karbondiksida tinggi, aroma tapai semakin menyengat. Dengan mengetahui tingkat kadar karbondioksida, didapatkan bahwa apakah singkong tersebut sudah matang atau terlalu matang untuk dikonsumsi. Ketika tingkat karbondioksida tinggi, maka indikator suara dari buzzer akan akan berbunyi yang menandakan tapai sudah mencapai tingkat kematangan yang pas. Tapai singkong yang difermentasi pada suhu 30-35 derajat Celcius dalam kurun waktu 24 jam sudah bisa dikatakan matang yang ditandai dengan perubahan tekstur, warna, aroma, dan rasa.  Hasil pembacaan sensor akan dikirimkan via internet menuju ke aplikasi blynk di HP pengguna, sehingga pengguna dapat dengan mudah memantau tingkat kematangan pada tapai. Tujuan dari penelitian ini adalah mempermudah pembuatan tapai singkong guna meningkatkan nilai ekonomi petani di Indonesia.

    Kata Kunci  : tapai singkong, thingspeak, MQ-135

    ">Lihat lebih besar
    AFORMASI ( Alat Fermentor Singkong ) Berbasis IoT untuk Meningkatkan Nilai Ekonomi Petani di Indonesia
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • SARE
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • MENJAGA KESEHATAN JANTUNG DENGAN KOMUGAJU (KOPI MURIA ALGA HIJAU)
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • SMART FOOTWARE FOR DISABILITY
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi yang dihadapi di dunia, khususnya di negara-negara miskin. Stunting menjadi permasalahan karena berhubungan dengan meningkatnya risiko terjadinya kesakitan dan kematian, perkembangan otak suboptimal sehingga perkembangan motorik terlambat dan terhambatnya pertumbuhan mental. Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek dari standar usianya. Stunting merupakan bentuk kegagalan pertumbuhan (growth faltering) akibat akumulasi ketidak cukupan nutrisi yang berlangsung lama mulai dari kehamilan sampai usia 2 tahun. Permasalahan tersebut dapat di cegah dengan gizi makanan yang seimbang. Beberapa masalah tersebut hampir sering terjadi, biasanya di akibatkan oleh seorang ibu yang salah dalam pemilihan makanan bergizi untuk anak. Pada kasus tersebut kami berinisiatif untuk membuat biskuit dengan bahan pangan ubi kuning dan daun kelor untuk meminimalisir kasus kekurangan gizi pada anak. Bahan yang terkandung dalam biskuit ini adalah ubi kuning atau ubi jalar kuning. Ubi jalar merupakan salah satu komoditas bahan pangan yang unik karena memiliki beberapa varietas dengan karakteristik dan keunggulan. Ubi jalar kuning memiliki fleksibilitas yang tinggi dalam pengolahan, kandungan zat gizinya cukup lengkap bahkan beberapa zat diantaranya sangat penting bagi tubuh karena berfungsi fisiologis. Fisiologis yaitu anthosianin dan karatenoid sebagai anti oksidan serta serat rapinasa yang berfungsi prebiotik. Selain ubi jalar kuning bahan lain dalam pembuatan biskuit ini adalah daun kelor. Daun kelor termasuk tanaman herbal yang memiliki kandungan berupa flavonoid, antioksidan, dan saponin dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Selain itu, Daun kelor memiliki zat setara tiga kali potasium pisang. Jika dalam bentuk serbuk kandungan potasium kelor setara 15 kali potasium pisang. Satu mangkuk daun kelor setara dengan empat kali kalsium susu sebanyak 200 mililiter sehingga dapat digunakan dalam mencegah dampak stunting.

    Kata Kunci: anak, biskuit, daun kelor, stunting, dan ubi jalar kuning

    ">Lihat lebih besar
    Biskuning
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • PEMANFAATAN KALENG BEKAS CAT MENJADI ALAT KOMPOR
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Seiring berkembangnya zaman, cagar budaya bangunan bersejarah sudah jarang terlihat di setiap daerah. Beberapa fakta mengatakan bahwa bangunan-bangunan tersebut ada yang hilang karena faktor usia, bencana alam, dan ulah manusia. Keistimewaan bangunan bersejarah sekarang tidak seperti dahulu yang banyak pengunjung dan sejarahwan yang ingin mengetahui lebih banyak tentang fakta bangunan tersebut. Banyak bangunan bersejarah yang telah terbengkalai. Di Kudus, Jawa Tengah terdapat fakta bahwa ada bangunan bersejarah yang dirobohkan. Di lansir dari warisanjateng.blogspot.com, Bangunan Bersejarah Muriya Troep Kudus dirobohkan, Letkol Purn Soekardi Inginkan Tugu Trisula dibangun lagi. Besito, Kecamatan Gebog, Senin (17/8/2015). Di beberapa daerah di Indonesia banyak upaya perobohan bangunan bersejarah. Dari hasil pemeriksaan tersebut, kami membuat metode bagaimana cara agar cagar budaya tersebut tetap ada walaupun sudah hilang dari pandangan masyarakat. Metode yang kami dapatkan adalah membuat Kudus Historial Metaverse. Karena seiring berkembangnya zaman yang sangat pesat, teknologi kekinian juga dilibatkan dalam metode ini. VR atau Virtual Reality adalah teknologi modern yang di libatkan dalam pembuatan metode ini. VR dirasa dapat membantu dalam perawatan cagar budaya saat ini, karena sekarang kaum muda lebih gemar dengan gadget atau teknologi baru. Untuk itu kami membuat Kudus Historial Metaverse yang nantinya akan menggantikan cagar budaya yang telah hilang dari masyarakat khususnya di kota Kudus. Kudus Historial Metaverse nantinya sangat berpengaruh tentang perawatan cagar budaya. Diharapkan dengan adanya Kudus Historial Metaverse ini kita dapat mengembalikan rasa peduli terhadap cagar budaya khususnya di Kudus, agar cagar budaya yang sudah hancur di tidak terlupakan di masa depan.

    ">Lihat lebih besar
    GUSJIGANG METAVERSE MERAWAT CAGAR BUDAYA KUDUS DENGAN TEKNOLOGI VIRTUAL REALITY MENYAMBUT ERA METAVERSE
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Pemanfaatan Akar Wangi Sebagai Pencegah Tanah Longsor Di Daerah Rahtawu
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • PEMANFAATAN LIMBAH CAIR TAHU SEBAGAI BAHAN PANGAN TERNAK IKAN
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • PUNJABI
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Masker yang telah digunakan bisa menjadi media penularan virus dan agen penyebab penyakit, dan tentu hal ini menjadi sangat berbahaya. Namun penggunaan masker di lingkungan masyarakat tidak dikategorikan sebagai limbah medis yang diperlakukan seperti limbah medis di Fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes). Hal ini karena masker tersebut tidak digunakan dalam pelayanan kesehatan atau pasien di Fasyankes. Dilansir dari Kompas.com, setiap satu menit terdapat 2,8 juta limbah masker sekali pakai di Bumi, limbah masker seperti ini masuk ke dalam kategori limbah domestik, sehingga perlakuan pengelolaannya sama dengan pengelolaan limbah domestik sesuai Undang­ Undang Nomor 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. Kesadaran masyarakat yang rendah terhadap limbah masker terbukti masih seringnya masyarakat membuang limbah masker dimana-mana. Agar limbah masker tidak menjadi tumpukan sampah hingga menyebabkan penyakit, maka kami bertujuan sebagai sarana penanganan limbah masker di lingkungan masyarakat, meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pengolahan limbah masker, dan meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat, oleh sebab itu kami berinisiatif membuat “Sandal yang terbuat dari bahan campuran limbah masker”. Dengan pembuatan sandal ini diharapkan dapat mengurangi limbah masker di lingkungan masyarakat, sandal ini akan diminati masyarakat karena keunikan dan kualitas sandal yang baik. Usaha pembuatan sandal dipilih karena sandal merupakan kebutuha sehari–hari masyarakat Indonesia dan memiliki kelebihan seperti tahan lama dan sangat unik.

    ">Lihat lebih besar
    DALMAS : Sandal Limbah Masker Solusi Pemanfaatan Limbah Masker
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • PEMANFAATAN AIR BEKAS CUCIAN BERAS UNTUK BAHAN DASAR PEMBUATAN SABUN CAIR
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • ABSTRAK

    Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi yang dihadapi di dunia, khususnya di negara-negara miskin. Stunting menjadi permasalahan karena berhubungan dengan meningkatnya risiko terjadinya kesakitan dan kematian, perkembangan otak suboptimal sehingga perkembangan motorik terlambat dan terhambatnya pertumbuhan mental. Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek dari standar usianya. Stunting merupakan bentuk kegagalan pertumbuhan (growth faltering) akibat akumulasi ketidak cukupan nutrisi yang berlangsung lama mulai dari kehamilan sampai usia 2 tahun. Permasalahan tersebut dapat di cegah dengan gizi makanan yang seimbang. Beberapa masalah tersebut hampir sering terjadi, biasanya di akibatkan oleh seorang ibu yang salah dalam pemilihan makanan bergizi untuk anak. Pada kasus tersebut kami berinisiatif untuk membuat biskuit dengan bahan pangan ubi kuning dan daun kelor untuk meminimalisir kasus kekurangan gizi pada anak. Bahan yang terkandung dalam biskuit ini adalah ubi kuning atau ubi jalar kuning. Ubi jalar merupakan salah satu komoditas bahan pangan yang unik karena memiliki beberapa varietas dengan karakteristik dan keunggulan. Ubi jalar kuning memiliki fleksibilitas yang tinggi dalam pengolahan, kandungan zat gizinya cukup lengkap bahkan beberapa zat diantaranya sangat penting bagi tubuh karena berfungsi fisiologis. Fisiologis yaitu anthosianin dan karatenoid sebagai anti oksidan serta serat rapinasa yang berfungsi prebiotik. Selain ubi jalar kuning bahan lain dalam pembuatan biskuit ini adalah daun kelor. Daun kelor termasuk tanaman herbal yang memiliki kandungan berupa flavonoid, antioksidan, dan saponin dapat meningkatkan daya tahan tubuh.  Selain itu, Daun kelor memiliki zat setara tiga kali potasium pisang. Jika dalam bentuk serbuk kandungan potasium kelor setara 15 kali potasium pisang. Satu mangkuk daun kelor setara dengan empat kali kalsium susu sebanyak 200 mililiter sehingga dapat digunakan dalam mencegah dampak stunting.

    Kata Kunci:  anak, biskuit, daun kelor, stunting, dan ubi jalar kuning

     

    ">Lihat lebih besar
    "BISKUNING"
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Smart shoes berbasis piezoelectric dan GPS tracker sebagai solusi cepat dalam pencarian korban pendakil.
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Kebiasaan masyarakat menjadi lebih memilih menggunakan air tanah/sumur, disebabkan karena air sumur dinilai lebih bersih dibandingkan dengan air yang ada dipermukaan. Akan tetapi sekalipun dengan kondisi fisik yang terlihat lebih jernih teryata tidak bisa dipungkiri bahwa air tanah/air sumur juga memiliki kandungan mineral-mineral atau Fe/Mn dan mikroorganisme yang cukup tinggi dimana hal ini biasanya dipengaruhi oleh lingkungan daerah asupan setempat dan sanitasi disekitarnya. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu sistem pengelolaan air sumur menjadi air siap minum yang lebih praktis dan tentunya modern tapi tetap menghasilkan air dengan kualitas dan kuantitas yang sesuai dengan standar yang telah ditentukan berdasarkan segi fisik dan mikrobiologi salah satunya adalah dengan “FOZONE SMART SYSTEM” Sistem Cerdas Pengelolaan Air Sumur Menjadi Air Minum Menggunakan Fotokatalis ZnO doped Al Dan Ozonisasi Berbasis IoT. Fotokatalis secara umum didefinisikan sebagai proses reaksi kimia yang dibantu oleh cahaya dan katalis padat, digunakan sebagai penurun konsentrasi TSS, COD, dan BOD, logam Al dapat  dijadikan  dopant  pada  ZnO,  hal ini  karena Al memiliki sifat transparasi dan konduktivitas yang tinggi. Sedangkan ozon dapat digunakan untuk membunuh berbagai mikroorganisme seperti bakteri dan virus yang terkandung pada air sumur. Pengujian sistem pada alat “FOZONE SMART SYSTEM” telah dilakukan, dimana penurunan tertinggi TSS, COD dan BOD diperoleh sebesar 0 mg/L; 10,05 ppm; dan 9,03 ppm dengan waktu katalis selama 55 menit serta efisiensi penurunan konsentrasi tertinggi dapat dilihat bahwa persen removal TSS meningkat sebesar 100% dalam waktu 55 menit, COD meningkat sebesar 73,44% dalam waktu 55 menit, dan BOD meningkat sebesar 54,94% dalam waktu 55 menit.

    Keyword : Air Sumur, Fotokatalis, Ozonisasi, IoT

    ">Lihat lebih besar
    “FOZONE SMART SYSTEM” SISTEM CERDAS PENGELOLAAN AIR SUMUR MENJADI AIR MINUM MENGGUNAKAN FOTOKATALIS ZnO DOPED Al DAN OZONISASI BERBASIS IOT
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • BIJI RAMBUTAN DAN KACANG EDAMAME SEBAGAI ALTERNATIF PEMBUATAN TAUCO YANG TINGGI AKAN PROTEIN
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Tanaman seledri (Apium graveolens L.) termasuk golongan sayuran daun penting dan memiliki nilai ekspor. Oleh karena itu, seledri dianggap sebagai tanaman yang mewah. Tidak hanya sebagai bahan sayuran yang digemari di Indonesia, seledri juga sangat digemari masyarakat luar negeri seperti Eropa, Amerika dan Asia. Bertambahnya jumlah penduduk setiap tahun, menyebabkan kebutuhan sayuran meningkat. Kondisi ini menciptakan suatu peluang untuk membudidayakan seledri secara intensif dengan menggunakan teknologi yaitu dengan aplikasi pupuk organik cair. Keuntungan dari pupuk organik cair adalah unsur hara akan lebih cepat diserap oleh tanaman dibandingkan dengan pemberian melalui akar atau tanah. Pupuk organik bisa berasal dari apa saja yang mengandung banyak manfaat, salah satunya adalah gamal. Tanaman gamal ini banyak dijumpai di daerah pedesaan yang dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai pagar hijau. Keuntungan yang didapat dari pengaplikasian pupuk daun gamal yaitu memiliki kandungan hara yang tinggi dan lengkap. Unsur hara tersebut cepat larut sehingga tanaman lebih cepat untuk menyerap unsur hara itu. Dalam upaya untuk meningkatkan kualitas makanan, berbagai macam teknologi diperkenalkan dan dikembangkan. Pada penelitian kali ini menggunakan teknologi Sonic Bloom pada pertumbuhan tanaman seledri. Sonic bloom merupakan suatu teknologi organik yang memanfaatkan gelombang suara berfrekuensi tinggi untuk meningkatkan produktmivitas tanaman. Tumbuhan dapat merespon jenis musik yang berbeda-beda. Salah satu musik yang digunakan dalam penelitian ini adalah suara MP3 Al qur’an. Cara kerja teknik ini adalah memanfaatkan gelombang suara frekuensi tinggi yang berfungsi memacu membukanya mulut daun (stomata) pada tanaman. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 2 faktor perlakuan yaitu faktor pertama media tanam dan faktor kedua pupuk organik cair. Harapannya dengan adanya inovasi ini dapat meningkatkan baku mutu seledri agar nantinya dapat di konsumsi dan di perjualbelikan dengan kualitas yang baik.

    Kata kunci : Seledri, Gamal, MP3 Alquran.

    ">Lihat lebih besar
    PETTERING
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • ABSTRAK

    Saat ini dunia sedang mengalami pandemi yang telah menyebar diberbagai belahan dunia. Untuk menghindari penyebaran rantai Covid-19, di Indonesia menerapkan sistem PPKM. Di saat seperti ini, orang tua semakin khawatir dengan keberadaan dan kondisi anaknya. Untuk menghindari kerumunan dunia Pendidikan menerapkan system belajar dari rumah yang biasa disebut dengan Daring. Setelah covid semakin mereda, dunia Pendidikan mengadakan sekolah tatap muka tetapi tetap mematuhi protokol Kesehatan, salah satunya dengan melakukan pengecekan suhu tubuh pada saat masuk kedalam lingkungan sekolah. Masa anak-anak merupakan masa di mana anak mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan yang pesat dalam berbagai aspek bagi kehidupan selanjutnya. Pertumbuhan dan perkembangan anak terjadi mulai dari fisik, intelektual, maupun emosional. Di samping itu, pengawasan anak selama diluar pemantauan orang tua tidaklah mudah, dengan banyaknya kesibukan orang tua membuat anak menjadi sulit dipantau keberadaannya secara langsung oleh orang tuanya. Oleh karena itu, dibutuhkan inovasi berupa tas yang bernama ITS PEKA, ITS PEKA ini adalah Sebuah tas yang dapat mengawasi keberadaan dan suhu tubuh anak.

    Tujuan penelitian ITS PEKA yaitu untuk mempermudah orang tua dalam mengawasi keberadaan dan kondisi suhu tubuh anak. ITS PEKA dirancang menggunakan komponen sensor suhu DHT11, LCD Oled, GPS Neo 6, dan NodeMCU ESP 8266 sebagai pengendali semua komponen dan pengirim data suhu ke aplikasi blynk.

    Cara kerja alat ini adalah Ketika system dinyalakan maka sensor suhu akan membaca suhu anak, dan menampilkannya pada LCD OLED yang terpasang pada bagian lengan tas sehingga, tidak perlu melakukan pengecekan suhu tubuh pada saat memasuki lingkungan sekolah. Apabila temperatur suhu anak tidak normal, akan mengirim sebuah pesan kepada orang tua dari anak tersebut melalui aplikasi blynk. Adapun GPS akan aktif apabila orang tua meminta akses, selanjutnya ITS PEKA akan mengirimkan lokasi dimana anak berada sehingga keberadaan anak dapat terpanjau oleh orang tua. ITS PEKA ini diharapkan memberi solusi bagi orang tua untuk dapat mendeteksi keberadaan dan suhu tubuh anaknya.

    Keywords : Suhu DHT11, GPS, and NodeMCU ESP 8266

    ">Lihat lebih besar
    ITS PEKA ( Inovasi Tas Sebagai Pemantau Keberadaan Anak) Dilengkapi dengan GPS dan Sensor Suhu Berbasis IoT (Internet of Things)
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Perkembangan dunia di era millennium ini sangat pesat, terutama di bidang teknologi informasi. Tingkat kecepatan dan ketepatan informasi merupakan hal yang sangat besar oleh karena itu harus didukung teknologi informasi yang memadai. Demikian hal nya pada jasa usaha laundry, Pelangi Laundry merupakan sebuah usaha yang menjalankan bisnis dalam bidang jasa laundry. Berdasarkan survey yang telah dilakukan sampai saat ini pelangi Laundry belum memiliki sistem informasi sendiri dan masih menggunakan sistem manual, laundry ini juga belum mempunyai sistem penyimpanan database yang akurat sehingga semua data masih disimpan kedalam sebuah buku. Para pelanggan juga tidak mendapatkan informasi yang up-to-date tentang berbagai jasa laundry yang ditawarkan dan ada juga pelanggan yang merasa kerepotan pada saat mengantar bahkan mengambil laundry yang telah selesai dikarenakan tidak memiliki banyak waktu untuk pergi ke laundry dengan alasan kesibukan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka akan dirancang suatu aplikasi yang dapat membantu bisnis Pelangi Laundry sehingga aplikasi ini dapat memberikan informasi yang up-to-date dari Pelangi Laundry tentang jasa laundry yang ditawarkan kepada pelanggan, memberikan pelayanan antar jemput laundry yang cepat dan terpercaya kepada pelanggan, memudahkan proses pembuatan laporan pendapatan dengan cepat, tepat dan akurat, memberikan pelayanan yang profesional kepada pelanggan dan meminimalisir kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi. Kata Kunci - Aplikasi, Pelayanan, Laundry.

    ">Lihat lebih besar
    PEMBUATAN APLIKASI SMART LAUNDRY
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Pembuatan Briket Kulit Jeruk Pamelo Sebagai Energi Alternatif Ramah Lingkungan
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Pembuatan Tas Belanja Ramah Lingkungan dengan Metode Ecoprint
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • HATZY (Hand Sanitizer Eco Enzyme)
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • G-FRESH
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Wi-Far (Simple Wifi Signal Catcher and Booster)
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • BISDUR (BISCUITS SEEDS OF DURIAN)
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • PURGRATO
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • AN-GEL (Binahong Leaf (Anredera cordifolia) Extract as Gel Medicine for Thrush)
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • Mercury Detector
    Kategori Pelajar/Mahasiswa
  • PENGGOK : PELET KROTO KOMBINASI LIMBAH ONGGOK SEBAGAI REAL FOOD BUDIDAYA AYAM KAMPUNG
    Kategori Pelajar/Mahasiswa